[Yeremia 23:7-8]
|
K
|
ado
Natal selalu menjadi barang special bagi semua orang. Walau demikian, mungkin
ada orang yang tidak pernah mendapati kado special. Artinya mereka menjalani
Natal dalam situasi yang berbeda dari orang lain. Pendapat ini benar-benar
saja. Tetapi jika kita memahami Natal sebagai sebuah waktu [kairos], atau kesempatan khusus yang
diberi TUHAN kepada semua umat, maka ada sebuah kado istimewa yang diberikan
TUHAN dan dimiliki oleh setiap manusia, siapa pun dan di mana pun ia berada.
Kado itu adalah hidup bersama dalam
satu persekutuan keluarga, jemaat, negeri. Dan itu adalah sebuah waktu [kairos] yang kudus. Di dalam waktu itu
ada banyak kesempatan yang bisa dan harus dimanfaatkan. Dan kesempatan yang
paling baik adalah berdamai, bersekutu, hidup bersama-sama, saling menyayangi
dan saling mengasihi satu sama lainnya.
Sebab itu memang benar, setiap
Natal tiba, kerinduan untuk berkumpul itu begitu tinggi. Anak-anak atau anggota
keluarga yang ada di luar daerah, semuanya diharapkan atau atas maunya, pulang
kembali ke rumah semata-mata karena mereka merasa tidak indah jika Natal
terpisah dari keluarga.
Dalam kaitan itu, Natal sekaligus
merupakan kesempatan untuk berdoa meminta TUHAN mengutuhkan relasi rumah tangga
kita, mengutuhkan dengan jalan menyadarkan anggota keluarga untuk tidak
mengabaikan tanggungjawab atas rumah tangga sekecil apa pun. Sambil yakin, akan
ada bentuk kebaikan TUHAN yang terjadi atas relasi rumah tangga kita.
Sebagai Jemaat Rumahtiga, kita pasti
memiliki pengalaman tersendiri, tentang bagaimana TUHAN menghimpunkan dan
mengembalikan kita ke negeri dan jemaat ini. Itulah sebabnya, saat ini kita
semua harus yakin bahwa, kita sudah mendapat kado yang indah dari TUHAN, yaitu
berkumpul dan hidup bersama di Rumahtiga kembali.