Sabtu, 04 Januari 2014

Doa Untuk Seorang Suami

Saya bersyukur karena Tuhan memberi saya seorang suami. Tolong dia agar rajin beribadah dan selalu ingat keluarga dan seisi rumah tangga kami, senantiasa bertanggung jawab menjalankan tugas dan fungsinya dalam keluarga . Aku berdoa, kiranya Engkau memberkati usaha dan pekerjaan suamiku agar dapat menghasilkan kecukupan dan kesejahteraan dalam keluarga kami. Pimpin dan tuntunlah dia dijalan yang benar . Beri dia visi dan misi yang benar yaitu yang sesuai dengan kehendakMu.

Kiranya Roh KudusMu terus mendorong dia untuk maju, untuk meninggalkan kemalasan, sekaligus tetap memiliki komitmen bagi keluarga. Beri dia hati yang sabar, tenang, tidak ceroboh. Tolong dia agar tidak salah melangkah atau salah betindak. Kiranya tidak akan pernah terlintas dalam pikirannya kemungkinan untuk melarikan diri dari tanggung jawab.

         
Ya Tuhan Yesus, tolong dia untuk memahami bahwa dirinya tidak mutlak mati-matian harus bekerja hanya demi menyenagkan hati orang lain sehingga dia bekerja secara terpaksa. Tapi beri dia kemampuan untuk mencintai pekerjaan anugerahMu, membuka peluang-peluang yang baik dalam usahanya sehingga bisa menikmati hasilnya. Pelihara kondisi dan kesehatannya, beri dia selalu hati yang gembira, penuh semangat dan sukacita. Kembangkanlah kecakapan, keahlian dan talentanya, karena itu semua adlaah anugerahMu. Kiranya dia menjadi seperti pohon yang ditanam ditepi aliran batang air kehidpanMu, yang menghasilkan buah pada musimnnya, kiranya dia tidak menjadi layu karena tekanan masalah, melainkan semakin kuat, kokoh dan berkelimpahan (Maz. 1:3).
          
Dengar dan sambutlah doa hambaMu, demi Yesus Kristus, penolong yang setia. Amin.

Doa Untuk Orang Sakit

Ya Bapa sorgawi yang Maha pengasih, kami sekeluarga sangat prihatin, karena anggota keluarga/ saudara kami…(sebutkan namanya) sedang sakit. Dalam keprihatinan ini kami ingat akan Yesus Kristus, yang Kau beri kuasa mmenyembuhkan orang-orang sakit. Karena percaya akan kuasaMu maka kami serahkan saudara kami yang sakit ini kepada tuntunan kebijaksanaanMu. Dengan penuh iman dan harapan kami mohon: Kuatkanlah dia dalam deritanya, dampingi dan hiburlah dia dalam kesunyian dan kesepiannya.

Teguhkanlah dia dalam iman dan harapan. Sudihlah Engkau menyembuhkan dia dari penyakit yang dideritanya . Semoga dalam menanggung sakit ini ia ingat akan Yesus yang menderita sangat berat dan amat hebat demi keselamatan semua orang, termasuk demi keselamatan saudara …(sebutkan namanya) Bantulah ia menyatukan sakitnya dengan penderitaan Tuhan Yesus sendiri, supaya akhirnya ia pun boleh bersatu dengan Yesus yang bangkit dengan mulia. Terangilah dia agar mampu memetik hikmat dari pengalaman sakitnya ini. Semoga ia semakin memehami makna kehidupan, bahkan dapat melihat sakitnya sebagai karunia yang mendatangkan kemuliaan Tuhan.
        
