Alasan Allah menutup pintu-pintu adalah
karena DIA tidak menyediakan sesuatu bagi kita di balik pintu itu. Jika
DIA tidak menutup pintu yang salah, kita tidak pernah menemukan pintu
yang benar, Allah mengarahkan jalan kita melalui pintu-pintu yang
tertutup dan terbuka.
Ketika satu pintu ditutup, kita akan
terdorong untuk mengubah rencana kita. Pintu yang tertutup lainnya akan
memaksa kita untuk mengubah rencana lagi.
Hingga akhirnya kita menemukan pintu yang terbuka dan kita melangkah menuju berkat-berkat bagi kita.
Allah mengarahkan jalan-jalan kita
melalui pintu-pintu yang terbuka dan tertutup, namun biasanya bukannya
memuji DIA karena pintu yang tertutup (yang justru menghindarkan kita
dari masalah) kita sering kali menjadi marah karena kita ” menilai atas apa yang tampak saja”.
Kita selalu medapat pertolongan segera
pada saat diperlukan. Karena DIA berjalan di atas kepala kita, DIA dapat
melihat masalah yang ada di sepanjang jalan yang akan kita lalui, lalu
DIA membangun penghambat jalan di sana atau bahkan membuat jalan
berkelok. Namun karena kebodohan kita, kita mencoba menghancurkan
penghambat jalan atau menyingkirkan tanda melalui jalan berkelok.
Kemudian, pada saat kita menghadapi masalah, kita mulai menangis “Tuhan, mengapa Engkau melakukan hal ini
padaku ?” Kita harusnya menyadari bahwa pintu yang tertutup dapat
merupakan suatu berkat. Tidakkah dikatakanNYA bahwa tidak ada kebaikan yang akan disembunyikan dari orang yang mencintaiNYA?
TUHAN YESUS Memberkati kita semua…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar