Jumat, 20 Desember 2013

Percaya Kepada Allah Saja

[Yeremia 22:8-9]
M
inggu Adventus I akan kita akhiri di hari ini. Artinya, renungan kita tentang hidup dan keadilan, kiranya memperkokoh semangat kita untuk memulihkan persekutuan rumah tangga, jemaat dan masyarakat. Adventus I ini berpuncak pada sebuah janji iman bahwa: ‘kita tidak mau terus terpuruk dalam kesalahan dan kealpaan, sekedar menjadi orang baik karena Natal; sekedar berubah karena musim Natal.
Teks kita jika dibaca dalam bentuk yang positif, mengandung pesan bahwa, untuk memperoleh kasih karunia TUHAN yang melimpah, kita harus benar-benar hanya percaya kepada TUHAN dan beribadah pula hanya kepadaNya.
Manusia tidak punya pilihan lain selain beriman kepada TUHAN dan beribadah kepadaNya. Sebab itu, Adventus Natal mengajak kita untuk merenungi bahwa, Natal secara ritual merupakan suatu peristiwa berulang sepanjang tahun. Namun pengulangannya menegaskan bahwa, iman kepada Yesus Kristus adalah sebuah penegasan jati diri keagamaan yang harus semakin transformatif.
Sebab Yesus bukan lagi seorang bayi.  Yesus telah ada di dalam ruang penghayatan kita. AjaranNya sudah harus menjadi kekuatan dalam kita berkarya. Ia telah menjadi bagian dari sekian banyak upaya memulihkan persekutuan rumah tangga. Ia selalu menjadi jawaban atas berbagai hal yang kita doakan. Ia selalu menjadi sandaran tatkala kita mengalami berbagai masalah. Ia selalu menjadi tumpuan untuk melangkah selepas sebuah pengalaman pahit yang kita alami. Dan ia tetap menjadi TUHAN yang hidup dan berkarya di antara kita.
Adventus I Natal ini kiranya semakin mempersiapkan kita untuk dengan iman itu, kita terus bergumul dan mempersiapkan diri untuk tugas-tugas besar yang harus kita jalankan. Sebab Natal adalah masa di mana kita merealisasi agenda damai sejahtera Allah.