Syalom… saudara-saudariku yang terkasih didalam Yesus Kristus, kita
bersyukur kepada Tuhan karena atas kasih karunia-Nya kita diperkennakan
kembali berpesta iman (celebration of faith) di hari Natal yang kudus
tahun ini.
Tema ini adalah nubuatan nabi Yesaya tentang Yesus yang akan datang
sebagai pribadi yang berkuasa mendamaikan manusia (pemberontak) dengan
Allah yang Maha kudus. Nubuatan ini disampaikan pada abad 8, ditengah
kidup dalam ketaatanumatnya yang palsu, dimana seluruh lapisan
masyarakat dari level tertinggi sampai terendah sama sekali tidak takut
akan Tuhan. Hidup umat-Nya sangat mengecewakan Tuhan, Yesaya
menggambarkan kehidupan bangsa ini seperti anggur yang asam (5:2,4).
Bahkan Yesaya sendiri mengaku bahwa dia hidup di tengah-tengah bangsa
yang nazis bibir (6:5).
Yesaya hidup sezaman dengan Hosea dan Mikha, mereka bernubuat Selama
ekspansi (perluasan) kerajaan Asyur,yang diijinkan TUhan menjadi alat
“pendidikikan” bagi bangsa pilihan-Nya oleh karena ketidaktaatan,
kemerosotan rohani dan kebobrokan moral bangsa ini. Ketaatan palsu
membuat kehidupan penuh dengan kepalsuan, di lembaga-lembaga pengadilan
tidak di temukan keadilan (keadilan diperjualbelikan), Bait Tuhan tempat
perlindungan anak yatim-piatu, janda dan orang-orang yang terlantar,
justru mereka dimanipulasi (dimanfaatkan) untuk mencari keuntungan (bdk.
3:14-15).
Dosa membuat hidup jadi kacau, sengsara dan merana bahkan sampai
menibulkan keputusasaan. Damai yang diharapkan menjadi hal yang
mustahil. Menjalani kehidupan seperti di tengah malam yang
“gelap-gulita” atau kegelapan yang mengerikan (9:1a). Tidak ada yang
dapat di percaya, diandalkan merubah situasi ini, baik dari
pemerintahan maupun dari lembaga-lembaga keagamaan tidak ada yang
memberikan angin segar, membawa bangsa ini keluar dari penderitaan yang
hebat dan mencekam ini. Dalam situasi seperti ini sangat dirindukan
satu pribadi super hero yang dapat mengubah keadaan, bandingkan dengan
Film India ketika terjadi ketidak adilan, tuan takur merajalela…. Akan
tampil seorang pemuda penyelamat (istilah yang kami pakai
“anakmudanya”, tapi maslahnya adalah siapa ankmudanya itu… siapa super
hero itu….
Pada saat harapan hampir punah, Yesaya tampil membawa kabar sukacita
(cahaya yang besar) yang mengubah kegelapan manjadi terang yang besar.
Kabar yang akan mengubah kengerian/ketakutan menjadi sukacita besar
(seperti sukacita di waktu panen= menggambarkan sukacita yang tak
terkira/terhingga), karena akan datang seorang Raja Damai.
Siapakah Raja Damai itu ? Yesaya menyebutkan Raja Damai itu adalah
“Imanuel” (Yes. 7:14), yang di genapi di dalam kelahiran Yesus Kristus,
Allah yang menyertai kehidupan manusia (Mat 1:23). Yesaya mencatat
empat julukan yang menandai tugas-tugas-Nya sebagai Mesias, yaitu :
1. Penasihat Yang Ajaib
Mesias akan menjadi keajaiban adikodrati. Ia akan menunjukkan
sifat-sifat-Nya melalui semua perbuatan dan mijizat-Nya. Penasihat
menurut pengertian kami seperti motivator, yang dapat membangkitkan dan
mendorong serta menuntun seseorang untuk mencapai kesuksesan hidup..
tapi tidak jarang seorang motivator hanya memberikan “wejangan, atau
tips-tips” hidup sukses tapi tidak melakukannya dalam hidupnya. Tetapi
keajaban Yesus sebagai penasihat Ajaib, justru Dia tidak mengatakan apa
yang tidak Dia lakukan, karena Dia sanggup melakukan apa saja. Itu
perbedaannya dengan motivator (para panasihat) kadang bukan karena tidak
mau melakukanya tapi justru karena tidak sanggup melakukannya. Sebagai
Penasihat Ajaib, Ia merupakan penjelmaan hikmat sempurna dan memiliki
kata-kata hidup yang kekal, selaku penasihat Dia menyiapkan rencana
keselamatan sempurna.
2. Allah Yang Perkasa
Di dalam Mesias segala kepenuhan ke-Allahan akan berdiam secara
jasmaniah. Istilah Allah Perkasa, memberikan keyakinan kepada bangsa
Israel suatu kuasa yang tidak terbatas, karena sering kali ada pemahanan
bagi mereka “Allah mereka tidak sedahsyat allah-alah yang ada di
sekitar Kanaan” yang membuat mereka tergoda berpaling dari Tuhan mereka
dan menyembah tuhan-tuhan yang lain.
3. Bapa Yang Kekal
Hal ini bukan saja menyatakan kekuasaan Tuhan sebagai pencipta langit
dan bumi, tetapi lebih menekankan soal “kasih” konsep “bapa” bagi orang
Israel yang menganut garis paterialisme adala pribadi yang bertangung
jawab, penuh kasih, pelindung dan pemelihara kehidupan. Sebutan Mesias
sebagai Bapa menunjukan bahwa Tuhan itu mudah di dekati, bahakan bukan
saja Tuhan yang bisa diedakati tetapi justru Dia sendiri yang terus
berinisiatif untuk mendekati umatnya, inilah yang di sebut dengan
Imanuel (Tuhan beserta kita, Tuhan yang ada dan hadir di tengah kita).
Hal ini juga memberikan paradigma yang baru kepada umat Israe, tentang
hubungan mereka dengan Tuhan yang mereka sembah, ayitu seorang pribadi
yang jauh (transendens), terlalu agung, kudus dan mulia untuk didekati
(bdk. 6:5 )
4. Raja Damai
Pemerintahan-Nya akan membawa damai dengan Allah bagi umat manusia
melalui pembebasan dari dosa dan kematian. Raja Damai itu sejajar dengan
kata “Sumber damai/pusat damai, pemilik damai, penguasa damai”
terminology katanya mungkin bisa kita ibaratkan dengan “raja
hutan=penguasa hutan). Artinya setiap pribadi yang mau mendapatkan damai
datang dan hiduplah dengan raja damai. Biarkan Raja damai itu tinggal
dan berkarya dalam hidup kita sehingga damai itu menjadi milik kita.
Jangan cari damai di luar Dia, kita tidak akan menemukannya karena
Dialah raja damai (pemilik damai ) itu. Raja Damai berarti juga raja
syalom yang artinya raja kemakmuran, ketentraman dan kesejahteraan.
Damai yang di terjemahkan dari kata Syalom berarti sejahtera lahir dan
bathin
Ke-4 nama yang dimiliki oleh Mesias ini adalah sumber sukacita kita
dalam perayaan Natal tahun ini. Melalui kedatangannya yang penuh kuasa,
memberikan sukacita dan damai karena Dia memberikan “pembebasan” dari
sakit penyakit melalui kuasa penyembuhannya, memberi makan bagi yang
lapar, memberi air bagi yang haus, bahkan meberikan kehidupan melalui
kuasa kebangkitan-Nya. Inilah yang disebut dengan kabar baik, kabar
sukacita yang akan melepaskan manusia dari belenggu ketakutan,
melindungi manusia dari bayang-bayang kematian,n yang merenggut/merampas
rasa damai dalam kehidupan manusia. Dia yang akan melenyapkan dan
menghancurkan kuasa setan permpok kedamaian itu.
Saudara yang terkasih dalam Yesus sejenak kalau kita renungkan kehidupan
kita di zaman ini, mungkin kita juga mendambakan “Damai” dalam
kehidupan kita, tapi sering kali Damai itu seperti jinak-jinak merpati,
seakan-akan dekat tetapi tidak bisa di tangkap. Jangankan kehidupan kita
sebagai kaum “awam” (rakyat biasa). Para pemimpin negeri ini , juga
sering mengeluh sangat menyedihkan dalam masmedia-masmedia, muncul
istilah pemimpin cengeng, pemimpin yng suka curhat. Tapi yang mau kami
katakan adalah pemimpin negeri ini yang nb: intelektual dilengkapi
oleh pasilitas yang tidak terbatas saja masih mengeluh, apa lagi rakyat
biasa yang minim pengetahuan dan hampir tidak punya fasilitas kehidupan,
yah tidak bisa di bayangkan lagi. Ini sebuah gambaran bahwa “sungguh
tidak ada lagi damai” dalam hidup ini. Sungguh negeri ini membutuhkan
seorang raja damai “seorang Super Hero, yang dapat meneyelamatkan
memberikan kedamain kepada kita yaitu Yesus Kristus sang Mesias
Tema natal kita tahun ini, menurut kami adalah sebuah “doa” atas
kerinduan hadirnya raja damai, di tengah damai itu hampir musnah.
Walaupun sebenarnya tidak pun kita undang Dia sudah hadir, Dia berdiri
di pintu gerbang hati kita, mengetuk pintu hati kita. Marilah kita buka
agar Raja Damai itu masuk dan memerintah di hati kita.
Melalui natal tahun ini, kehadiran Raja Damai, menjadikan kita
titsan-titisan raja damai. Kita adalah anak-anak Raja damai, yang
bertanggung jawab membawa damai di tengah keluarga dan gereja, dan yang
lebih penting lagi di tengah lingkungan kita sebagai wujud (buah)
“Peningkatan Solidaritas Eksternal” yang telah kita gumuli sepanjang
tahun ini dan menyongsong dan menyukseskan Tahun Peningkatan Kwantitas
Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas di tahun 2014. Karena gereja yang
diharapkan oleh Tuhan adalah seperti “buah anggur” yang berkualitas,
meliputi 3 B, yaitu Banyak, Besar dan Baik. Karena logikanya hasil
perkebunan itu dapat mengangkat kehidupan pemiliknya, jika ke-3 B itu
terpenuhi. Besar, Baik tapi kalau Cuma 2 mau di bawa kemana. Banyak,
Baik, tapi kalau kecil tidak punya nilai jual. Banyak, Besar tapi kalau
busuk penuh ulat, siapa yang mau makan ? Melalui Perayaan Natal tahun
ini mari kita perjuangkan perdamaian-perdamain dalam hidup, sehingga
gereja kita menjadi akan 3B.
Firman Tuhan : Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Mat.5:9)
Jadilah duta-duta perdamaian, biarlah damai itu bergulung-gulung seperti
ombak di laut, seperti air mengalir tidak pernah kering.
Selamat Natal
Tuhan Yesus Memberkati.