Jumat, 20 Desember 2013

Lakukanlah Keadilan

[Yeremia 22:1-3]
S
uatu pagi, seorang anak bangun dari tidurnya. Ia mendapat pesan di secarik kertas yang bertuliskan: ‘sarapan ada di meja. Uang jajan di tempat biasa. Kunci pintu nanti ditaruh di bawah keset kaki.” Rupanya hal itu sudah rutin ia dapati setiap pagi, karena kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya.
Suatu hari, ketika orang tuanya pulang dari kerja. Anak mereka tidak ada di rumah. Pesan serupa terus ditinggalkan. Dan selama seminggu, hal itu terus terjadi. Sang anak tidak di rumah, tetapi orang tua tetap menuliskan pesan tersebut kepada anak mereka.
Tiba-tiba, mereka mendapat telepon yang mengatakan bahwa anak mereka sedang di rumah tahanan kepolisian karena ditangkap mengadakan pesta narkotika. Kedua suami isteri itu bergegas menuju kantor polisi. Setiba di sana, mereka hanya bisa saling menatap. Dan si anak itu berkata: ‘papa dan mama sudah membaca pesan saya di atas meja?’
Ternyata sebelum anak itu meninggalkan rumah seminggu lalu, ia menulis pesan di secarik kertas dan diletakkan di meja kerja kedua orang tuanya. Pesannya berisi: ‘sarapan tidak saya makan. Uang jajan tidak saya  ambil. Kunci tidak saya pindahkan. Tetapi saya akan ada di rumah teman dan akan pindah ke rumah tahanan polisi. Jangan jenguk saya. Sebab saya tahu saya salah’.
Cerita itu mau menegaskan bahwa, setiap saat kita mendapat peluang untuk melakukan keadilan kepada anak atau sesama. Peluang itu tidak boleh disia-siakan. Sebab itu, jangan salah memperlakukan anak atau orang tua, atau sesama kita. Perlakukanlah semua orang sesuai dengan harga diri dan martabatnya. Dan bertanggungjawablah atas apa yang menjadi panggilan hidup dan tugas kita. Dengan demikian, kita meninggalkan pesan-pesan hidup yang menguatkan satu sama lain setiap hari.