[Yeremia 33:14-16]
S
|
ebuah
syair yang indah berbunyi begini: ‘Janji yang manis, Kau tak dilupakan….”.
Syair itu adalah tembang rohani yang abadi, sebagai lukisan maha sempurna
tentang betapa TUHAN itu adil memperlakukan umatNya. Jika kita merefleksikan
hubungan kita dengan TUHAN, maka kita akan menemukan satu rahasia kecil, yaitu
hubungan indah ini terjadi karena TUHAN yang berinisiatif mengadakannya.
TUHAN
tidak main-main, ketika mengambil inisiatif untuk berhubungan dengan manusia.
Bukti bahwa IA tidak main-main adalah IA membuat perjanjian luhur dengan
manusia. Dan isi perjanjian luhur itu adalah bahwa IA akan menyelamatkan
umatNya, dan IA akan tetap setia pada janji itu.
Bahkan
ketika manusia melanggar ikatan janji itu, atau ketika manusia melakukan banyak
perkara dosa sekali pun, IA tetap setia, sebab IA tidak bisa menyangkali
diriNya sendiri. Yaitu IA adalah TUHAN.
Teks
kita menegaskan bahwa, oleh karena TUHAN itu setia, maka IA akan ‘melaksanakan
keadilan dan kebenaran di negeri’ [ay.15]. Kalimat ini sederhana namun
mengandung pesan yang sangat kuat. TUHAN melaksanakan keadilan dan kebenaran.
Artinya IA bertindak. Di tengah berbagai praktek ketidakadilan, akibat
penyelewengan hukum dan ketidaktaatan manusia, TUHAN dikabarkan ‘melaksanakan
keadilan dan kebenaran’. IA bukan hanya tidak tinggal diam, melainkan IA
bertindak langsung untuk menunjukkan dan menjaminkan keadilan dan kebenaran di
negeri.
Sebab
itu, manusia harus beriman, bahwa segala perjuangan demi kebenaran dan keadilan,
diperjuangkan bersama-sama dengan TUHAN, yang kita akui sebagai ‘TUHAN keadilan
kita’ [ay.16]. Jadi, percayalah bahwa IA menepati segala yang dijanjikanNya.
Natal adalah wujud TUHAN menepati janjiNya.
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.