Jumat, 20 Desember 2013

Hidup Tenteram, Itu Obat

[Yeremia 23:5-6]
N
atal selalu juga dinamai ‘hari penuh damai’. Natal seakan menghipnotis semua orang, sehingga tanpa disuruh, semuanya ingin hidup tenang, penuh sukacita, tidak bertengkar, dan sebagainya. Semua perilaku etik dibenahi, agar menjalani natal ‘deng sagala bae’.
Memang suasana hidup seakan berubah cepat di masa-masa menjelang dan selama Natal. Itu menandakan bahwa manusia selalu ingin menjadi baik atau berubah ke arah yang baik. Masa Natal pun selalu menjadi waktu yang tepat untuk ‘biking bae’ relasi antarmanusia. Dahulu, waktu ‘kawin lari’ masih sering terjadi, waktu baik untuk ‘minta ampong’ adalah masa Natal. Ringkasnya, semua rasa marah sirna pada saat Natal.
Hidup senang, tenteram itu ternyata tidak sulit diciptakan. Caranya pun mudah. Yaitu kita harus saling bertemu dan berkomunikasi. Dengan saling bertemu, kita mengeratkan kebersamaan dan merawat persekutuan. Sebab itu, pertemuan yang berkualitas adalah pertemuan yang selalu diciptakan melalui kesediaan untuk terus berjumpa satu sama lain.
Dengan saling berkomunikasi, kita mempersempit ruang kesalahpahaman dan mengatasi rasa penolakan satu sama lain. Komunikasi bukan saja proses pertukaran pesan, melainkan juga upaya untuk saling mengoreksi dan membenahi seorang terhadap lainnya. Upaya untuk saling memahami kebutuhan dan juga menyepakati tugas-tugas bersama.
Teks kita menegaskan bahwa, seorang pemimpin yang baik, yang diutus TUHAN ke dalam persekutuan umat [keluarga, jemaat, masyarakat] akan adalah yang mau terus bertemu dan berkomunikasi dengan anggota keluarga, jemaat atau masyarakatnya. Di situlah ia telah menciptakan suasana hidup yang tenteram sehingga persekutuan di antara mereka terawat baik. Natal adalah masa meningkatkan kualitas pertemuan dan komunikasi antarmanusia.

Oh Gembalaku…..

[Yeremia 23:1-4]
Y
esus memberi ilustrasi yang menarik tentang seorang gembala yang baik. Dari sekian banyak citra dirinya, ada satu yang menarik yaitu, gembala itu mengenal domba-domba, dan memanggil domba-dombanya sesuai dengan namanya, serta domba-domba itu mengenal suara gembalanya [baca. Yoh. 10:3-4]. Jadi tidak mungkin terjadi ‘salah panggel” atau ‘salah kanal’, dan domba juga tidak mungkin ‘datang salah orang’ atau ‘datang pada gembala yang salah.
Dalam Teks kita ini. TUHAN mengambil prakarsa baru untuk menyelamatkan umatNya dengan jalan mengangkat gembala yang baik di tengah mereka. Prakarsa TUHAN ini terjadi karena umatNya telah hilang arah. Mereka tidak mendapatkan pemimpin yang baik. Sebab itu, mereka [yang telah terserak], tidak bisa disatukan. Persekutuan di antara mereka rapuh, karena tidak ada sosok teladan yang dapat mempersatukan mereka kembali.
Dalam realitas seperti itu, TUHAN kembali berprakarsa untuk mengagkat gembala yang baik, agar umatNya tidak tercerai lagi [ay.4]. Tujuan dari prakarsa TUHAN itu ialah untuk menghimpunkan kembali, dan untuk meningkatkan persekutuan di antara umatNya.
Ada proses pemulihan yang TUHAN hendak kerjakan, namun dengan menetapkan gembala yang baik. Dengan demikian kita diajak untuk tetap menjadi pemimpin yang dapat diteladani. Mulai dari dalam rumah tangga, setiap suami/papa harus mempersatukan rumah tangganya. Dalam Jemaat, setiap pelayan [gembala] harus mengutuhkan ikatan hidup jemaat dan meningkatkan rasa memiliki kepada Gereja dan panggilan kudus. Dalam masyarakat, para pemimpin harus menjadi gembala yang baik, supaya persatuan dalam masyarakat terbina sebagai kekuatan untuk terus maju dan bertumbuh.

Janji Yang Ditepati


[Yeremia 33:14-16]
S
ebuah syair yang indah berbunyi begini: ‘Janji yang manis, Kau tak dilupakan….”. Syair itu adalah tembang rohani yang abadi, sebagai lukisan maha sempurna tentang betapa TUHAN itu adil memperlakukan umatNya. Jika kita merefleksikan hubungan kita dengan TUHAN, maka kita akan menemukan satu rahasia kecil, yaitu hubungan indah ini terjadi karena TUHAN yang berinisiatif mengadakannya.
TUHAN tidak main-main, ketika mengambil inisiatif untuk berhubungan dengan manusia. Bukti bahwa IA tidak main-main adalah IA membuat perjanjian luhur dengan manusia. Dan isi perjanjian luhur itu adalah bahwa IA akan menyelamatkan umatNya, dan IA akan tetap setia pada janji itu.
Bahkan ketika manusia melanggar ikatan janji itu, atau ketika manusia melakukan banyak perkara dosa sekali pun, IA tetap setia, sebab IA tidak bisa menyangkali diriNya sendiri. Yaitu IA adalah TUHAN.
Teks kita menegaskan bahwa, oleh karena TUHAN itu setia, maka IA akan ‘melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri’ [ay.15]. Kalimat ini sederhana namun mengandung pesan yang sangat kuat. TUHAN melaksanakan keadilan dan kebenaran. Artinya IA bertindak. Di tengah berbagai praktek ketidakadilan, akibat penyelewengan hukum dan ketidaktaatan manusia, TUHAN dikabarkan ‘melaksanakan keadilan dan kebenaran’. IA bukan hanya tidak tinggal diam, melainkan IA bertindak langsung untuk menunjukkan dan menjaminkan keadilan dan kebenaran di negeri.
Sebab itu, manusia harus beriman, bahwa segala perjuangan demi kebenaran dan keadilan, diperjuangkan bersama-sama dengan TUHAN, yang kita akui sebagai ‘TUHAN keadilan kita’ [ay.16]. Jadi, percayalah bahwa IA menepati segala yang dijanjikanNya. Natal adalah wujud TUHAN menepati janjiNya.

Jumat, 15 November 2013

Efesus 1:19

Kita mungkin tidak lancar bicara seperti yang lain
Kita mungkin tidak memiliki pengetahuan yang lengkap seperti yang lain
Kita mungkin tidak punya kelebihan apapun seperti yang lain
Kita mungkin tidak punya pengaruh dibandingkan yag lain
Kita mungkin tidak punya penampilan menarik seperti yang lain

Kita mungkin punya kekurangan fisik dibandingkan dengan yang lain

So what?... memangnya kenapa dengan itu semua?....

Bukankah Abraham mandul... tapi keturunannya seperti bintang dilangit...
Bukankah Yakub pincang?... tapi dia yang menurunkan ke 12 suku Israel...
Bukankah Musa gagap?... tapi dia mengatasi Firaun dan membelah Laut Merah...
Bukankah Gideon penakut?... tapi dia menang berperang melawan musuh2nya...
Bukankah Debora seorang istri?... tapi dia juga memenangkan peperangannya...
Bukankah Elisa botak?... tapi dia membawa pengurapan ganda yang dimiliki Elia...
Bukankah Rahab adalah pelacur?... tapi dia merupakan nenek moyang Yesus...
Bukankah Petrus hanya nelayan?... tapi pertama kali khotbah 3000 orang bertobat...
Bukankah Daud hanya gembala?... tapi dia menjadi Raja Israel yang dikenan Tuhan...

Semua pahlawan2 iman diatas ternyata adalah manusia2 biasa
Semua memiliki kekurangan dan kelemahannya masing-masing
Tapi yang membedakan mereka adalah Tuhan yang didalam mereka

Jika demikian apakah yang menghalangi kita untuk menjadi saksi-NYA?
Karena bukan kita...tapi DIA dan kuasa-NYA yang kerja didalam kita...
Kelemahan kita jadi nisbi manakala kekuatanNYA mengalir melalui kita
Saat kita mengijinkan Roh Kudus bekerja... maka tidak ada yang mustahil...
Impossible is nothing....

2 Korintus 12:9
Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.

Efesus 1:19
Betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

Siapkah kita diproses dan mulai menjadi berkat bagi dunia ini?

Kopi adalah minuman yang memiliki banyak penggemar diseluruh dunia.
Banyak orang tidak dapat melewatkan harinya tanpa segelas kopi.
Bahkan cafe2 khusus penikmat kopi dapat ditemui dibanyak tempat.
Kopi didapat dari tanaman kopi.
Bila hanya dicicip langsung, biji kopi ini pahit dan tidak enak.

Kopi harus melewati proses, biji kopi ditumbuk sampai halus,
lalu untuk penyajiannya bubuk kopi ini diseduh dengan air panas.
Begitu terkena air panas, barulah aroma wangi kopi-nya keluar,
dan siap untuk dinikmati.

Bukankah demikian juga dengan kita orang percaya?
Hidup dalam ego dan kedagingan membuat kita ini pahit bagi orang lain.
Tidak ada satupun dari manusia lama kita yang bisa dinikmati.
Tapi tangan Tuhan sanggup mengubah hidup lama kita.

DIA akan memproses hidup kita.
Segala kedagingan akan "ditumbuk sampai halus".
Dan ini rasanya tentu sangat tidak enak.
Daging kita akan memberontak, tapi jangan berhenti disitu.
Lalu Tuhan akan rendam hidup kita dalam "air panas persoalan".
Suatu proses yang menyakitkan.....

Tapi lewat proses air panas ini, ketika kita menyerah,
sesuatu yang harum mulai keluar dari hidup kita.
Dulunya pahit, sekarang hidup kita berubah.
Dulu orang menolak, tapi sekarang orang mencari kita.
Hidup kita mulai dinikmati dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kopi juga mengandung bahan yang membuat orang ketagihan.
Begitu pula dengan hidup kita sekarang.
Tiba-tiba segala hal tentang Tuhan mulai menarik hati kita.
Kita mulai memiliki passion yang besar untuk selalu mencari Tuhan,
merindukan hadiratNYA dan menyembah DIA.

Ketagihan yang membuat kita tidak bisa lagi hidup tanpa DIA.
Tiada hari yang kita lewatkan tanpa YESUS.
Rasanya mau dekat Tuhan setiap waktu,
suatu kerinduan yang hampir tidak bisa dibendung
untuk dapat selalu bersama denganNYA.
Ketergantungan dan ketagihan Ilahi ini terus tumbuh dengan kuat.
Dan ini adalah kecanduan yang sangat baik......

Semua dimulai dengan....

Kita dipetik......dicabut dari ikatan dunia dan comfort zone kita.........
Ditumbuk........segala keduniawian dan kedagingan dihancurkan......
Dipanaskan.....proses mengeluarkan yang harum didalam kita.........

TITIP CINTA ITU YA TUHAN

Semoga cinta ini adalah cinta misi, bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya, dlm setiap penantiannya..

Ya Tuhan, Maha Pemilik Cinta..
Aku titipkan satu cinta itu padamu, jangan kau hadirkan dulu saat ini, jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat, yang telah Kau persiapkan sejak dulu..

Titip satu cinta itu ya Tuhan..
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan_Mu..
Cinta yang membuat Ia pun
semakin dekat dengan_Mu..
Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia_Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke Rahmat Mu. .

Titip satu cintaku Ya Tuhan,,
Cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang Engkau Sertai..
Cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban kemuliaan_Mu..

Titip satu cinta itu Ya Tuhan..
Cinta yang darinya aku lahirkan para Laskar Kristus yang tangguh.. yang senantiasa siap menjadi SAKSI_Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh-musuhMu..

Titip satu cinta itu ya Tuhan..
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama-sama terjaga dan akhirnya sama-sama mendapatkan yg terjaga pula..

Titip satu cinta itu Ya Tuhan..
Cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..

Titip satu cinta itu Ya Tuhan,,
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan berkatnya dan jaga dia untuk tetap berada di jalan_Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..

Titip cinta itu Ya Tuhan,,
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana, senantiasa berjuang untuk menggapai Surga_Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan di Kerajaan Mu..

Titip satu cinta itu Ya Tuhan,,
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari KASIH_Mu, orang yang selalu menyeru kepada FIRMAN_Mu.. jadikan ia yang terbaik untukku dan anak-anakku kelak, jadikan ia terbaik untuk keluarga dan masyarakat..

Titip cinta itu Ya Tuhan,,
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba-hambaMu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..

Titip cinta itu Ya Tuhan Yesus..

BERDOA DAN BEKERJA ADALAH KATA KUNCI

Ketika kehidupan memberikan seribu masalah untuk membuat kita bersedih dan menangis. Maka tunjukkan pada Kehidupan bahwa kita punya sejuta alasan untuk berusaha tetap tersenyum.

Tinggalkan masa lalu tanpa penyesalan.
Tinggalkan masa lalu tanpa kesedihan.

Jalani masa sekarang dengan penuh keyakinan.
Hadapi masa depan dengan penuh harapan.
Songsonglah masa datang dengan penuh kebahagiaan.

Walaupun perjalanan hidup terkadang membawa kita jatuh bangun dalam berbagai cobaan dan kesulitan yang terasa begitu berat.
Terkadang membikin dada terasa begitu sesak.
Bumi yang terhampar begitu luas seakan menjadi sempit.

Maka jangan sampai keadaan tersebut membuat kita berputus asa..
Berusahalah untuk tetap bersabar dalam berbagai macam ujian.

Bukankah TUHAN YESUS tak akan membebani setiap hamba-Nya melebihi batas kemampuannya?

Dan ketahuilah..

Sesungguhnya kemenangan itu mengiringi dalam setiap langkah kesabaran.
Jalan keluar beriringan dengan kesulitan..
Dan sesudah kesulitan itu pada akhirnya akan berganti dengan kemudahan..

Hadapilah ketentuan Tuhan dengan tulus.
Bukan dengan cara bersedih dan gelisah, apalagi sampai kita marah-marah.

Karena apapun itu rancangan Tuhan pasti akan terjadi.
Berprasangka baiklah kepada-Nya terutama dengan ketentuannya.
Kita harus pandai-pandai menyikapi hikmah dibalik semua keputusan Tuhan.

Berusaha, berdoa adalah kata Kuncinya.

Karena TUHAN YESUS selalu bersama orang-orang yang selalu berserah diri kepada-Nya.