Kamis, 09 Januari 2014

Berbakti Kepada Orang Tua Ala Ex PM Singapore Lee Kwan yew

1 Timotius 5:3
“Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.”
pengemis orchard roadBerikut ini adalah kisah nyata dari negeri tetangga Singapura yang ditunjukan oleh Mantan PM Singapore Lee Kwan Yew
Suatu ketika seorang pengusaha sukses yang memiliki bisnis yang maju mengundurkan diri ketika sang istri meninggal dunia, Maka dia pun berjuang untuk mendidik anaknya dengan memberikan pendidikan yang terbaik dikotany hingga pada akhirnya sang anak bisa hidup mandiri dan menjadi seorang sarjana
Ketika sang anak menikah, Si ayah yang tidak lain  adalah pengusaha sukses tadi memberikan ijin kepada anak tunggalnya untuk tinggal diapartemen miliknya, terbayanglah difikirannya, kehidupannya akan dipenuhi dengan senyum dan tawa kebagiaan dari anaknya, menantunya dan cucu-cucunya, karena itu sang ayah mewariskan seluruh hartanya kepada anak tunggalnya melalui notaris kepercayaannya.
Hingga pada suatu waktu terjadilah pertengkaran antara dia dan anaknya yang membuat sang ayah terusir dari rumahnya sendiri, sang ayah tidak bisa berbuat apa2 karena rumah miliknya dan segala kekayaannya telah diwariskan oleh putra satu-satunya. Sang ayah yang malang itu pun tidak memiliki apa-apa lagi .
Karena usianya yang sudah lanjut dan tidak memungkinkannya untuk berkerja dia terpaksa menjadi pengemis di Orchard Rd.
Suatu hari, tanpa disengaja teman bisnisnya yang dulu  memberikan sedekah, alangkah terkejutnya rekan bisnisnya dia langsung menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja,  si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya.
Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, rekan bisnisnya itu tetap yakin kalau yang menjadi pengemis tua di Orchard Rd itu adalah mantan rekan bisnisnya  yang paling sukses dahulu
Maka Dia mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.
Berita kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya itu akhirnya terdengar ke telinga Lee Kwan Yew  yang waktu itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri Singapore
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan ”Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian” .
Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.
Setelah peristiwa tersebut dan sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai  para lanjut usia (lansia). Sehingga agar kejadian serupa tidak terulang lagi,  PM  Lee mengeluarkan Kebijakan Dekrit yaitu “Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal.  
Kemudian,agar para lansia itu tetap dihormati  dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi,  yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi  pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri. selama 1 tahun bekerja.
PM Lee juga memberikan pendidikan sosial  yang bijak khususnya buat anak-anak dan remaja di sana,  bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya. Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
kita semua seolah-olah diberikan pelajaran berharga dari PM Lee bahwa kita harus berbakti kepada orang tua, apapun kondisinya kita juga diajarkan agar selalu mengenang saat kita masih balita, orangtua kita yang membersihkan tubuh kita semua bentuk kotoran,  juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya  dengan tangan orang tua kita sendiri,  dan menggendong kita walalau kita menangis dini hari orang tua kita juga yang sabar merawat kita ketika sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar