Sabtu, 21 Desember 2013

Kado dari TUHAN

[Yeremia 23:7-8]
K
ado Natal selalu menjadi barang special bagi semua orang. Walau demikian, mungkin ada orang yang tidak pernah mendapati kado special. Artinya mereka menjalani Natal dalam situasi yang berbeda dari orang lain. Pendapat ini benar-benar saja. Tetapi jika kita memahami Natal sebagai sebuah waktu [kairos], atau kesempatan khusus yang diberi TUHAN kepada semua umat, maka ada sebuah kado istimewa yang diberikan TUHAN dan dimiliki oleh setiap manusia, siapa pun dan di mana pun ia berada.
Kado itu adalah hidup bersama dalam satu persekutuan keluarga, jemaat, negeri. Dan itu adalah sebuah waktu [kairos] yang kudus. Di dalam waktu itu ada banyak kesempatan yang bisa dan harus dimanfaatkan. Dan kesempatan yang paling baik adalah berdamai, bersekutu, hidup bersama-sama, saling menyayangi dan saling mengasihi satu sama lainnya.
Sebab itu memang benar, setiap Natal tiba, kerinduan untuk berkumpul itu begitu tinggi. Anak-anak atau anggota keluarga yang ada di luar daerah, semuanya diharapkan atau atas maunya, pulang kembali ke rumah semata-mata karena mereka merasa tidak indah jika Natal terpisah dari keluarga.
Dalam kaitan itu, Natal sekaligus merupakan kesempatan untuk berdoa meminta TUHAN mengutuhkan relasi rumah tangga kita, mengutuhkan dengan jalan menyadarkan anggota keluarga untuk tidak mengabaikan tanggungjawab atas rumah tangga sekecil apa pun. Sambil yakin, akan ada bentuk kebaikan TUHAN yang terjadi atas relasi rumah tangga kita.
Sebagai Jemaat Rumahtiga, kita pasti memiliki pengalaman tersendiri, tentang bagaimana TUHAN menghimpunkan dan mengembalikan kita ke negeri dan jemaat ini. Itulah sebabnya, saat ini kita semua harus yakin bahwa, kita sudah mendapat kado yang indah dari TUHAN, yaitu berkumpul dan hidup bersama di Rumahtiga kembali.