"Aku datang supaya mereka memunyai hidup dan memunyainya dalam segala
kelimpahan." (Yohanes 10:10b)
Kelimpahan, kata yang digemari banyak orang -- Kristen atau bukan.
Kata ini biasanya dikonotasikan kepada kehidupan yang berlimpah dengan
materi maupun fasilitas. Apakah demikian maksud Yohanes 10:10 itu?
Pada zaman ini, ayat di atas
mudah sekali ditafsirkan lain. Orang yang kurang dalam hal materi
maupun fasilitas, secara frontal maupun halus, sering dicap sebagai
orang yang tidak diberkati atau tidak mengimani janji Yesus. Bahkan,
jika kita jauh dari kecukupan materi ataupun sangat terbatas dalam
fasilitas, kita merasa jauh dari kelimpahan yang Yesus maksudkan.
Kelimpahan berasal dari kata limpah, yang secara sederhana berarti luber
atau tumpah. Dalam KBBI, kelimpahan berarti tumpah banyak.
Konsekuensinya, orang yang hidup berkelimpahan haruslah orang yang
kehidupannya tertumpah banyak, meluber ke mana-mana, merasuk ke
kehidupan orang lain.
Tujuan kedatangan Yesus supaya kita
memunyai hidup dan memunyainya dalam segala kelimpahan, tidak pandang
bulu -- kaya maupun miskin, muda maupun tua, laki-laki maupun perempuan.
Kita semua berhak menikmati kehidupan yang berkelimpahan, yaitu
kehidupan yang memberi,
meluber, dan tertumpah kepada orang lain, sehingga orang lain pun dapat
menikmati hidup yang berkelimpahan, yang bersumber dalam pribadi Yesus.
Tiga Tipe Kehidupan
Tiga tipe kehidupan orang percaya dari kacamata hidup yang
berkelimpahan.
1. Orang yang Merasa Tidak Cukup Tipe ini merasa dirinya selalu kurang,
merasa harus diperhatikan, minta untuk dibelaskasihani. Kata memberi,
menumpahkan, meluberkan
kehidupan untuk orang lain merupakan hal yang asing dan momok baginya.
2. Orang yang Merasa Cukup dengan Dirinya Sendiri
Tipe ini merasa cukup dengan dirinya, sehingga tidak memerlukan orang
lain. Tipe ini cuek, acuh tak acuh, tidak peka, karena mottonya "Jangan
mengganggu aku, karena aku pun tidak mengganggu kamu; Jangan minta
tolong apa pun kepadaku, karena aku juga tidak minta tolong
kepadamu". Tipe ini alergi dengan kata memberi, menumpahkan, meluberkan
dirinya bagi orang lain karena akan mengganggu kemapanan, kenyamanan,
maupun kehidupan pribadinya.
3. Orang yang Berkelimpahan
Tipe ini menjadikan dirinya sebagai saluran dan Yesus adalah sumbernya
(Yohanes 4:14). Orang ini berusaha untuk memancarkan, meluberkan
berkat-berkat, karunia-karunia, dan hidupnya sendiri bagi orang lain.
Orang ini menghidupi kehidupan yang memberi, meluberkan, melimpahkan
kepada orang lain apa yang diterimanya, sementara ia sendiri terus
bergantung pada sumber yang tidak pernah habis, yaitu Yesus Kristus.
Kehidupan yang bagaimanakah yang sedang kita hidupi?
Halangan Hidup Berkelimpahan Salah satu halangan untuk menikmati hidup yang berkelimpahan adalah masa lalu:
1. yang minim dengan materi dan fasilitas dapat membuatnya selalu merasa kekurangan,
2. yang datang dari keluarga mampu dan mapan dapat membuatnya merasa
cukup dengan dirinya, bahkan sering kali dipenuhi kekhawatiran untuk
mempertahankan kemapanan dan kecukupan materi yang dinikmatinya,
sehingga tidak dapat menikmati kehidupan berkelimpahan yang
sesungguhnya,
3. yang diliputi dengan kepahitan dapat menghambat sukacita maupun pengampunan,
4. yang dicekam kemarahan dapat menghalangi ucapan syukur dan kesabaran, atau
5. yang hidupnya selalu menuntut keadilan dan berusaha membalas setiap respons terhadap dirinya, dapat menyumbat kasih.
Masih banyak hal yang dapat menjadi penyumbat, penghambat, dan
penghalang bagi kita untuk menikmati hidup yang berkelimpahan di dalam
Kristus, sehingga kita tidak dapat menikmati kelimpahan kasih
karunia-Nya, pemeliharan-Nya, sukacita-Nya, oleh karena kita belum
menyelesaikan dan berdamai dengan masa lalu kita.
(by Yohana Susanti)☺̥̲̣̥̣̥ ☺̥̲̣̥̣̥ ✽We love JESUS and you, GOD bless you all✽☺̥̲̣̥̣̥
°⌣̊┈̥-̶̯͡ God ϐιєšš γσǚ°⌣̊┈̥-̶̯
Tidak ada komentar:
Posting Komentar