                 Kami berdoa juga bagi mereka yang sakitnya tak tersembuhkan. Semoga dengan hati terbuka mereka menerima kebijaksanaan keputusanMu. Bagi kami sendiri, kiranya peristiwa ini semakin menyadarkan kami akan tanggung jawab terhadap terhadap mereka yang sakit. Semoga karena berkatMu kami selalu berusaha melayani mereka dengan senang hati . Sebab kami sadar bahwa apapun yang kami perbuat bagi mereka, itu kami perbuat bagi Yesus Kristus sendiri, sesuai janji firmanMu.
          Dengar dan sambutlah doa kami ya Yesus Kristus, Tabib diatas segala tabib.

AMIN.

Doa Untuk Seorang Istri

Ya Tuhan, aku bersyukur atas anugerahMu bagiku dengan memberikanku seorang istri. Tolong dia agar tetap setia, penuh cinta kasih dan mesra, sehingga kami boleh menjalani tahun-tahun hidup kami dalam damai sejahteraMu. Tolong dia agar selalu tetap menarik, selalu ulet menata rumah tangga, dapat mengelola keuangan secara baik dan bertanggung jawab. Tolong kami agar terhindar dari kemungkinan ‘besar pasak daripada tiang’. Kiranya Engkau selalu mengingatkan bahwa segala yang kami pakai dan miliki adalah kepunyaanMu. Tolong jaga istriku agar terlepas dari godaan …. (dapat disebut godaan itu).

          Ya Tuhan, tuntunlah istriku, agar dapat bergaul secara sehat, menghindarkan diri dari kemungkinan terperosok dalam dosa ikut-ikutan menyebar isu atau cerita-cerita negatif, apalagi fitnah. Kiranya waktu-waktu yang Engkau karuniakan kepadanya, selalu dia hargai dengan mengisinya secara kreatif dan positif, sehingga bisa memberi hasil yang optimal bagi kebaikannya, bahkan bagi kami sekeluarga.

Beri dia kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.Kiranya kehidupan intim kami selalu terpelihara di dalam kasihMu. Kiranya kami dapat menyediakan waktu berdua dan hati yang terbuka saling menerima untuk mengungkapkan isi hati dan perasaan, saling mempedulikan dan peka terhadap kebutuhan satu sama lain. Jagalah agar kesucian rumah tangga kami tetap terpelihara didalam cinta kasihMu.

Kiranay Roh KudusMu menutup rapat-rapat pintu bagi segala hal negatif seperti godaan cabul atau zinah yang selalu berusah mengganggu dan menyerang kami. Tolong kami agar selalu saling bergairah satu sama lain \, dan bukan terhadap orang lain. Lepaskanlah kami dari belenggu masa lalu tapi arahkan kami ke masa depan yang berpengharapan di dalam kehendakMU.

Keluarga Di Dunia Masa Kini

Seandainya tidak segera terjadi perubahan kebiasaan manusia masa kini atau tepatnya kebudayaan, dunia akan menjadi dunia yang menakutkan (horror mundi).
Mengapa disebut dunia yang menakutkan?
Ada dua alasannya: pertama, oleh karena makna hidup manusia tidak lagi terkait erat dengan Allah Sang Pencipta. Manusia semakin menjadi makhluk yang sombong, yang mengklaim diri mampu mengatasi segala sesuatu.
Kitab Kejadian 11 sudah menuliskan kecenderungan ini. Tertulis dalam Kejadian 11:5 manusia berkata: “Marilah kita diri bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi;.
“Ungkapan “cari nama” menyiratkan kuatnya hasrat manusia dalam egoisme dan kesombongan.
Kedua , dunia disebut menakutkan oleh karena rasa kebersamaan atau persaudaraan manusia kian meluntur. Manusia semakin menjadi makhluk yang egois, pragmatis, dan serakah. Ia cenderung mengutamakan kepentingan mereka sendiri. Tidak lagi peduli dengan yang lain. Yang penting aku sukses dan jaya. Masa bodoh orang lin.
Itulah dunia yang menakutkan. Dunia seperti itulah yang akan kita hadapi jika kita tidak berbenah diri mulai dari sekarang. apa yang perlu kita benahi?
Dalam novelnya Semar Mencari Raja. Romo Sindhunata melukiskan, harapan perbaikan dunia terletak pada anak-anak. Anak-anak itulah yang akan memasuki dunia masa depan, dan pada pundak merekalah sebenarnya dunia ini apa jadinya. Apakah mereka akan membuat dunia menjadi semaikin menakutkan? Atau semakin membahagiakan?
Kalau memang anak-anak merupakan tumpuan harapan untuk perbaikan dunia masa depan, maka yang harus kita benahi adalah hubungan kita dengan anak-anak. Kita perlu merenungkan kembali bagaimana kita memperlakukan anak-anak. Apakah kita sudah memberikan teladan yang baik kepada mereka? Apakah kita sudah menjadikan keluarga kita sebagai rumah doa dan rumah pendidikan bagi mereka?
Kalau kita berbenah diri untuk masa dunia, mulai dari sekarang dan mulai dari kehidupan keluarga kita, maka kita akan menggenapi amsal ini: “Mahkota orang-orang tua adalah anak, cucu, dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka” (Amsal 17:6);

Hidup Itu Indah!

Dalam hidup ini ada kalanya kita diperhadapkan dengan keadaan yang seolah-olah membawa kita pada kemunduran. Tetapi sebenarnya itulah saat di mana Tuhan sedang memangkas perkara yang tidak baik dan merajut suatu keindahan dalam kehidupan kita. Dan memang seperti itulah kehidupan.
Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya [Mzm 37:23-24]
Coba kita perhatikan, bila hidup diibaratkan seperti tarian, pernahkah kita berpikir bahwa gerakan yang indah hanya tercipta bila tarian merupakan paduan gerakan maju, mundur yang disalut dengan putaran lompatan yang terangkai dengan luwes.
Demikianlah setiap pengalaman kehidupan kita, ada saat kita harus mundur dan maju. Hanya, diperlukan seni untuk membuatnya menjadi sebuah tarian yang indah.
Kita harus bersyukur bahwa setiap gerakah langkah hidup kita ada dalam Pengamatan Tuhan dan semua gerakan itu menjadikan hidup kita semakin dewasa. Tidak selamanya kemunduran yang terjadi itu membawa kejelekan.
Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yoh 15:2)
Untuk itu jangan pernah kecewa menghadapi kemunduran dan kegagalan hidup. Dengan mata iman mari kita melihat bahwa ada hal-jal yang dapat dipelajari di balik setiap penderitaan.
Marilah kita berdoa: Tuhan , terkadang muncul kekecewaan kala aku mengalami kemunduran. Saat ini aku berdoa biarlah hatiku bisa bersyukur dan kuat untuk menghadapinya. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan Menjawab Doa Kita Dengan Bijaksana Dan Kasih

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, doa adalah permohonan, harapan, puji-pujian kepada Tuhan.
Pertama, kalau kita jujur, kemungkinan besar pasti doa-doa kita berisi permohonan. Permohonan yang kita minta, tentu untuk kita pribadi, mungkin mulai dari kesehatan, rejeki, umur panjang, jodoh dan dll. Hal yang wajar memang karena hakikat doa memang salah satunya untuk itu. Namun amat disayangkan bila kita jarang berdoa, untuk memuji-muji kebesaran Tuhan. Sebab itu adalah hakikat dari doa pula.
Kedua, tentu kita mengharapkan doa kita terkabul atau dipenuhi harapan kita oleh Tuhan. Disinilah persoalan nast kita. Tuhan pasti mengabulkan doa kita hanya mungkin tidak sesuai dengan cara kita tetapi sesuai dengan cara Tuhan.
Dr. Barclay, mengibaratkan pengabulan doa dari Tuhan, seperti seorang anak yang merengek-rengek minta korek api dari sang ayah. Tapi sang ayah tidak mengabulkannya. Si anak merasa kecewa atau sedih, karena si ayah tidak memenuhi keinginannya. Tetapi setelah si anak dewasa barulah ia memahami mengapa sang ayah tidak memenuhi keinginannya, sebab ayahnya takut ia terbakar bila bermain dengan api atau berbahaya bagi dirinya. Artinya Tuhan menjawab doa kita, hanya sesuai dengan cara Tuhan. Tentunya pasti untuk kebaikan kita.
Karena itu dalam Matius (ayat 7-10), Firman Tuhan: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan kepadamu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepadanya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?.
Cara Tuhan adalah cara yang penuh dengan kebijaksanaan dan kasih. Seringkali terjadi bahwa Allah, kita minta memberikan jawaban seperti yang kita inginkan, namun tanpa kita sadari jawaban yang demikian itu, jawaban yang justru akan menghancurkan kita.
Kita sering mendikte Tuhan dengan hal-hal yang justru akan membawa malapetaka bagi kita sendiri. Untuk itu Yesus mengajarkan kita, bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan kebijaksanaan Allah. Kita tidak bisa mendikte Allah sebaliknya Allah yang mendikte kita dengan kebijaksanaan dan kasih-Nya. Seperti ilustrasi diatas, tentang permohonan si anak yang tidak dikabulkan oleh sang Ayah.
Kita tahu mungkin berdoa itu mudah, kita tahu pula bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doa kita denga caranya yang bijaksana dan kasih. Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita LUPAKAN: bahwa ketika Yesus menyuruh mengetok pintu( Ayat 7), itu berarti dilakukan secara terus-menerus, sebab ia dilakukan dalam kalimat perintah. Yesus artinya meminta agar kita terus-menerus berdoa. Kesungguhan kita, menjadi batu uji ketekunan kita didalam meminta kepada Allah.
Saudara-saudara, bila sampai hari ini doa saudara belum terkabulkan, doa saudara pasti didengar oleh Tuhan. Jangan berhenti berdoa, terus berharap, Tuhan pasti akan menjawab dengan caranya yang bijaksana dan kasih, terus berdoa dan berdoa.

JANGAN MELUPAKAN KEBAIKAN TUHAN (Lukas 17:11-19)

