Pengkotbah 3:11
===========
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan
kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami
pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
Saat ini jika sebuah pertanyaan diajukan kepada anda: apakah anda
menganggap Tuhan sudah bersikap adil pada anda, apa yang menjadi
jawabannya? Puji Tuhan jika anda menjawab ya. Tapi ada banyak orang yang
menganggap belum, kurang atau bahkan tidak. Seringkali orang berdoa
meminta sesuatu, namun ketika doanya belum dikabulkan, atau tidak
dikabulkan, mereka akan merasa sangat kecewa dan menganggap Tuhan ingkar
janji, pilih kasih dan tidak adil. Seorang teman pernah dengan kecewa
mengatakan bahwa apa yang dijanjikan Yesus dalam Matius 7:7-8 hanyalah
sesuatu yang hanya berlaku bagi orang tertentu, pastinya bukan dia.
Benarkah demikian? Saya yakin sekali tidak demikian. Perasaan seperti
itu bisa muncul apabila kita memandang firman Tuhan hanya secara sepihak
dari kacamata manusia semata. Ketidaksabaran dan pengertian yang sangat
dangkal akan janji Tuhan bisa membuat kita dengan cepat merasa
dikecewakan.
Ayat hari ini berbicara mengenai hal yang sangat penting untuk kita
perhatikan. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia
memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat
menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
(Pengkotbah 3:11). Ini sebuah pesan dari Tuhan agar kita tetap sadar dan
tidak mencoba merasionalisasikan rencana Tuhan hanya secara sepihak
lewat kacamata kita. Tidak tepat apabila kita "memerintah" Tuhan untuk
memberikan segala yang kita inginkan, yang menurut kita terbaik bagi
kita. Padahal Tuhan jelas Maha Tahu, dan Dia berjaMari kita lihat secara
lengkap apa yang dikatakan Yesus dalam Injil Matius di atas. "Mintalah,
maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;
ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang
meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap
orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8). Jika kita
hanya membaca ayat ini saja, maka kita akan mendapatkan pemahaman yang
keliru mengenai janji Tuhan. Ya, benar bahwa Yesus mengatakan bahwa kita
akan menerima apa yang kita minta.nji untuk memberikan segala yang
terbaik kepada kita anak-anakNya. Artinya, Tuhan pasti jauh lebih tahu
mana yang terbaik buat kita masing-masing. Apa yang menurut kita
terbaik, belum tentu terbaik. Tapi Tuhan tahu apa yang terbaik buat
kita. Itu pasti.Dan itulah yang dikatakan Yesus dalam ayat selanjutnya.
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada
anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik
kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (ay 11).
Jika kita hubungkan dengan ayat bacaan hari ini, maka kita akan melihat
gambaran keseluruhan dengan jelas. Tuhan selalu menyediakan segala
sesuatu yang indah pada waktunya. Dia menyediakan segala yang terbaik
bagi kita, bahkan yang tidak kita tahu sekalipun. Kemampuan manusia
terbatas untuk menyadari apa yang terbaik bagi diri kita di masa depan,
namun percayalah pada Tuhan, karena Dia tahu apa yang terbaik bagi kita,
dan telah menyediakannya. Tuhan selalu siap memberikan jawaban yang
tepat sesuai waktuNya, dan itulah yang terbaik. Bahkan ketika Tuhan
tidak memberikan apa yang anda minta, itupun hanya untuk kebaikan kita
sendiri juga. Bapa adalah Allah yang Maha Tahu. Jika orang tua kita pun
tahu memberikan yang terbaik bagi kita, apalagi Bapa di surga. Kita
dipersilahkan meminta pada Tuhan dalam doa-doa kita, tapi jangan
memaksakan kehendak. Ingat bahwa Yesus sendiri mengajarkan demikian:
"...tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
(Lukas 22:42). Serahkan sepenuhnya pada Tuhan. He will give you nothing
but the best.
Percayakan semua pada Tuhan Yang Maha Tahu, Dia telah menyediakan segala
sesuatu indah pada waktunya, haleluya amien, (by nuel - henz)☺̥̲̣̥̣̥
☺̥̲̣̥̣̥ ✽We love JESUS and you, GOD bless you all✽☺̥̲̣̥̣̥
°⌣̊┈̥-̶̯͡ God ϐιєšš γσǚ°⌣̊┈̥-̶̯
Sabtu, 11 Januari 2014
Tahukah Anda Asal Usul Gereja?
A. LATAR BELAKANG
Sebelum Yesus naik ke surga, Ia memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk pergi ke Yerusalem dan menunggu di sana sampai Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka. Dengan kuasa yang diberikan Roh Kudus itu Yesus berjanji akan memperlengkapi murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi, bukan hanya di Yerusalem tapi juga di ke ujung-ujung bumi (Kis. 1:1-11). Janji itu digenapi oleh Kristus dan perintah itu ditaati oleh murid-murid-Nya.
B. PERMULAAN GEREJA
Kata “gereja” atau “jemaat” dalam bahasa Yunani adalah ekklesia; dari
kata kaleo, artinya “aku memanggil/memerintahkan”. Secara umum ekklesia
diartikan sebagai perkumpulan orang-orang. Tetapi dalam konteks
Perjanjian Baru kata ini mengandung arti khusus, yaitu pertemuan
orang-orang Kristen sebagai jemaat untuk menyembah kepada Kristus.Amanat Agung yang diberikan Kristus sebelum kenaikan ke surga (Mat. 28:19-20) betul-betul dengan setia dijalankan oleh murid-murid-Nya. Sebagai hasilnya lahirlah gereja/jemaat baru baik di Yerusalem, Yudea, Samaria dan juga di perbagai tempat di dunia (ujung-ujung dunia).
1. Gereja Di Palestina
a. Gereja pertama lahir di Yerusalem (Kis. 1:8)
b. Petrus dan beberapa murid-murid Tuhan Yesus yang lain membawa Injil ke Yudea (Kis. ps. 1-7).
c. Filipus dan murid-murid yang lain pergi ke Samaria dan sekitarnya (ps. 8).
2. Gereja di luar Palestina
a. Petrus membawa Injil ke Roma.
b. Paulus ke Asia Kecil dan Eropa (Kis. ps. 10-28).
c. Apolos ke Mesir (Kis. ps. 18).
d. Filipus ke Etiopia (Kis. ps. 8).
e. Sebelum tahun 100 M, Injil sudah tersebar ke Siria, Persia, Afrika (Kis. 9).
f. Lalu ke ujung-ujung bumi (Siria, Persia, Gaul, Afrika Utara, Asia & Eropa).
C. PERTUMBUHAN DAN TANTANGAN
Gereja/jemaat yang baru berdiri mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kuasa Roh Kudus
sangat nyata hadir di tengah jemaat. Namun demikian tantangan dan
kesulitan juga mewarnai pertumbuhan jemaat mula-mula itu. Tapi luar
biasa, justru karena keadaan yang sulit itu gereja semakin berkembang.1. Agama Negara
Kaisar Agustus mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Salah satu peraturan yang muncul pada masa pemerintahannya adalah menyembah kepada Kaisar sebagai dewa mereka, walaupun mereka masih diijinkan melakukan penyembahan kepada dewa-dewa/kepercayaan asal mereka sendiri.
Namun demikian ada kekecualian untuk orang-orang Yahudi yang mempunyai agama Yudaisme yang menjunjung tinggi monotheisme, mereka tidak diharuskan untuk menyembah kepada Kaisar. Hal ini terjadi karena mereka takut kalau orang Yahudi memberontak.
Kehadiran agama Kristen saat itu, pada mulanya dianggap sebagai salah satu sekte agama Yudaisme, itu sebabnya orang-orang Kristen pertama tidak diharuskan untuk menyembah kepada Kaisar. Tetapi setelah orang- orang Yahudi secara terbuka memusuhi orang Kristen (puncak peristiwa penyalipan Kristus) barulah pemerintah Romawi melihat kekristenan tidak lagi sebagai sekte Yudaisme tetapi agama baru. Sejak saat itu keharusan menyembah kepada Kaisar pun akhirnya diberlakukan untuk orang-orang Kristen. Kepada mereka yang tidak patuh pada peraturan ini mendapat hukuman dan penganiayaan yang sangat berat.
2. Penganiayaan terhadap orang Kristen.
Salah satu bukti kesetiaan orang Kristen kepada Kristus ditunjukkan dengan secara setia menjalankan pengajaran Alkitab dan menolak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Karena sebab itulah orang-orang Kristen sering harus membayar harga yang mahal demi kepercayaan mereka kepada Kristus, antara lain adalah dengan penganiayaan.
Beberapa penyebab penganiayaan:
a. Karena orang Kristen menolak untuk menyembah Kaisar.
b. Karena orang Kristen dituduh melakukan hal-hal yang menentang kemanusiaan, mis. menolak menjadi tentara, mengajarkan tentang kehancuran dunia, membiarkan perpecahan keluarga, dll.
c. Karena orang Kristen dituduh mempraktekkan immoralitas dan kanibalisme, misalnya melakukan cium kudus, bermabuk-mabukan, dosa inses, makan darah dan daging manusia.
3. Hasil dari penganiayaan.
Memang ada banyak orang Kristen yang mati dalam penganiayaan dan pembunuhan, namun demikian jumlah orang Kristen tidak semakin berkurang malah semakin bertambah banyak.
a. Orang Kristen semakin berani. Sekalipun dianiaya mereka tetap mempertahankan iman mereka (mis. Surat Petrus).
b. Kekristenan semakin menyebar keluar dari Yerusalem, yaitu ke daerah-daerah sekitarnya, dan ke seluruh dunia.
c. Orang-orang Kristen semakin memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat, sehingga mereka betu-betul menjadi saksi yang hidup.
Jumat, 10 Januari 2014
Merdeka Atas Doa
ada suatu kisah tentang seorang pandai besi yang sangat terkenal karena
hasil kerjanya menciptakan berbagai kerajinan dari besi yang hasilnya
sangat bermutu dan disukai banyak orang. Pada suatu saat karena suatu
kesalahannya, si pandai besi ini ditangkap dan dipenjarakan dalam sebuah
ruang bawah tanah dengan posisi kedua kakinya dirantai dengan sangat
kuat.
Sebagai seorang pandai besi, pria itu mencoba untuk memutuskan mata rantai yang mengikat kakinya tersebut, supaya ia dapat bergerak bebas didalam kamar penjara yang kecil dan pengap itu. Si pandai besi terus mencermati rantai yang membelenggunya dan mencari peluang supaya dapat memutuskan mata rantai-rantai yang mengikat kakinya tersebut. Setelah bergumul cukup lama akhirnya harapannya menjadi pupus, karena ia mengenali bahwa rantai yang sedang membelenggunya itu adalah buatan tangannya sendiri. Dahulu si pandai besi sangat bangga karena dapat menciptakan rantai yang tidak dapat diputuskan oleh siapapun, tetapi kini ia sangat menyesal karena rantai yang dibuatnya telah membelenggunya dengan sangat kuat.
# RENUNGAN :
Dosa ibarat rantai yang sangat kuat dalam cerita ilustrasi saya diatas, yang tercipta karena kita mengikuti segala keinginan daging (keinginan hawa nafsu duniawi yang kita ciptakan sendiri). Tangan kita sendirilah yang merajut setiap mata rantai dosa itu selama bertahun-tahun. Tanpa kita sadari, dosa demi dosa telah kita jalin sehingga menjadi untaian rantai yang sangat kuat, yang mengikat sampai kita tidak mampu lagi untuk melepaskan diri dari belenggunya. Kita terperangkap dalam rantai yang kita buat sendiri.
Firman Tuhan dengan sangat jelas mengatakan sekaligus menjelaskan kepada kita semua, tentang sebuah dosa yang diakibatkan oleh kedagingan kita, dan itu tidak berkenan kepada-NYA.
" sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. "
(ROMA 8 : 5-8)
Hidup ini dijalani dengan pilihan, apakah kita mau terus terbelenggu oleh rantai dosa yang sangat kuat atau hidup merdeka dari dosa..?? Hidup orang yang dibelenggu oleh rantai dosa tidak akan pernah merasakan ketenangan, karena DOSA SELALU MENCURI DAN MENGAKIBATKAN HILANGNYA SUKACITA SERTA DAMAI SEJAHTERA DARI DALAM HIDUPNYA. Seseorang yang dibelenggu oleh perseteruan tidak akan pernah merasakan indahnya hidup dalam kedamaian, namun jika ia mengundang Raja Damai yaitu Tuhan Yesus Kristus hadir dalam hidupnya maka ia akan menikmati kedamaian, sukacita, serta damai sejahtera yang sejati.
Seseorang yang diikat oleh pornografi akan terus hidup dalam kenajisan yang menyiksanya, ia tidak akan merdeka sampai memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dalam hidupnya dan berkomitmen untuk hidup kudus dengan pertolongan Kuasa Roh Kudus. Orang yang gila hormat dan kedudukan tidak akan merasa tenang dalam hidupnya, ia akan melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya, tetapi jika ia mau menyerahkan masa depannya kepada Tuhan dan menaruh penuh pengharapan kepada-NYA, maka ia akan menikmati kehidupan yang senantiasa berlimpah kemenangan yang gilang-gemilang. Dan seseorang yang selalu marah-marah, menyimpan dendam, benci, dan mengingat-ingat kesalahan orang lain juga akan merasakan tidak adanya damai sejahtera dalam kehidupannya, namun tatkala ia hidup sesuai dengan Firman Tuhan yang senantiasa menjadi pribadi yang memaafkan, melupakan kesalahan dan murah pengampunan, maka hidupnya akan berubah menjadi seseorang yang penuh Cinta Kasih kepada sesama.
SAHABAT DOA yang terkasih dalam Keluarga Kasih Kristus, tidak ada yang dapat memutuskan belenggu dosa selain dari Tuhan Yesus Kristus yang sudah menang atas dosa. Jadi pilihlah sekarang juga, apakah kita akan hidup merdeka dari dosa, atau kita akan tetap terbelenggu dalam dosa..?? Mari.. Undanglah Yesus untuk masuk ke dalam hati kita dan memerdekakan kehidupan kita dari dosa saat ini juga. Perbaharui hidup kita dalam Kebenaran Firman-NYA, karena hanya ketika kita bersedia berkomitmen hidup didalam Tuhan, kita akan mengalami kemerdekaan sejati yang sesungguhnya dan berlimpah senantiasa didalam setiap kemenangan dalam pergumulan kehidupan. Amin.
" Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. "
(GALATIA 2 : 20)
Selamat menjalani kehidupan yang senantiasa berkemenangan didalam Tuhan dan merdeka atas dosa.
Sebagai seorang pandai besi, pria itu mencoba untuk memutuskan mata rantai yang mengikat kakinya tersebut, supaya ia dapat bergerak bebas didalam kamar penjara yang kecil dan pengap itu. Si pandai besi terus mencermati rantai yang membelenggunya dan mencari peluang supaya dapat memutuskan mata rantai-rantai yang mengikat kakinya tersebut. Setelah bergumul cukup lama akhirnya harapannya menjadi pupus, karena ia mengenali bahwa rantai yang sedang membelenggunya itu adalah buatan tangannya sendiri. Dahulu si pandai besi sangat bangga karena dapat menciptakan rantai yang tidak dapat diputuskan oleh siapapun, tetapi kini ia sangat menyesal karena rantai yang dibuatnya telah membelenggunya dengan sangat kuat.
# RENUNGAN :
Dosa ibarat rantai yang sangat kuat dalam cerita ilustrasi saya diatas, yang tercipta karena kita mengikuti segala keinginan daging (keinginan hawa nafsu duniawi yang kita ciptakan sendiri). Tangan kita sendirilah yang merajut setiap mata rantai dosa itu selama bertahun-tahun. Tanpa kita sadari, dosa demi dosa telah kita jalin sehingga menjadi untaian rantai yang sangat kuat, yang mengikat sampai kita tidak mampu lagi untuk melepaskan diri dari belenggunya. Kita terperangkap dalam rantai yang kita buat sendiri.
Firman Tuhan dengan sangat jelas mengatakan sekaligus menjelaskan kepada kita semua, tentang sebuah dosa yang diakibatkan oleh kedagingan kita, dan itu tidak berkenan kepada-NYA.
" sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. "
(ROMA 8 : 5-8)
Hidup ini dijalani dengan pilihan, apakah kita mau terus terbelenggu oleh rantai dosa yang sangat kuat atau hidup merdeka dari dosa..?? Hidup orang yang dibelenggu oleh rantai dosa tidak akan pernah merasakan ketenangan, karena DOSA SELALU MENCURI DAN MENGAKIBATKAN HILANGNYA SUKACITA SERTA DAMAI SEJAHTERA DARI DALAM HIDUPNYA. Seseorang yang dibelenggu oleh perseteruan tidak akan pernah merasakan indahnya hidup dalam kedamaian, namun jika ia mengundang Raja Damai yaitu Tuhan Yesus Kristus hadir dalam hidupnya maka ia akan menikmati kedamaian, sukacita, serta damai sejahtera yang sejati.
Seseorang yang diikat oleh pornografi akan terus hidup dalam kenajisan yang menyiksanya, ia tidak akan merdeka sampai memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dalam hidupnya dan berkomitmen untuk hidup kudus dengan pertolongan Kuasa Roh Kudus. Orang yang gila hormat dan kedudukan tidak akan merasa tenang dalam hidupnya, ia akan melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya, tetapi jika ia mau menyerahkan masa depannya kepada Tuhan dan menaruh penuh pengharapan kepada-NYA, maka ia akan menikmati kehidupan yang senantiasa berlimpah kemenangan yang gilang-gemilang. Dan seseorang yang selalu marah-marah, menyimpan dendam, benci, dan mengingat-ingat kesalahan orang lain juga akan merasakan tidak adanya damai sejahtera dalam kehidupannya, namun tatkala ia hidup sesuai dengan Firman Tuhan yang senantiasa menjadi pribadi yang memaafkan, melupakan kesalahan dan murah pengampunan, maka hidupnya akan berubah menjadi seseorang yang penuh Cinta Kasih kepada sesama.
SAHABAT DOA yang terkasih dalam Keluarga Kasih Kristus, tidak ada yang dapat memutuskan belenggu dosa selain dari Tuhan Yesus Kristus yang sudah menang atas dosa. Jadi pilihlah sekarang juga, apakah kita akan hidup merdeka dari dosa, atau kita akan tetap terbelenggu dalam dosa..?? Mari.. Undanglah Yesus untuk masuk ke dalam hati kita dan memerdekakan kehidupan kita dari dosa saat ini juga. Perbaharui hidup kita dalam Kebenaran Firman-NYA, karena hanya ketika kita bersedia berkomitmen hidup didalam Tuhan, kita akan mengalami kemerdekaan sejati yang sesungguhnya dan berlimpah senantiasa didalam setiap kemenangan dalam pergumulan kehidupan. Amin.
" Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. "
(GALATIA 2 : 20)
Selamat menjalani kehidupan yang senantiasa berkemenangan didalam Tuhan dan merdeka atas dosa.
Kisah Kitab Wahyu
Kitab Wahyu
TujuanSupaya orang-orang Kristen mengerti ajaran-ajaran yang ada dalam Kitab Wahyu, sehingga mereka melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pendahuluan
| Penulis | : | Rasul Yohanes. |
| Tahun | : | Sekitar tahun 95-96 sesudah Masehi. |
| Penerima | : | Ketujuh jemaat di Asia Kecil (tetapi juga semua jemaat Yesus Kristus di seluruh dunia). |
| Isi Kitab | : | Kitab Wahyu ini terdiri dari 22 pasal. Di dalam Kitab ini ; kita dapat melihat dengan jelas apa yang diwahyukan Allah kepadanya tentang apa yang terjadi sekarang; dan apa yang akan terjadi kemudian atas seluruh umat manusia. |
Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Wahyu
Pasal 1 (Wahy 1:9-12 (TB)). Pengajaran tentang apa yang telah dilihat oleh Rasul Yohanes
Bagian ini menceritakan tentang rahasia ketujuh bintang dan ketujuh kaki dian emas. (Wahy 1:17-20 (TB)).
Pasal 2-3 (Wahy 2:1-3:22 (TB)). Pengajaran tentang apa yang terjadi sekarang
Bagian ini berisi pesan kepada ketujuh jemaat. Ketujuh jemaat ini menggambarkan keadaan jemaat Kristen di seluruh dunia.
Pasal 4-22 (Wahy 4:1-22:21 (TB)). Pengajaran tentang apa yang terjadi di masa depan
Bagian ini berisikan tentang masa depan yang terjadi di dunia, yaitu siksaan besar bagi isi dunia. Setelah malapetaka itu terjadi, Yesus Kristus datang untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun, dan sesudahnya Iblis dan pengikutnya dihancurkan akhirnya, dunia dan langit ini akan dijadikan baru. Puncak dari isi Kitab Wahyu ini adalah berita dan janji tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
_Pendalaman_
Kalau kenyataan akhir dunia ini sudah jelas, yaitu kedatangan kedua kali dari Yesus Kristus ke dunia ini, dengan membawa kemenangan, maka apakah yang akan saudara lakukan dalam penderitaan hidup sebagai orang Kristen ? Setia ? Ataukah mundur ?
Kalau orang-orang kudus akan diberkati saudara yang ada di dalam kekudusan dan kemenangan Kristuslah yang diberkati. Saudara sekarang berada di pihak yang mana ?
Jodoh Kristen
Menemukan jodoh memang bukan perkara mudah. Banyak orang bilang, "jodoh itu
susah-susah gampang", *tetapi kita selaku orang beriman tetap harus berpengharapan bahwa Tuhan pasti memberi kan pasangan hidup kepada kita*.
Melalui birojodoh kristen kami mencoba *memfasilitasi usaha menemukan jodoh*.
Kami berharap setiap anggota biro jodohkristen dapat saling berkenalan, berteman, bersahabat, berpacaran dan akhirnya dapat memasuki dunia pernikahan. Dari kisah Eliezer menemukan Ribka bagi Ishak (Keja dian 24),
Demikian pula Birojodoh Kristen berusaha memposisi kan diri seperti Eliezer.
*"Eliezer modern"* itulah anggapan kami.
Dari kisah Eliezer didalam Kejadian 24, hal-hal yang perlu diperhati kan dalam mencari jodoh adalah 1.*Carilah ditempat yang tepat* (Kej24:4), 2.*Minta Pertolongan Tuhan* (Kej 24:12),
3.*Jangan mendasarkan keputusan semata-mata mengikuti satu "tanda"* (Kel 24:12) dan
4. *Minta pertimbangan orang lain*. (Kel 24:51,58-61)
Tempat yang tepat adalah bisa menjadi sebuah awal pencarian jodoh yang baik,
diantaranya adalah bisa melalui biro jodoh. Begitu banyak biro jodoh yang ada selama ini tetapi kami berusaha untuk menjadi biro jodoh yang bernilai Kristiani.
Setiap anggota akan men dapatkan pembinaan-pembinaan yang dapat membuka wawasan tentang perjodohan baik melalui artikel, renungan harian, weekend anggota, retreat dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tidak malu dan tidak menjaga image itulah yang kami harapkan dari setiap anggota.
Yang terpenting adalah bahwa setiap anggota *harus jujur dan memiliki jiwa yang terbuka bagi setiap kesempatan yang Tuhan berikan melalui situs jodohkristen. Tuhan Memberkati.
susah-susah gampang", *tetapi kita selaku orang beriman tetap harus berpengharapan bahwa Tuhan pasti memberi kan pasangan hidup kepada kita*.
Melalui birojodoh kristen kami mencoba *memfasilitasi usaha menemukan jodoh*.
Kami berharap setiap anggota biro jodohkristen dapat saling berkenalan, berteman, bersahabat, berpacaran dan akhirnya dapat memasuki dunia pernikahan. Dari kisah Eliezer menemukan Ribka bagi Ishak (Keja dian 24),
Demikian pula Birojodoh Kristen berusaha memposisi kan diri seperti Eliezer.
*"Eliezer modern"* itulah anggapan kami.
Dari kisah Eliezer didalam Kejadian 24, hal-hal yang perlu diperhati kan dalam mencari jodoh adalah 1.*Carilah ditempat yang tepat* (Kej24:4), 2.*Minta Pertolongan Tuhan* (Kej 24:12),
3.*Jangan mendasarkan keputusan semata-mata mengikuti satu "tanda"* (Kel 24:12) dan
4. *Minta pertimbangan orang lain*. (Kel 24:51,58-61)
Tempat yang tepat adalah bisa menjadi sebuah awal pencarian jodoh yang baik,
diantaranya adalah bisa melalui biro jodoh. Begitu banyak biro jodoh yang ada selama ini tetapi kami berusaha untuk menjadi biro jodoh yang bernilai Kristiani.
Setiap anggota akan men dapatkan pembinaan-pembinaan yang dapat membuka wawasan tentang perjodohan baik melalui artikel, renungan harian, weekend anggota, retreat dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tidak malu dan tidak menjaga image itulah yang kami harapkan dari setiap anggota.
Yang terpenting adalah bahwa setiap anggota *harus jujur dan memiliki jiwa yang terbuka bagi setiap kesempatan yang Tuhan berikan melalui situs jodohkristen. Tuhan Memberkati.
Kamis, 09 Januari 2014
1 Timotius 5:3 “Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.” pengemis orchard roadBerikut ini adalah kisah nyata dari negeri tetangga Singapura yang ditunjukan oleh Mantan PM Singapore Lee Kwan Yew Suatu ketika seorang pengusaha sukses yang memiliki bisnis yang maju mengundurkan diri ketika sang istri meninggal dunia, Maka dia pun berjuang untuk mendidik anaknya dengan memberikan pendidikan yang terbaik dikotany hingga pada akhirnya sang anak bisa hidup mandiri dan menjadi seorang sarjana Ketika sang anak menikah, Si ayah yang tidak lain adalah pengusaha sukses tadi memberikan ijin kepada anak tunggalnya untuk tinggal diapartemen miliknya, terbayanglah difikirannya, kehidupannya akan dipenuhi dengan senyum dan tawa kebagiaan dari anaknya, menantunya dan cucu-cucunya, karena itu sang ayah mewariskan seluruh hartanya kepada anak tunggalnya melalui notaris kepercayaannya. Hingga pada suatu waktu terjadilah pertengkaran antara dia dan anaknya yang membuat sang ayah terusir dari rumahnya sendiri, sang ayah tidak bisa berbuat apa2 karena rumah miliknya dan segala kekayaannya telah diwariskan oleh putra satu-satunya. Sang ayah yang malang itu pun tidak memiliki apa-apa lagi . Karena usianya yang sudah lanjut dan tidak memungkinkannya untuk berkerja dia terpaksa menjadi pengemis di Orchard Rd. Suatu hari, tanpa disengaja teman bisnisnya yang dulu memberikan sedekah, alangkah terkejutnya rekan bisnisnya dia langsung menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, rekan bisnisnya itu tetap yakin kalau yang menjadi pengemis tua di Orchard Rd itu adalah mantan rekan bisnisnya yang paling sukses dahulu Maka Dia mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu. Berita kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya itu akhirnya terdengar ke telinga Lee Kwan Yew yang waktu itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri Singapore PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan ”Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian” . Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya. Setelah peristiwa tersebut dan sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga agar kejadian serupa tidak terulang lagi, PM Lee mengeluarkan Kebijakan Dekrit yaitu “Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian,agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri. selama 1 tahun bekerja. PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang bijak khususnya buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya. Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya. Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya. kita semua seolah-olah diberikan pelajaran berharga dari PM Lee bahwa kita harus berbakti kepada orang tua, apapun kondisinya kita juga diajarkan agar selalu mengenang saat kita masih balita, orangtua kita yang membersihkan tubuh kita semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan orang tua kita sendiri, dan menggendong kita walalau kita menangis dini hari orang tua kita juga yang sabar merawat kita ketika sakit. Artikel ini diakses melalui kata kunci: anak yang tidak berbakti di singapura, kisah nyata pm singapura Lie kwan yow, lee kuan yew kesaksian istri meninggali, lee kuan yew orang tua, lee kuan yew PM singapura vs orchad road, nenek lee kuan yew orang pontianak, orang tua singapore, pm lee kuan yew orang tua anak menantu, pm org tua, kisah nyata pm singapore lee kwan, , Related Post to Berbakti Kepada Orang Tua Ala Ex PM Singapore Lee Kwan yew
Di dalam diri manusia terdapat kecenderungan :
* Merasa & menganggap dirinya pandai atau hebat.
* Merasa & menganggap dirinya lebih pandai atau lebih hebat drpd orang lain.
* Sebagian orang bhkan merasa bhw dirinya “paling pandai” atau “paling hebat”.
Karena itu, bnyk orang yang mengejar predikat menjadi manusia “yg super pandai & hebat”.
Kecenderungan seperti itu bermula dari kebutuhan manusiawi untuk diakui dan diterima keberadaannya oleh sesamanya. Hanya bila kebutuhan manusiawi itu terlalu kuat mendominasi seseorang, maka itu akan berkembang menjadi hasrat untuk DIAKUI sebagai orang yang lebih pintar dan lebih hebat dari orang lain.
Sebagai orang yang beriman Kristen, Firman Tuhan telah mengajarkan dan membimbing kita bukan untuk menjadi orang yang terhebat atau terbesar.
“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:26-28).
Pengajaran Firman Tuhan tsb disampaikan dlm kondisi para murid bertengkar untuk memperbutkan siapa yang akan menjadi terbesar diantara mereka.
Daripada berkonsentrasi untuk memperoleh pengakuan manusia sbg orang yang “terpandai atau terhebat”, Tuhan lebih menghendaki hidup kita berfokus untuk MENGHASILKAN BUAH BAGI KEMULIAAN NAMA TUHAN.
“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:8).
Sekalipun seseorang itu lbh pandai & lebih hebat drpd orang lain, tetapi jika ia tdk menghasilkan buah-buah kebaikan, buah kasih, maupun BUAH ROH (Galatia 5:22-23), ia bagaikan sebuah ranting yg tdk berbuah dan akan dicampakkan ke dalam api untuk dibakar. (Yoh 15:6).
Seorang hamba yang menerima satu talenta, tetapi karena malas sehingga tidak mengembangkan talenta yg dipercayakan tuannya, ia pun menerima hukuman & dicampakkan ke dalam tempat gelap yg mengerikan (“Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.", Matius 25:30).
Dalam pengajaranNya melalui perumpamaan, Firman Tuhan menyatakan bhw sebuah pohon ara yang tdk menghasilkan buah, juga akan ditebang dan dibakar (Lukas 13:6-9).
Jadi, marilah kita, selaku umat Tuhan, tdk lagi berkonsentrasi untuk mengejar status sbg orang super pintar & hebat, sebab yang sangat penting di dalam Kerajaan Allah & bagi Tuhan adalah: HIDUP KITA BERBUAH LEBAT bagi kemuliaan nama Tuhan.
MARILAH KITA BERFOKUS UNTUK MENGHASILKAN BUAH ROH SETIAP HARI, KARENA ITULAH CIRI ORANG YANG DIPIMPIN ROH KUDUS:
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23)
WeLove Jesus & you. God bless you all.
* Merasa & menganggap dirinya pandai atau hebat.
* Merasa & menganggap dirinya lebih pandai atau lebih hebat drpd orang lain.
* Sebagian orang bhkan merasa bhw dirinya “paling pandai” atau “paling hebat”.
Karena itu, bnyk orang yang mengejar predikat menjadi manusia “yg super pandai & hebat”.
Kecenderungan seperti itu bermula dari kebutuhan manusiawi untuk diakui dan diterima keberadaannya oleh sesamanya. Hanya bila kebutuhan manusiawi itu terlalu kuat mendominasi seseorang, maka itu akan berkembang menjadi hasrat untuk DIAKUI sebagai orang yang lebih pintar dan lebih hebat dari orang lain.
Sebagai orang yang beriman Kristen, Firman Tuhan telah mengajarkan dan membimbing kita bukan untuk menjadi orang yang terhebat atau terbesar.
“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:26-28).
Pengajaran Firman Tuhan tsb disampaikan dlm kondisi para murid bertengkar untuk memperbutkan siapa yang akan menjadi terbesar diantara mereka.
Daripada berkonsentrasi untuk memperoleh pengakuan manusia sbg orang yang “terpandai atau terhebat”, Tuhan lebih menghendaki hidup kita berfokus untuk MENGHASILKAN BUAH BAGI KEMULIAAN NAMA TUHAN.
“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:8).
Sekalipun seseorang itu lbh pandai & lebih hebat drpd orang lain, tetapi jika ia tdk menghasilkan buah-buah kebaikan, buah kasih, maupun BUAH ROH (Galatia 5:22-23), ia bagaikan sebuah ranting yg tdk berbuah dan akan dicampakkan ke dalam api untuk dibakar. (Yoh 15:6).
Seorang hamba yang menerima satu talenta, tetapi karena malas sehingga tidak mengembangkan talenta yg dipercayakan tuannya, ia pun menerima hukuman & dicampakkan ke dalam tempat gelap yg mengerikan (“Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.", Matius 25:30).
Dalam pengajaranNya melalui perumpamaan, Firman Tuhan menyatakan bhw sebuah pohon ara yang tdk menghasilkan buah, juga akan ditebang dan dibakar (Lukas 13:6-9).
Jadi, marilah kita, selaku umat Tuhan, tdk lagi berkonsentrasi untuk mengejar status sbg orang super pintar & hebat, sebab yang sangat penting di dalam Kerajaan Allah & bagi Tuhan adalah: HIDUP KITA BERBUAH LEBAT bagi kemuliaan nama Tuhan.
MARILAH KITA BERFOKUS UNTUK MENGHASILKAN BUAH ROH SETIAP HARI, KARENA ITULAH CIRI ORANG YANG DIPIMPIN ROH KUDUS:
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23)
WeLove Jesus & you. God bless you all.
Berbakti Kepada Orang Tua Ala Ex PM Singapore Lee Kwan yew
1 Timotius 5:3
“Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya
mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri
dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang
berkenan kepada Allah.”Suatu ketika seorang pengusaha sukses yang memiliki bisnis yang maju mengundurkan diri ketika sang istri meninggal dunia, Maka dia pun berjuang untuk mendidik anaknya dengan memberikan pendidikan yang terbaik dikotany hingga pada akhirnya sang anak bisa hidup mandiri dan menjadi seorang sarjana
Ketika sang anak menikah, Si ayah yang
tidak lain adalah pengusaha sukses tadi memberikan ijin kepada anak
tunggalnya untuk tinggal diapartemen miliknya, terbayanglah
difikirannya, kehidupannya akan dipenuhi dengan senyum dan tawa
kebagiaan dari anaknya, menantunya dan cucu-cucunya, karena itu sang
ayah mewariskan seluruh hartanya kepada anak tunggalnya melalui notaris
kepercayaannya.
Hingga pada suatu waktu terjadilah
pertengkaran antara dia dan anaknya yang membuat sang ayah terusir dari
rumahnya sendiri, sang ayah tidak bisa berbuat apa2 karena rumah
miliknya dan segala kekayaannya telah diwariskan oleh putra
satu-satunya. Sang ayah yang malang itu pun tidak memiliki apa-apa lagi .
Karena usianya yang sudah lanjut dan tidak memungkinkannya untuk berkerja dia terpaksa menjadi pengemis di Orchard Rd.
Suatu hari, tanpa disengaja teman
bisnisnya yang dulu memberikan sedekah, alangkah terkejutnya rekan
bisnisnya dia langsung menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya
dulu. Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah
orang, katanya.
Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak
ada kabar beritanya. Kemudian, rekan bisnisnya itu tetap yakin kalau
yang menjadi pengemis tua di Orchard Rd itu adalah mantan rekan
bisnisnya yang paling sukses dahulu
Maka Dia mengabarkan hal ini kepada
teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi
orang tersebut. Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis
tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya.
Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana
merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.
Berita kedurhakaan seorang anak kepada
orang tuanya itu akhirnya terdengar ke telinga Lee Kwan Yew yang waktu
itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri Singapore
PM Lee sangat marah dan langsung
memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan
dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan ”Sungguh sangat
memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian” .
Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan
saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan
yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh
PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut
kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu
dilarang masuk ke Apartment ayahnya.
Setelah peristiwa tersebut dan sebagai
orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para
lanjut usia (lansia). Sehingga agar kejadian serupa tidak terulang lagi,
PM Lee mengeluarkan Kebijakan Dekrit yaitu “Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal.
Kemudian,agar para
lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia
buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar
para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai
penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada
cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri. selama 1 tahun bekerja.
PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang bijak khususnya buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan
hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai
orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Anak di sana dididik menjadi bijak dan
terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun
kondisi orangtuanya. Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk
atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat
tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
kita semua seolah-olah diberikan
pelajaran berharga dari PM Lee bahwa kita harus berbakti kepada orang
tua, apapun kondisinya kita juga diajarkan agar selalu mengenang saat
kita masih balita, orangtua kita yang membersihkan tubuh kita semua
bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan
tangan orang tua kita sendiri, dan menggendong kita walalau kita
menangis dini hari orang tua kita juga yang sabar merawat kita ketika
sakit.
Di Balik Penderitaan Kita Ada Pengharapan Kekakal
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah
bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa
kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:3-5
Rasul Paulus telah memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi kita melalui kehidupan yang dilaluinya. Secara manusia dia lebih banyak melalui penderitaan setelah dia menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya dibanding ketika dia belum mengenal Kristus. Segala kebanggaan dan kebesaran di masa lalunya justru hanya dianggap sebagai sampah yang tidak berarti. Tetapi penderitaan yang dialaminya membuat dia bangga atas apa yang dijalaninya.
Kesengsaraan – Suffering
Begitu banyak kesengsaraan yang Paulus lalui ketika mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Dia menerima begitu banyak penolakan dari pengkabaran Injil yang dilakukannya. Dia menerima ancaman, aniaya, siksaan, musibah, dipenjara dan masih banyak penderitaan lainnya (2 Korintus 11:23-27).
“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” 2 Korintus 4:8-9
Tetapi apa yang Paulus lalui itu tidak membuat dia berhenti melakukan pekerjaannya. Ada kekuatan yang senantiasa membuat dia terus maju untuk melakukan pekerjaanya. Dia tahu bahwa dia akan menerima sesuatu yang sangat mulia atas apa yang dia lakukan pada saat itu. Bahkan Paulus berkata bahwa kita harus bermegah dalam kesengsaraan yang kita alami. Mengapa demikian?
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:16-17
Paulus tahu bahwa dia akan menerima kemuliaan kekal yang jauh melebihi segala yang telah dia alami, miliki, dan dia lalui saat itu. Tidak ada yang lebih indah selain menerima kemuliaan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah yang membuat Paulus justru berbangga atas kesengsaraan yang dia alami.
.
Ketekunan – Perseverance
Kata “perseverance” berarti menanggung masa kesusahan dengan kesabaran dan ketahanan. Masa-masa susah yang dialami Rasul Paulus tidak hanya dialami dalam waktu sebentar saja. Bahkan menjelang akhir hidupnya Paulus hidup di penjara. Tetapi dia menanggung segala kesusahan itu dengan kesabaran. Bahkan Paulus juga menulis surat dari penjara kepada jemaat yang dia layani. Melalui surat itu dia tetap memberikan penghiburan, kekuatan dan doanya kepada mereka.
Memang tidak mudah menanggung masa-masa sulit yang sedang kita alami. Bahkan kita tidak pernah tahu seberapa lama hal itu akan kita alami. Tetapi ketika kita menjalaninya dengan tekun, dan menjalaninya dengan sikap hati yang tetap bersukacita dan memuji-muji Allah, maka kita akan tetap dapat bertahan menghadapi berbagai hal sulit apapun yang menimpa hidup kita.
“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” Kolose 1:9-12
Biarlah kita tetap mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa di surga, karena kesengsaraan yang kita alami akan membuat kita senantiasa tekun beribadah kepadaNya.
.
Tahan Uji – Character
“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” 1 Korintus 3:12-14
Rasul Paulus memberikan penjelasan kepada kita bahwa kehidupan kita ini bagaikan membangun sebuah bangunan. Kita dapat membangunnya dengan berbagai macam bahan, baik dari bahan yang sederhana hingga bahan yang kuat dan indah.
Bangunan yang sederhana akan mudah sekali hancur terbakar oleh api. Sedangkan bangunan yang terbuat dari bahan yang kuat akan lebih bertahan atas panasnya api.
Apa yang kita lakukan dalam kehidupan ini juga akan diuji oleh panasnya api, yaitu melalui berbagai macam penderitaan yang kita alami. Ketika kita membangun kehidupan kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, maka hidup kita akan tahan atas panasnya api yang membakar.
Kasih, sukacita, ucapan syukur, rendah hati dan segala hal yang Kristus ajarkan merupakan dasar yang kuat bagi hidup kita dalam menghadapi berbagai macam kesengsaraan. Kita akan bertahan dalam segala ujian yang kita hadapi. Karakter yang kuat akan muncul dari kehidupan kita.
Dengan dasar yang kuat, maka semakin berat penderitaan yang kita alami justru akan membuat kita semakin memancarkan terang kasih Kristus melalui kehidupan kita. Oleh karena itu, marilah kita membangun hidup kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, agar karakter kita dapat terbentuk dengan sempurna melalui berbagai macam kesusahan dan penderitaan.
.
Pengharapan – Hope
“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Roma 8:24
Rasul Paulus memberikan pengertian bahwa pengharapan yang kita lakukan bukanlah pengharapan karena kita telah melihat dan mengetahui bahwa kita akan menerima sesuatu. Tetapi pengharapan adalah penantian atas hal-hal yang belum pernah kita lihat.
Melalui berbagai ujian penderitaan dalam hidup kita, sehingga karakter Kristus terbentuk kuat dalam hidup kita, maka kita akan dapat memiliki pengharapan seperti yang dimaksud oleh Paulus. Kita akan tahu bahwa pengharapan itu tidak akan mengecewakan hidup kita, karena kasih Allah-lah yang menimbulkan pengharapan itu dalam hati kita.
“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:5
Berharap kepada manusia akan membawa kita kepada kekecewaan. Seberapa banyak kita berharap dari manusia, kekuatan sendiri, pekerjaan, bisnis dan apa yang kita lakukan, dan kita malah mendapatkan kekecewaan?
Pengharapan kepada Allah tidak akan mengecewakan, tetapi justru akan memberi kekuatan bagi kita dalam menjalani setiap ujian kehidupan yang ada.
Kita dapat melihat betapa Abraham tetap berharap akan janji Tuhan, yaitu membuat keturunannya seperti debu tanah banyaknya dan seperti bintang-bintang di langit jumlahnya, walaupun dia belum memiliki anak pada saat umurnya seratus tahun.
Pengharapan yang kuat timbul dalam hati Abraham, karena dia telah memiliki karakter yang kuat di dalam Tuhan. Pengharapan itu benar-benar tidak mengecewakan hidupnya. Melalui anak dari darah dagingnya sendiri, yaitu Ishak, Tuhan membuat satu bangsa yang kuat yang pernah ada di muka bumi ini.
Marilah kita tetap memiliki pengharapan yang kuat kepada Kristus Yesus, supaya kita dapat memperoleh apa yang kita harapkan tepat pada waktu yang Tuhan nyatakan. Segala puji dan hormat dan kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus, Tuhan Allah kita. Haleluya!
.
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” 2 Korintus 4:18
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:3-5
Rasul Paulus telah memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi kita melalui kehidupan yang dilaluinya. Secara manusia dia lebih banyak melalui penderitaan setelah dia menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya dibanding ketika dia belum mengenal Kristus. Segala kebanggaan dan kebesaran di masa lalunya justru hanya dianggap sebagai sampah yang tidak berarti. Tetapi penderitaan yang dialaminya membuat dia bangga atas apa yang dijalaninya.
Kesengsaraan – Suffering
Begitu banyak kesengsaraan yang Paulus lalui ketika mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Dia menerima begitu banyak penolakan dari pengkabaran Injil yang dilakukannya. Dia menerima ancaman, aniaya, siksaan, musibah, dipenjara dan masih banyak penderitaan lainnya (2 Korintus 11:23-27).
“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” 2 Korintus 4:8-9
Tetapi apa yang Paulus lalui itu tidak membuat dia berhenti melakukan pekerjaannya. Ada kekuatan yang senantiasa membuat dia terus maju untuk melakukan pekerjaanya. Dia tahu bahwa dia akan menerima sesuatu yang sangat mulia atas apa yang dia lakukan pada saat itu. Bahkan Paulus berkata bahwa kita harus bermegah dalam kesengsaraan yang kita alami. Mengapa demikian?
