Jumat, 20 Desember 2013

Janji Yang Ditepati


[Yeremia 33:14-16]
S
ebuah syair yang indah berbunyi begini: ‘Janji yang manis, Kau tak dilupakan….”. Syair itu adalah tembang rohani yang abadi, sebagai lukisan maha sempurna tentang betapa TUHAN itu adil memperlakukan umatNya. Jika kita merefleksikan hubungan kita dengan TUHAN, maka kita akan menemukan satu rahasia kecil, yaitu hubungan indah ini terjadi karena TUHAN yang berinisiatif mengadakannya.
TUHAN tidak main-main, ketika mengambil inisiatif untuk berhubungan dengan manusia. Bukti bahwa IA tidak main-main adalah IA membuat perjanjian luhur dengan manusia. Dan isi perjanjian luhur itu adalah bahwa IA akan menyelamatkan umatNya, dan IA akan tetap setia pada janji itu.
Bahkan ketika manusia melanggar ikatan janji itu, atau ketika manusia melakukan banyak perkara dosa sekali pun, IA tetap setia, sebab IA tidak bisa menyangkali diriNya sendiri. Yaitu IA adalah TUHAN.
Teks kita menegaskan bahwa, oleh karena TUHAN itu setia, maka IA akan ‘melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri’ [ay.15]. Kalimat ini sederhana namun mengandung pesan yang sangat kuat. TUHAN melaksanakan keadilan dan kebenaran. Artinya IA bertindak. Di tengah berbagai praktek ketidakadilan, akibat penyelewengan hukum dan ketidaktaatan manusia, TUHAN dikabarkan ‘melaksanakan keadilan dan kebenaran’. IA bukan hanya tidak tinggal diam, melainkan IA bertindak langsung untuk menunjukkan dan menjaminkan keadilan dan kebenaran di negeri.
Sebab itu, manusia harus beriman, bahwa segala perjuangan demi kebenaran dan keadilan, diperjuangkan bersama-sama dengan TUHAN, yang kita akui sebagai ‘TUHAN keadilan kita’ [ay.16]. Jadi, percayalah bahwa IA menepati segala yang dijanjikanNya. Natal adalah wujud TUHAN menepati janjiNya.

Tidak ada komentar: