[Lukas
12:40-46]
|
N
|
aik kelas. Dapat promosi jabatan baru. Naik pangkat.
Setidaknya tiga jenis ‘kenaikan’ ini membuat hati bersukacita. Kecuali satu,
yaitu ‘harga barang naik di pasar’, Wah, gelisahnya minta ampun; walau gaji
baru saja dinaikkan. Alhasil semua orang punya gerutu yang sama, yaitu ‘dewasa
ini semuanya naik terus, tidak turun-turun, dan yang turun hanya hujan’.
Masih melanjutkan renungan kita di
hari kemarin, satu hal menarik yang muncul dalam teks kita hari ini ialah,
ketika hamba itu kedapatan siap sedia, kepadanya diberi tanggungjawab yang
lebih besar, yaitu ‘menjadi pengawas segala milik tuannya’ [ay.44], jadi dari
dalam rumah sampai di ladang dan ternak, serta apa pun yang dimiliki tuannya
itu. Wah, hebat benar hamba itu.
Nilai yang kita petik dari situ
adalah kesetiaan dalam melayani membangun dimensi saling percaya di antara
hamba dengan tuannya. Hamba itu percaya bahwa tuannya akan kembali ke rumahnya,
dan tuannya itu percaya hamba itu selalu menjaga rumahnya dengan baik, dan siap
melayani kapan pun tuan itu datang/pulang ke rumahnya. Jadi hal ‘naik kelas’
adalah buah dari rasa saling percaya di antara hamba itu dengan tuannya.
Dengan demikian, melalui
pekan-pekan Adventus ini kita belajar untuk memahami bahwa, kesediaan kita
melayani, membentuk rasa percaya kita yang sungguh kepada TUHAN. Rasa percaya
tidak bisa tumbuh jika kita pasif dengan iman kita. TUHAN memberi kepada kita
hikmat, supaya kita percaya bahwa IA tidak sekedar memberi kita satu pekerjaan
dan dari pekerjaan itu kita tidak mengalami perubahan. Sebaliknya dengan
memberi pekerjaan, walau kecil bentuk dan nilainya, asal kita tekun bekerja dan
melayani, ada perubahan besar yang tentu diberi TUHAN kepada kita. Dan
kesungguhan kita melayani menjadi jaminan bahwa, kita akan bertumbuh,
berkembang, menghasilkan buah dan mendapat banyak berkat.