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:16-17
Paulus tahu bahwa dia akan menerima kemuliaan kekal yang jauh melebihi segala yang telah dia alami, miliki, dan dia lalui saat itu. Tidak ada yang lebih indah selain menerima kemuliaan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah yang membuat Paulus justru berbangga atas kesengsaraan yang dia alami.
.
Ketekunan – Perseverance
Kata “perseverance” berarti menanggung masa kesusahan dengan kesabaran dan ketahanan. Masa-masa susah yang dialami Rasul Paulus tidak hanya dialami dalam waktu sebentar saja. Bahkan menjelang akhir hidupnya Paulus hidup di penjara. Tetapi dia menanggung segala kesusahan itu dengan kesabaran. Bahkan Paulus juga menulis surat dari penjara kepada jemaat yang dia layani. Melalui surat itu dia tetap memberikan penghiburan, kekuatan dan doanya kepada mereka.
Memang tidak mudah menanggung masa-masa sulit yang sedang kita alami. Bahkan kita tidak pernah tahu seberapa lama hal itu akan kita alami. Tetapi ketika kita menjalaninya dengan tekun, dan menjalaninya dengan sikap hati yang tetap bersukacita dan memuji-muji Allah, maka kita akan tetap dapat bertahan menghadapi berbagai hal sulit apapun yang menimpa hidup kita.
“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” Kolose 1:9-12
Biarlah kita tetap mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa di surga, karena kesengsaraan yang kita alami akan membuat kita senantiasa tekun beribadah kepadaNya.
.
Tahan Uji – Character
“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” 1 Korintus 3:12-14
Rasul Paulus memberikan penjelasan kepada kita bahwa kehidupan kita ini bagaikan membangun sebuah bangunan. Kita dapat membangunnya dengan berbagai macam bahan, baik dari bahan yang sederhana hingga bahan yang kuat dan indah.
Bangunan yang sederhana akan mudah sekali hancur terbakar oleh api. Sedangkan bangunan yang terbuat dari bahan yang kuat akan lebih bertahan atas panasnya api.
Apa yang kita lakukan dalam kehidupan ini juga akan diuji oleh panasnya api, yaitu melalui berbagai macam penderitaan yang kita alami. Ketika kita membangun kehidupan kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, maka hidup kita akan tahan atas panasnya api yang membakar.
Kasih, sukacita, ucapan syukur, rendah hati dan segala hal yang Kristus ajarkan merupakan dasar yang kuat bagi hidup kita dalam menghadapi berbagai macam kesengsaraan. Kita akan bertahan dalam segala ujian yang kita hadapi. Karakter yang kuat akan muncul dari kehidupan kita.
Dengan dasar yang kuat, maka semakin berat penderitaan yang kita alami justru akan membuat kita semakin memancarkan terang kasih Kristus melalui kehidupan kita. Oleh karena itu, marilah kita membangun hidup kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, agar karakter kita dapat terbentuk dengan sempurna melalui berbagai macam kesusahan dan penderitaan.
.
Pengharapan – Hope
“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Roma 8:24
Rasul Paulus memberikan pengertian bahwa pengharapan yang kita lakukan bukanlah pengharapan karena kita telah melihat dan mengetahui bahwa kita akan menerima sesuatu. Tetapi pengharapan adalah penantian atas hal-hal yang belum pernah kita lihat.
Melalui berbagai ujian penderitaan dalam hidup kita, sehingga karakter Kristus terbentuk kuat dalam hidup kita, maka kita akan dapat memiliki pengharapan seperti yang dimaksud oleh Paulus. Kita akan tahu bahwa pengharapan itu tidak akan mengecewakan hidup kita, karena kasih Allah-lah yang menimbulkan pengharapan itu dalam hati kita.
“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:5
Berharap kepada manusia akan membawa kita kepada kekecewaan. Seberapa banyak kita berharap dari manusia, kekuatan sendiri, pekerjaan, bisnis dan apa yang kita lakukan, dan kita malah mendapatkan kekecewaan?
Pengharapan kepada Allah tidak akan mengecewakan, tetapi justru akan memberi kekuatan bagi kita dalam menjalani setiap ujian kehidupan yang ada.
Kita dapat melihat betapa Abraham tetap berharap akan janji Tuhan, yaitu membuat keturunannya seperti debu tanah banyaknya dan seperti bintang-bintang di langit jumlahnya, walaupun dia belum memiliki anak pada saat umurnya seratus tahun.
Pengharapan yang kuat timbul dalam hati Abraham, karena dia telah memiliki karakter yang kuat di dalam Tuhan. Pengharapan itu benar-benar tidak mengecewakan hidupnya. Melalui anak dari darah dagingnya sendiri, yaitu Ishak, Tuhan membuat satu bangsa yang kuat yang pernah ada di muka bumi ini.
Marilah kita tetap memiliki pengharapan yang kuat kepada Kristus Yesus, supaya kita dapat memperoleh apa yang kita harapkan tepat pada waktu yang Tuhan nyatakan. Segala puji dan hormat dan kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus, Tuhan Allah kita. Haleluya!
.
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” 2 Korintus 4:18
Rabu, 08 Januari 2014
Anak Durhaka Menyesal Setelah Ibunya Meninggal
Kisah nyata seorang Anak baru sadar kasih sayang ibunya setelah ibunya meninggal
Seorang ibu yang berjualan di sekolah
dengan susah payah membesarkan putri tunggalnya dari SD s/d SMA dan
kemudian mendapat beasiswa di Nanyang Technological University di Singapore.
Putri tungggal in pada waktu bayi
mengalami masalah mata dan si ibu karena saking sayangnya dengan anaknya
mau berkorban dengan mencangkokkan satu matanya ke putri sebatang
wayangnya supaya dia bisa hidup normal dan melihat. SI ibu akhirnya terpaksa hidup dengan sebelah mata dan mata satunya adalah mata palsu.
Pada waktu anaknya mulai masuk sekolah
SD s/dSMA , teman-teman anaknya sering mengolok2 sang putri tunggal
karena mamanya hanya mepunyai sebelah mata,sehingga putrinya malu
terhadap sang Ibu.
Setelah lulus SMA dan mendapat beasiswa di Singapore,
si putri mulai menghindari hubungan dengan ibunya dan tidak mau bertemu
dengan ibunya maunpun membalas surat yang dikirimkan ibunya sampai
lulus sarjana dan sukses dengan pekerjaan.
Akhirnya si putri tersebut menikah
dengan seorang pria yang warga negara Singapore serta mempunyai anak dan
tinggal di suatu apartemen yang mewah.
Karena kondisi ibu yang terus menerus
menurun, si ibu ingin sekali bertemu dengan putri tunggalnya sebelum
menemukan ajalnya. Dia berusaha keras mencari tahu alamat putrinya.
Setelah mengumpulin uang yang cukup
untuk mendapatkan tiket pesawat, berangkatlah si Ibu dengan suka cita
dan penuh pengharapan bahwa anaknya mau menerimanya. Dia membawa
oleh-oleh untuk anak dan cucu yang tidak pernah dia lihat .
Setiba di lobby apartmen, security
menelpon ke putri tersebut dan putri itu menjawab bahwa dia tidak
mengenal ibu yang tua, jelek, loyo dan bermata satu. Oleh-oleh yang
dibawa si Ibu untuk orang yang dikasihi juga tidak diijinkan untuk
dititipkan ke security.
Ibu tua tersebut akhirnya pulang dengan
sedih dan putus asa, akhirnya jatuh sakit dan sebelum meninggal dia
menitipkan sepucuk surat kepada kenalnya dan mohon kepadanya untuk
mengantar surat tersebut ke Putri Tunggal yang dikasihnya dan juga
meminta agar putri tunggalnya mau membaca di depan pengantar surat
tersebut.
Isu tersebut sebagai berikut: “Putri
anakku sayang, sampai kapanpun Ibu tetap sayang dan bersamamu, apakah
putri tahu sebelah mata putri adalah mata ibu, diwaktu bayi sebelah mata
putri bermasalah sehingga mata ibu yg cocok utkmu putri supaya putri
melihat normal dan ibu sebelah mata tdk bisa lihat……..,”
Setelah membaca surat tersebut si putri
baru sadar bahwa matanya yang normal adalah hasil pengorbanan dari ibu
tercintanya, dan walaupun ibunya sering diejek oleh teman-temanya karena
satu mata, si ibu tidak pernah menceritakan pengorbanan tersebut.
Setelah selesai membaca, si Putri
menangis sambil berteriak atas penyesalannya dan dia merasa sangat
berdosa telah menelantarkan si Ibu yang begitu sayang dan penuh
pengorbanan untuknya.
Cerita diatas hanyalah sebagian kecil
dari keegoisan seorang anak hanya karena malu sama teman dia
mengorbankan orang tuanya dan bahkan telah berbuat dosa dan tega tidak
mau mengakui orang tuanya sendiri. Pengorbanan orang tua itu tidak pernah bisa terbayarkan dan tergantikan, teman hanyalah sesaat tetapi orang tua selamanya.
Selasa, 07 Januari 2014
Pembentukan Anak Sebagai Pribadi Mandiri
Alkisah, ada
seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau
ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk
itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat
yang sama?”
…Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”
Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama
kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia
teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu
yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu
bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.
Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”
Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”
Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”
Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?
Jadi, adalah bijak bila semua ibu tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari.
Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”
Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”
Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”
Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?
Jadi, adalah bijak bila semua ibu tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari.
Adalah bijak jika para ibu
membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat ibu itu
sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia .
Firman Tuhan - Hidup Yang Berkelimpahan
"Aku datang supaya mereka memunyai hidup dan memunyainya dalam segala
kelimpahan." (Yohanes 10:10b)
Kelimpahan, kata yang digemari banyak orang -- Kristen atau bukan.
Kata ini biasanya dikonotasikan kepada kehidupan yang berlimpah dengan
materi maupun fasilitas. Apakah demikian maksud Yohanes 10:10 itu?
Pada zaman ini, ayat di atas mudah sekali ditafsirkan lain. Orang yang kurang dalam hal materi maupun fasilitas, secara frontal maupun halus, sering dicap sebagai orang yang tidak diberkati atau tidak mengimani janji Yesus. Bahkan, jika kita jauh dari kecukupan materi ataupun sangat terbatas dalam fasilitas, kita merasa jauh dari kelimpahan yang Yesus maksudkan.
Kelimpahan berasal dari kata limpah, yang secara sederhana berarti luber atau tumpah. Dalam KBBI, kelimpahan berarti tumpah banyak. Konsekuensinya, orang yang hidup berkelimpahan haruslah orang yang kehidupannya tertumpah banyak, meluber ke mana-mana, merasuk ke kehidupan orang lain.
Tujuan kedatangan Yesus supaya kita memunyai hidup dan memunyainya dalam segala kelimpahan, tidak pandang bulu -- kaya maupun miskin, muda maupun tua, laki-laki maupun perempuan. Kita semua berhak menikmati kehidupan yang berkelimpahan, yaitu kehidupan yang memberi,
meluber, dan tertumpah kepada orang lain, sehingga orang lain pun dapat menikmati hidup yang berkelimpahan, yang bersumber dalam pribadi Yesus.
Tiga Tipe Kehidupan
Tiga tipe kehidupan orang percaya dari kacamata hidup yang
berkelimpahan.
1. Orang yang Merasa Tidak Cukup Tipe ini merasa dirinya selalu kurang, merasa harus diperhatikan, minta untuk dibelaskasihani. Kata memberi, menumpahkan, meluberkan
kehidupan untuk orang lain merupakan hal yang asing dan momok baginya.
2. Orang yang Merasa Cukup dengan Dirinya Sendiri
Tipe ini merasa cukup dengan dirinya, sehingga tidak memerlukan orang lain. Tipe ini cuek, acuh tak acuh, tidak peka, karena mottonya "Jangan mengganggu aku, karena aku pun tidak mengganggu kamu; Jangan minta tolong apa pun kepadaku, karena aku juga tidak minta tolong
kepadamu". Tipe ini alergi dengan kata memberi, menumpahkan, meluberkan dirinya bagi orang lain karena akan mengganggu kemapanan, kenyamanan, maupun kehidupan pribadinya.
3. Orang yang Berkelimpahan
Tipe ini menjadikan dirinya sebagai saluran dan Yesus adalah sumbernya (Yohanes 4:14). Orang ini berusaha untuk memancarkan, meluberkan berkat-berkat, karunia-karunia, dan hidupnya sendiri bagi orang lain. Orang ini menghidupi kehidupan yang memberi, meluberkan, melimpahkan
kepada orang lain apa yang diterimanya, sementara ia sendiri terus bergantung pada sumber yang tidak pernah habis, yaitu Yesus Kristus.
Kehidupan yang bagaimanakah yang sedang kita hidupi?
Halangan Hidup Berkelimpahan Salah satu halangan untuk menikmati hidup yang berkelimpahan adalah masa lalu:
1. yang minim dengan materi dan fasilitas dapat membuatnya selalu merasa kekurangan,
2. yang datang dari keluarga mampu dan mapan dapat membuatnya merasa cukup dengan dirinya, bahkan sering kali dipenuhi kekhawatiran untuk mempertahankan kemapanan dan kecukupan materi yang dinikmatinya, sehingga tidak dapat menikmati kehidupan berkelimpahan yang sesungguhnya,
3. yang diliputi dengan kepahitan dapat menghambat sukacita maupun pengampunan,
4. yang dicekam kemarahan dapat menghalangi ucapan syukur dan kesabaran, atau
5. yang hidupnya selalu menuntut keadilan dan berusaha membalas setiap respons terhadap dirinya, dapat menyumbat kasih.
Masih banyak hal yang dapat menjadi penyumbat, penghambat, dan penghalang bagi kita untuk menikmati hidup yang berkelimpahan di dalam Kristus, sehingga kita tidak dapat menikmati kelimpahan kasih karunia-Nya, pemeliharan-Nya, sukacita-Nya, oleh karena kita belum menyelesaikan dan berdamai dengan masa lalu kita.
(by Yohana Susanti)☺̥̲̣̥̣̥ ☺̥̲̣̥̣̥ ✽We love JESUS and you, GOD bless you all✽☺̥̲̣̥̣̥
°⌣̊┈̥-̶̯͡ God ϐιєšš γσǚ°⌣̊┈̥-̶̯
kelimpahan." (Yohanes 10:10b)
Kelimpahan, kata yang digemari banyak orang -- Kristen atau bukan.
Kata ini biasanya dikonotasikan kepada kehidupan yang berlimpah dengan
materi maupun fasilitas. Apakah demikian maksud Yohanes 10:10 itu?
Pada zaman ini, ayat di atas mudah sekali ditafsirkan lain. Orang yang kurang dalam hal materi maupun fasilitas, secara frontal maupun halus, sering dicap sebagai orang yang tidak diberkati atau tidak mengimani janji Yesus. Bahkan, jika kita jauh dari kecukupan materi ataupun sangat terbatas dalam fasilitas, kita merasa jauh dari kelimpahan yang Yesus maksudkan.
Kelimpahan berasal dari kata limpah, yang secara sederhana berarti luber atau tumpah. Dalam KBBI, kelimpahan berarti tumpah banyak. Konsekuensinya, orang yang hidup berkelimpahan haruslah orang yang kehidupannya tertumpah banyak, meluber ke mana-mana, merasuk ke kehidupan orang lain.
Tujuan kedatangan Yesus supaya kita memunyai hidup dan memunyainya dalam segala kelimpahan, tidak pandang bulu -- kaya maupun miskin, muda maupun tua, laki-laki maupun perempuan. Kita semua berhak menikmati kehidupan yang berkelimpahan, yaitu kehidupan yang memberi,
meluber, dan tertumpah kepada orang lain, sehingga orang lain pun dapat menikmati hidup yang berkelimpahan, yang bersumber dalam pribadi Yesus.
Tiga Tipe Kehidupan
Tiga tipe kehidupan orang percaya dari kacamata hidup yang
berkelimpahan.
1. Orang yang Merasa Tidak Cukup Tipe ini merasa dirinya selalu kurang, merasa harus diperhatikan, minta untuk dibelaskasihani. Kata memberi, menumpahkan, meluberkan
kehidupan untuk orang lain merupakan hal yang asing dan momok baginya.
2. Orang yang Merasa Cukup dengan Dirinya Sendiri
Tipe ini merasa cukup dengan dirinya, sehingga tidak memerlukan orang lain. Tipe ini cuek, acuh tak acuh, tidak peka, karena mottonya "Jangan mengganggu aku, karena aku pun tidak mengganggu kamu; Jangan minta tolong apa pun kepadaku, karena aku juga tidak minta tolong
kepadamu". Tipe ini alergi dengan kata memberi, menumpahkan, meluberkan dirinya bagi orang lain karena akan mengganggu kemapanan, kenyamanan, maupun kehidupan pribadinya.
3. Orang yang Berkelimpahan
Tipe ini menjadikan dirinya sebagai saluran dan Yesus adalah sumbernya (Yohanes 4:14). Orang ini berusaha untuk memancarkan, meluberkan berkat-berkat, karunia-karunia, dan hidupnya sendiri bagi orang lain. Orang ini menghidupi kehidupan yang memberi, meluberkan, melimpahkan
kepada orang lain apa yang diterimanya, sementara ia sendiri terus bergantung pada sumber yang tidak pernah habis, yaitu Yesus Kristus.
Kehidupan yang bagaimanakah yang sedang kita hidupi?
Halangan Hidup Berkelimpahan Salah satu halangan untuk menikmati hidup yang berkelimpahan adalah masa lalu:
1. yang minim dengan materi dan fasilitas dapat membuatnya selalu merasa kekurangan,
2. yang datang dari keluarga mampu dan mapan dapat membuatnya merasa cukup dengan dirinya, bahkan sering kali dipenuhi kekhawatiran untuk mempertahankan kemapanan dan kecukupan materi yang dinikmatinya, sehingga tidak dapat menikmati kehidupan berkelimpahan yang sesungguhnya,
3. yang diliputi dengan kepahitan dapat menghambat sukacita maupun pengampunan,
4. yang dicekam kemarahan dapat menghalangi ucapan syukur dan kesabaran, atau
5. yang hidupnya selalu menuntut keadilan dan berusaha membalas setiap respons terhadap dirinya, dapat menyumbat kasih.
Masih banyak hal yang dapat menjadi penyumbat, penghambat, dan penghalang bagi kita untuk menikmati hidup yang berkelimpahan di dalam Kristus, sehingga kita tidak dapat menikmati kelimpahan kasih karunia-Nya, pemeliharan-Nya, sukacita-Nya, oleh karena kita belum menyelesaikan dan berdamai dengan masa lalu kita.
(by Yohana Susanti)☺̥̲̣̥̣̥ ☺̥̲̣̥̣̥ ✽We love JESUS and you, GOD bless you all✽☺̥̲̣̥̣̥
°⌣̊┈̥-̶̯͡ God ϐιєšš γσǚ°⌣̊┈̥-̶̯
Elang dan Lebah:
Tahu tidak bahwa jika kita masukan
seekor burung elang ke dalam sebuah kandang ukuran 2×2,5m dan bagian
atapnya terbuka sekalipun, tetap saja elang itu tidak bisa terbang.
Ternyata elang akan memulai terbang dari tanah dengan berlari sejauh
3-3,5m.
Tanpa tempat untuk berlari, elang ini tidak akan mampu terbang dan terjebak selamanya di dalam kandang kecil tanpa penutup.
Tahu tidak bahwa kalau seekor lebah yang jatuh kedalam cangkir kopi kosong yang terbuka, juga akan tetap di sana sampai mati…kecuali karena tidak tega, kita keluarkan dia.
Lebah tidak pernah melihat jalan keluar
pada bagian atasnya, melainkan terus berusaha mencari jalan keluar lewat
pinggir dekat dasarnya, mencari jalan di mana tidak ada jalan, hingga
ia menghancurkan dirinya sendiri.
Nah… Ternyata banyak dari kita, juga seperti burung elang dan lebah itu.
Bergumul dengan masalah, fokus terus dengan masalah, mengeluh terus sampai akhirnya frustrasi sendiri.
Sadarilah bahwa jawaban dari masalah kita adalah selalu DI ATAS, yaitu TUHAN.
Menengadahlah, Bersujud, Ucapkanlah doa dan lepas landaslah dalam BERTINDAK mencari solusi.
Ingatlah selalu akan Tuhan agar kita tidak menjadi lemah dan menyerah putus asa
Arti Berpuasa Bagi Seorang Umat Kristiani
Saat
ini saya berpuasa. Dalam agama Kristen, berpuasa itu bukan kewajiban.
Tapi orang Kristen boleh berpuasa. Ini dilakukan sebagai bagian ritual
dalam memperoleh sebuah pengharapan. Izinkan saya menjelaskan arti dan
makna puasa yang saya jalani.
Puasa saya ini adalah sebuah pilihan dari lubuk hati terdalam. Sebenarnya, setiap orang Kristen tak perlu mengumumkan sedang berpuasa. Cukup orang yang berpuasa dan Tuhan yang tahu. Sengaja saya menulis ini, untuk berbagi pengalaman kepada kawan-kawan Muslim yang saat ini sedang berpuasa.
Khusus bagai pemeluk agama Kristen Protestan, memang tidak mewajibkan untuk berpuasa, tapi bagi penganut Kristen Katolik diwajibkan untuk berpuasa pada masa pra-paskah.
Sedangkan dalam kitab suci Kristen, Alkitab, tak ada aturan teknis berpuasa. Niat dan pelaksanaan puasa itu terserah pribadi masing-masing. Misalnya, bisa menentukan sendiri jangka waktunya, yakni 8 jam, 1 hari, 1 hari 1 malam, 3 hari, 7 hari, 40 hari, dan seterusnya. Jenis puasa juga beragam, seperti hanya makan sayur, tidak makan, tidak makan dan tidak minum, atau puasa kebiasaan jelek seperti misalnya tidak merokok dan tidak berjudi. Dalam puasa Kristen, harus memperbanyak jam doa, pujian penyembahan dan baca Alkitab.
Menurut Alkitab, Yesus mengajarkan agar murid-muridNya untuk berpuasa. ”Dan apabila kamu berpuasa,…” (Mat 6:16). Kata apabila artinya adalah sebagai orang Kristen, pada suatu saat kita akan berpuasa. Hanya waktunya sebaiknya tidak diwajibkan oleh agama, karena niat berpuasa timbul dari masing-masing pribadi.
Puasa sebelum 1 Masehi atau sebelum Yesus lahir, juga terdapat di kitab Perjanjian Lama di Alkitab. Puasa di sini dilakukan secara rutin oleh bangsa Israel untuk menantikan kedatangan Mesias. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, orang Kristen berpuasa untuk menjaga keselamatan yang sudah dimiliki.
Di sejumlah literatur Kristen, puasa di Perjanjian Lama, yakni:
1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan Kel 34:28)
2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)
3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)
4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)
5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)
6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 1:12), doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)
7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)
8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)
Sedangkan di kitab Perjanjian Baru, puasa terdapat di :
1. Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Mat 4:2)
2. Puasa Yohanes pembabtis, tidak makan dan tidak minum (Mat 11:18)
3. Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kis 9:9)
4. Puasa Jemaat mula-mula, untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kis 13:2-3)
Saat ini, umat Islam sedang berpuasa. Sedangkan saya kebetulan juga sedang berpuasa, demi sebuah ‘pengharapan’ dalam masa depan. Pengharapan ini tentunya tak bisa dijelaskan secara logis maupun rasional. Pengharapan ini hanya bisa dinilai dari keyakinan masing-masing, dan mengamalkannya dalam tingkah laku di kehidupan sehari-hari.
Mari kita berpuasa bagi yang menjalankannya, semoga amal ibadah kita yang berpuasa dapat diterima-Nya. Bagi yang tidak berpuasa, silakan tidak berpuasa. Dan tetap menjalani keyakinan Anda masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.
Puasa saya ini adalah sebuah pilihan dari lubuk hati terdalam. Sebenarnya, setiap orang Kristen tak perlu mengumumkan sedang berpuasa. Cukup orang yang berpuasa dan Tuhan yang tahu. Sengaja saya menulis ini, untuk berbagi pengalaman kepada kawan-kawan Muslim yang saat ini sedang berpuasa.
Khusus bagai pemeluk agama Kristen Protestan, memang tidak mewajibkan untuk berpuasa, tapi bagi penganut Kristen Katolik diwajibkan untuk berpuasa pada masa pra-paskah.
Sedangkan dalam kitab suci Kristen, Alkitab, tak ada aturan teknis berpuasa. Niat dan pelaksanaan puasa itu terserah pribadi masing-masing. Misalnya, bisa menentukan sendiri jangka waktunya, yakni 8 jam, 1 hari, 1 hari 1 malam, 3 hari, 7 hari, 40 hari, dan seterusnya. Jenis puasa juga beragam, seperti hanya makan sayur, tidak makan, tidak makan dan tidak minum, atau puasa kebiasaan jelek seperti misalnya tidak merokok dan tidak berjudi. Dalam puasa Kristen, harus memperbanyak jam doa, pujian penyembahan dan baca Alkitab.
Menurut Alkitab, Yesus mengajarkan agar murid-muridNya untuk berpuasa. ”Dan apabila kamu berpuasa,…” (Mat 6:16). Kata apabila artinya adalah sebagai orang Kristen, pada suatu saat kita akan berpuasa. Hanya waktunya sebaiknya tidak diwajibkan oleh agama, karena niat berpuasa timbul dari masing-masing pribadi.
Puasa sebelum 1 Masehi atau sebelum Yesus lahir, juga terdapat di kitab Perjanjian Lama di Alkitab. Puasa di sini dilakukan secara rutin oleh bangsa Israel untuk menantikan kedatangan Mesias. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, orang Kristen berpuasa untuk menjaga keselamatan yang sudah dimiliki.
Di sejumlah literatur Kristen, puasa di Perjanjian Lama, yakni:
1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan Kel 34:28)
2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)
3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)
4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)
5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)
6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 1:12), doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)
7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)
8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)
Sedangkan di kitab Perjanjian Baru, puasa terdapat di :
1. Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Mat 4:2)
2. Puasa Yohanes pembabtis, tidak makan dan tidak minum (Mat 11:18)
3. Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kis 9:9)
4. Puasa Jemaat mula-mula, untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kis 13:2-3)
Saat ini, umat Islam sedang berpuasa. Sedangkan saya kebetulan juga sedang berpuasa, demi sebuah ‘pengharapan’ dalam masa depan. Pengharapan ini tentunya tak bisa dijelaskan secara logis maupun rasional. Pengharapan ini hanya bisa dinilai dari keyakinan masing-masing, dan mengamalkannya dalam tingkah laku di kehidupan sehari-hari.
Mari kita berpuasa bagi yang menjalankannya, semoga amal ibadah kita yang berpuasa dapat diterima-Nya. Bagi yang tidak berpuasa, silakan tidak berpuasa. Dan tetap menjalani keyakinan Anda masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.
Senin, 06 Januari 2014
Mengapa Kita Ragu-Ragu Untuk Percaya Kepada Tuhan?
Waktu yang terbaik untuk memancing di danau Galilea
telah lewat berjam-jam yang lalu, dan para nelayan telah membersihkan
jala-jala mereka. Namun, Petrus, salah satu dari nelayan-nelayan, itu
bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan atas permintaan dari seorang pengkhotbah keliling. Dan sebagai hadiah ketaatannya, Petrus menangkap ikan dalam jumlah yang sangat besar.
Sebagai orang-orang percaya, kita juga menginginkan keberhasilan yang sama seperti Petrus di dalam mengatasi keragu-raguan kita sehingga kita dapat mengikut Tuhan dengan berani.
Namun, kadang-kadang kita bersandar pada kecakapan kita sendiri untuk memutuskan apakah kita percaya kepada-Nya atau tidak. Mungkin apa yang Dia inginkan dari kita tidak masuk akal.
Sebagai contoh, prinsip persepuluhan bertentangan dengan dengan hikmat manusia: Ketika kita memberikan kepada Tuhan sepersepuluh dari penghasilan kita, maka Ia akan membuat 90 persen sisanya berkembang lebih cepat daripada 100 persen yang dapat disimpan.
Dalam situasi yang lain, kita ragu-ragu untuk mempercayakan hidup kita kepada Tuhan karena pengetahuan atau pengalaman kita berlawanan dengan rencana-Nya.
Dengan keahlian yang dimiliki Petrus, pastilah ia berpikir bahwa memancing pada jam-jam tersebut adalah hal yang sia-sia.
Kadang kala Tuhan menantang setiap orang percaya untuk melakukan sesuatu bahkan ketika mereka tidak mengerti bagaimana mereka dapat berhasil.
Mendengarkan pendapat orang lain bisa menjadi penghalang bagi keteguhan iman. Kita harus mencari pimpinan Tuhan, namun ketika kehendak Tuhan dinyatakan dengan jelas, maka kita harus bertindak.
Kita tidak perlu menelpon teman-teman kita untuk menanyakan pendapat mereka. Tidak ada pendapat yang lebih berarti selain pendapat dari Tuhan, yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam menyatakan rencana-Nya.
Mzm 118:8 : Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia
Sebagai orang-orang percaya, kita juga menginginkan keberhasilan yang sama seperti Petrus di dalam mengatasi keragu-raguan kita sehingga kita dapat mengikut Tuhan dengan berani.
Namun, kadang-kadang kita bersandar pada kecakapan kita sendiri untuk memutuskan apakah kita percaya kepada-Nya atau tidak. Mungkin apa yang Dia inginkan dari kita tidak masuk akal.
Sebagai contoh, prinsip persepuluhan bertentangan dengan dengan hikmat manusia: Ketika kita memberikan kepada Tuhan sepersepuluh dari penghasilan kita, maka Ia akan membuat 90 persen sisanya berkembang lebih cepat daripada 100 persen yang dapat disimpan.
Dalam situasi yang lain, kita ragu-ragu untuk mempercayakan hidup kita kepada Tuhan karena pengetahuan atau pengalaman kita berlawanan dengan rencana-Nya.
Dengan keahlian yang dimiliki Petrus, pastilah ia berpikir bahwa memancing pada jam-jam tersebut adalah hal yang sia-sia.
Kadang kala Tuhan menantang setiap orang percaya untuk melakukan sesuatu bahkan ketika mereka tidak mengerti bagaimana mereka dapat berhasil.
Mendengarkan pendapat orang lain bisa menjadi penghalang bagi keteguhan iman. Kita harus mencari pimpinan Tuhan, namun ketika kehendak Tuhan dinyatakan dengan jelas, maka kita harus bertindak.
Kita tidak perlu menelpon teman-teman kita untuk menanyakan pendapat mereka. Tidak ada pendapat yang lebih berarti selain pendapat dari Tuhan, yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam menyatakan rencana-Nya.
Mzm 118:8 : Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia
Kristus Dasar Hidup Rumah Tangga Kristen
Menurut Charles H.Spurgeon mengatakan:”Apabila
rumah tangga dikendalikan menurut Firman Tuhan, maka malaikat-malaikat
dapat diundang untuk tinggal bersama dengan kita, dan mereka pasti akan
merasa betah dan senang”.
Namun kenyataan bahwa banyak rumah tangga Kristen tidak dikendalikan oleh firman Tuhan.
Bicara soal keluarga erat hubungannya soal lembaga pernikahan. Pernikahan ada di dunia ini bukan karena kebetulan atau karena kemauan manusia.
Jadi, pernikahan adalah rencana Allah yang indah untuk kebahagian manusia (Kej 1.26-28; 2.18-25).
Mengapa Tuhan marah kepada bangsa Israel bahkan tidak lagi mendengarkan suara doa
dan tangisnya?(Maleaki 2.13-16). Mereka tidak setia kepada pasangan
hidupnya, terjadi kawin campur sehingga iman mereka tidak kudus
dihadapan Tuhan, jatuh pada dosa.
Dengan itu maka iman mereka tidak lagi hanya kepada Allah namun sudah ikut menyembah dewa. Menajiskan perjanjian Allah
(ay 10) penghianatan terhadap iman dan menajiskan tempat kudus (ay 11),
dan juga ketidaksetiaan (ay 14) maka mereka tidak dapat membedakan mana
yang benar dan yang salah (bng Yes 61.10; Efs 4.22-24; Kol 3.9-10).
Mereka kembali kepada sikap dan tindakan yang lama dasar hidup yang rapuh (lih Mal 3.7). Kemarahan Tuhan terjawab ketika bangsa ini kembali kepada Tuhan atas tagisan dan doa pertobatannya(Mal 3.10) ketika firman menjadi dasar hidup maka berkat-berkat Tuhan akan dirasakan/nikmati.
Ketika mereka hidup dalam iman yang setia maka jawaban Tuhan terbukti dengan tindakan atas janji kesetiaanNya dikatakan; ”Mereka
akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam,
pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti
seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia” (Mal 3.17).
Surat Paulus kepada jemaat di Efesus
juga menasehati istri dan suami agar tunduk dan setia dengan pasanganya
sama seperti kepada Tuhan (efs 5.22; Kej 3.16; Kol 3.18).
Dengan tujuan agar dasar keluarga yang diikat oleh kesetiaan, saling menghargai.
Dasarnya ialah; 1).ikatan cinta kasih (Kol 3.18-19). 2).Hidup dalam pengudusan (1 Tes 4.4-5), 3). jauh dari penghianatan(Amsal 12.4).
Ketika hubungan ini setia dan didasari kasih sayang maka berkat Tuhan akan berlimpah ruah. Keluarga Kristen merupakan gambaran ketaatan dan kesetiaanNya dalam tugasNya memberikan keselamatan.
Paulus mengatakan ”Dan dalam
keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai
mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil 2.8).
Banyak keluarga
diambang kehancuran karena berbagai alasan; tidak cocok lagi,
selingkuh, hempitan ekonomi dan juga karna tidak adanya keturunan.
Mengapa ini bisa terjadi? Sebab mereka tidak didasari TuhanBeda: Percobaan (dari Setan) dan Ujian (dari Tuhan). Read more ... » Yesus, tidak diikat cinta kasih, pernikahan
tidak kudus dan tindakan penghianatan pada ”Janji Suci” yang
dinyatakan ketika menerima pemberkatan nikah dihadapan Tuhan. Siapapun
orangnya tidak mau dikhiati! (Mal 2.16).
Ada juga rumah tangga berjalan tanpa
ada nakhodanya, suami cari makan dan istri sibuk dengan urusan diri
sendiri, anak beranntakan sehingga hubungan harmonis hilang ditelan
sifat egois, cuek dengan dirinya sendiri sehingga tidak ada kedamaian,
tidak ada lagi kesetiaan.
Kita harus mempunyai sikap yang berbeda dengan dunia yang tidak mengenal Tuhan, kita harus hidup tunduk, taat bersikap setia dengan kata lain kita harus tetap setia.
Allah merencanakan kebahagian yang
diikat oleh kasih Allah. Kebahagian dimiliki oleh tiap pasangan yang
didasari oleh sikap taat, setia, rasa hormat dan menjadi satu daging.
Tuhan Sumber Kehidupan Kita
Banyak orang saat ini terjebak dengan pola pikir bahwa pekerjaan atau investasinya adalah sumber pendapatan mereka.
Tuhan memang memberikan kita
kemampuan untuk bekerja, namun saat seseorang kehilangan pekerjaan dan
investasi gagal, banyak orang yang menjadi putus asa. Hal ini terjadi
karena dia kehilangan perspektif Allah.
Pertimbangkan ini …
Tuhan ingin kita untuk merencanakan – tetapi tidak pernah khawatir (Matius 6:25-34).
Banyak orang mudah terperangkap oleh rasa takut dan juga rasa khawatir akan masa depan. Tapi Tuhan berjanji untuk tidak meninggalkan kita. Jika kita menjaga mata hati kita kepada-Nya, kita akan menemukan keamanan dan harapan.
Satu hal yang kita perlu ingat, bahwa Tuhan
adalah sumber pasokan kehidupan kita. Dia berjanji untuk memenuhi semua
kebutuhan kita. Ketika kita kehilangan pekerjaan atau investasi kita
gagal, bukan berarti kita kehilangan sumber keamanan hidup. Tuhan masih ada, dan Dia menjamin kehidupan kita.
Jika kita mungkin telah membuat
keputusan yang salah dalam investasi, atau bahkan terjerat hutang,
jangan menyerah. Hadapilah, bertanggung jawablah, dan bawa segala
pergumulan itu kehadapan Tuhan. Dia sumber segala hikmat dan juga kekayaan akan memampukan kita untuk menyelesaikan masalah itu langkah demi langkah.
Tidak peduli apa keadaan kita, kita
harus ingat bahwa Allah adalah sumber kehidupan kita. Dia mengasihi kita
dan Dia berjalan bersama kita bahkan hingga lembah kekelaman. Dia akan
memenuhi kebutuhan kita dengan jalan-Nya dan pada waktu-Nya. Rencana-Nya
selalu yang terbaik. Kita perlu belajar untuk berhenti khawatir dan
mulai mempercayai Tuhan untuk bimbingan-Nya dan penyediaan-Nya.
Pekerjaan dan harta kita bukanlah sumber keamanan hidup kita, Tuhanlah sumber kehidupan kita yang menjamin akan memenuhi kebutuhan kita.
Filipi 4:19 : Allahku akan memenuhi segala keperluanmu, menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Minggu, 05 Januari 2014
Krissis Iman
Bacaan Alkitab : Mazmur 119:50-67
Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. (Mazmur 119:67).
Suatu ketika ada
seorang Kristen yang berkata bahwa ia sudah kehilangan iman. Dia
mengatakan bahwa menaruh pengharapan pada janji-janji Allah adalah
sia-sia.
Menurutnya, pengharapan tidak dapat
menjamin kapan waktu tergenapinya apa yang diharapkannya, karena dia
butuh jawaban saat itu juga.
Rangkaian kata-kata Alkitabiah dan kata-kata motivasi untuk menguatkan iman seakan-akan sudah tidak berarti lagi.
Sudah terlalu lama
dia menunggu jawaban dan dia sudah tidak bisa lagi bertahan dalam
imannya, dan sudah tidak bisa bertahan menunggu jawaban dari janji-janji
Allah.
Mungkin kita juga sering mengalami dan
berbuat hal demikian. Kita mulai berpikir dan berkompromi dengan
keadaan, mengandalkan pikiran dan logika kita masing-masing. Kemudian
bertindak diluar kehendak Allah dan berusaha membuktikan bahwa keputusan
yang kita ambil adalah baik dan benar, setidaknya untuk saat ini.
Jika kita memperhatikan kisah hidup orang-orang pilihan Tuhan, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, mereka juga menghadapi perkara yang sama.
Mereka menghadapi suatu masa di mana Tuhan kelihatannya diam
dan seolah-olah membisu ketika mereka benar-benar sangat membutuhkan
jawaban. Namun mereka tetap percaya dan mempertahankan imannya, walaupun
mereka harus berjuang untuk mempertahankannya.
Saat ini kita hidup
di jaman yang penuh dengan hari-hari yang semakin jahat, persaingan
ketat, ekonomi dan keuangan semakin sulit, pendidikan semakin susah, dan
berbagai kesulitan lainnya.
Itu sebabnya, kita juga harus berjuang untuk tetap percaya dan mempertahankan iman kita kepada Kristus.
Percayalah bahwa Tuhan akan menggenapi semua janji-janji-Nya dalam hidup kita, dan akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita.
JANJI TUHAN ADALAH KEPASTIAN BAGI IMAN YANG SEDANG TERGONCANG
Pintu Terbuka dan Tertutup dari Tuhan
Belajarlah untuk memuji Tuhan sebanyak mungkin ketika sebuah pintu tertutup bagi kita, sama seperti ketika sebuah pintu dibukakan bagi kita.
Alasan Allah menutup pintu-pintu adalah
karena DIA tidak menyediakan sesuatu bagi kita di balik pintu itu. Jika
DIA tidak menutup pintu yang salah, kita tidak pernah menemukan pintu
yang benar, Allah mengarahkan jalan kita melalui pintu-pintu yang
tertutup dan terbuka.
Ketika satu pintu ditutup, kita akan
terdorong untuk mengubah rencana kita. Pintu yang tertutup lainnya akan
memaksa kita untuk mengubah rencana lagi.
Hingga akhirnya kita menemukan pintu yang terbuka dan kita melangkah menuju berkat-berkat bagi kita.
Allah mengarahkan jalan-jalan kita
melalui pintu-pintu yang terbuka dan tertutup, namun biasanya bukannya
memuji DIA karena pintu yang tertutup (yang justru menghindarkan kita
dari masalah) kita sering kali menjadi marah karena kita ” menilai atas apa yang tampak saja”.
Kita selalu medapat pertolongan segera
pada saat diperlukan. Karena DIA berjalan di atas kepala kita, DIA dapat
melihat masalah yang ada di sepanjang jalan yang akan kita lalui, lalu
DIA membangun penghambat jalan di sana atau bahkan membuat jalan
berkelok. Namun karena kebodohan kita, kita mencoba menghancurkan
penghambat jalan atau menyingkirkan tanda melalui jalan berkelok.
Kemudian, pada saat kita menghadapi masalah, kita mulai menangis “Tuhan, mengapa Engkau melakukan hal ini
padaku ?” Kita harusnya menyadari bahwa pintu yang tertutup dapat
merupakan suatu berkat. Tidakkah dikatakanNYA bahwa tidak ada kebaikan yang akan disembunyikan dari orang yang mencintaiNYA?
TUHAN YESUS Memberkati kita semua…..
Kenapa harapan dalam iman Kristen begitu penting?
Jika masa depan kita tidak aman dan tidak terpuaskan maka kita akan sangat merasa gelisah. Hal ini akan membuat ketakutan menguasai kita atau kita berusaha semampu kita menguasai ketakutan itu.
Kita berakhir dengan berpikir tentang diri sendiri, tentang masa
depan, masalah-masalah yang dihadapi, dan kemampuan kita. Hal ini akan
membuat kita jauh dari mengasihi. Jika kita tidak mempunyai harapan di
dalam Kristus maka kita akan hanya memikirkan tentang pencapaian dan peningkatan diri sendiri.Dengan kata lain, harapan adalah akar bertumbuhnya benih Kristen yang mengutamakan kasih dan pengorbanann. Hal ini hanya akan terjadi jika kita membiarkan Tuhan yang mengambil alih hidup kita dan tidak berusaha mengatur hidup kita dengan kekuatan yang ada pada kita.
Kita katakan, “Tuhan, aku hanya ingin ada untuk orang lain di hari esok, karena Engkau ada untukku.” Biarkan hidup Anda di tangan Tuhan maka kemuliaan Tuhan akan nyata di hidup Anda.
Lalu apa perbedaan antara harapan di dalam Kristus dengan harapan pada umumnya?
Kata harapan biasanya menggambarkan hasil yang diinginkan dari suatu kejadian. Biasanya kita berkata, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya berharap hal itu akan terjadi.”
Ketika kita membaca kata “harapan” di dalam Alkitab (seperti dalam 1 Pet 1:13 “… letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.”)
Harapan di sini bukanlah apa yang kita inginkan terjadi tapi merupakan harapan akan sesuatu yang pasti akan terjadi dan kita menaruh harapan sepenuhnya kepada janji-janji itu. Harapan dalam iman Kristen adalah kepastian bahwa sesuatu itu akan terjadi karena Tuhan sudah menjanjikannya.
Bagaimanakah kita membangun harapan itu? Harapan adalah bagian dari iman. Karena itu, John Piper dalam website desiringGod.org berpesan bahwa harapan adalah iman di masa mendatang.
Jadi kebanyakan iman adalah harapan. Alkitab berkata, “Iman datang dari pendengaran akan Firman Tuhan” (Rm 10:17).
Ini menunjukkan bahwa harapan, sama seperti iman, juga menguatkan kita karena Firman Allah yang kita dengar.
Harapan ada setelah kita membaca janji-janji Allah dan melihat bagaimana penebusan Kristus.
Rm 8:32 berkata, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”
Wow, jadi kenapa kita harus membaca Alkitab untuk iman kita adalah, apa yang dilakukan Kristus untuk kita dalam kondisi berdosa yang memungkinkan kita jadi tahu akan penghakiman sebelum mengenal Dia dan semua hal yang baik yang Tuhan sediakan.
Dan jawabannya adalah Kristus mati buat kita, bangkit lagi, dan semua janji Tuhan adalah “Iya” dalam hidup kita.
Langganan:
Postingan (Atom)