Saudara-saudara, suatu hari, seorang ibu cerita kepada istri saya.  30 tahun yang lalu, ibu ini mengangkat seorang anak . . . dia merawat anak itu dengan penuh kasih sayang dan mencukupkan segala kebutuhannya.  Sampai suatu waktu, pada waktu anak itu berusia 16 tahun, kelas 1 SMA, anak ini mengetahui bahwa dia sesungguhnya bukanlah anak kandung dari keluarga tersebut . . . ia hanya seorang anak angkat
Saudara-saudara, setelah mengetahui kenyataan tersebut, anak ini bukannya mengucapkan terima kasih kepada orang tua angkatnya yang sudah merawat dan menjaga dirinya.  Tapi justru sebaliknya, ia mulai melakukan pemberontakan.  Ia berhenti sekolah, minum-minuman keras, dan menghabiskan harta orang tuanya.
Setelah ia besar pun, bukannya menyadari kesalahannya . . . tapi sebaliknya ia justru memperlakukan kedua orang tua angkatnya dengan tidak hormat.  Ia hanya memberikan uang 10 ribu untuk makan 1 hari, dengan anggota keluarga 7 orang.  Kalau hitung-hitungan di atas kertas, maka setiap anggota keluarga (termasuk orang tua angkatnya), sekali makan hanya 500 rupiah saja.  Keterlaluan yah saudara . . . tapi ketika orang tuanya mengatakan: “Nak, ini tidak cukup . . .”  Anak itu hanya berkata: “Mah, cukup-cukupin saja . . . saya gak mau tahu!!!”
Saudara, kalau anak ini kekurangan secara ekonomi . . . maka mungkin keluarga pun akan memakluminya . . . tapi ternyata anak ini adalah orang yang cukup berada.  Saya membayangkan betapa pedih, sakit hati dan terhina orang tuanya itu mendapat perlakuan tersebut.  Bukannya mengatakan: “Pah . . . Mah . . . makasih karena sudah mengangkatku menjadi anak kalian.” Tapi malahan memperlakukan orang tua angkatnya dengan begitu kurang ajar.  Saudara, anak ini adalah anak yang tidak tahu bagaimana berterima kasih.
Kalau saudara, jadi orang tua angkat anak itu . . . bagaimana perasaan saudara? Tentu saja kita marah . . . kesal . . . sedih bukan.  Dan bahkan mungkin dengan emosi kita berkata: “kalau dulu tahu bakal kurang ajar seperti ini, gak akan saya angkat jadi anak!”  Tapi saudara-saudara, walaupun anak ini adalah anak yang kurang ajar dan tidak tahu berterima kasih.  Sampai hari ini, kedua orang tua angkatnya itu tetap mengasihinya.
Saudara-saudara, ketika saya mendengar apa yang dilakukan oleh kedua orang tua angkat anak itu.  Tiba-tiba saya kembali disadarkan mengenai kasih Tuhan kepada setiap anak-anakNya (yaitu saudara dan saya).
Dia mengangkat kita menjadi anak-Nya . . . memelihara dan menjaga hidup kita.  Bahkan ketika hidup kita menghadapi kesukaran dan jalan buntu, bukankah Tuhan selalu memberikan jalan keluar dan penghiburan.
Namun saudara-saudara, seringkali kita seperti anak yang tak tahu terima kasih itu.  Bukannya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, kita malah lebih banyak mengeluh . . . mengeluh dan mengeluh!!  Kita melupakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.  Walaupun apa yang kita lakukan menyakiti hati-Nya, tetapi Tuhan Yesus tetap mengasihi saudara dan saya.
Saudara-saudara, Firman Tuhan pada hari ini mengajarkan kepada kita: “janganlah kita menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih.”  Karena itu, marilah setiap orang yang merasakan kebaikan Tuhan di dalam hidupnya, datang dan mengucap syukur kepada Tuhan.

Dinamika Hidup dalam Pimpinan Roh Kudus

Roh Kudus adalah Pendamping, Penolong, Penghibur, dan Pendoa syafaat yang diam di dalam Saudara.
Bagaimana cara Dia memimpin Saudara? Ada orang yang berkata, “Saya ingin Roh Kudus memimpin saya melalui mimpi dan Ia memberitahukan kehendak-Nya kepada saya.” Atau, “Saya ingin Roh Kudus memimpin saya melalui bisikan suara hati yang sangat jelas.” Banyak orang ingin agar Roh Kudus masuk ke dalam rumahnya, lalu berkata-kata dengan suara keras memberitahukan pimpinan-Nya.
Di dalam Alkitab memang ada tercantum bahwa Tuhan memimpin seseorang melalui kata-kata, mujizat, mimpi, nubuat, atau melalui nabi-nabi. Sampai saat ini Tuhan juga masih mungkin melakukan hal-hal itu. Tetapi itu bukanlah satu-satunya cara, sehingga kita harus menuntutnya.
Jangan Saudara mencoba meniru Gideon yang meminta tanda dengan bulu domba (Hakim-hakim 6:36-40). Juga, jika dahulu orang memakai cara membuang undi, maka tidak berarti Saudara pun bisa mencoba-coba menirunya. Juga, jangan memakai cara membuka Alkitab dan secara acak menunjuk satu ayat guna mengetahui kehendak Tuhan.
Bagaimana seandainya ada orang yang mencari pimpinan Tuhan, lalu ia membuka Alkitab dan menunjuk satu ayat secara acak, tapi ternyata ayat yang ia dapat adalah Matius 27:5, “Maka Yudas pergi menggantung diri.” Lalu ia berkata kepada Tuhan, “Wah yang ini tidak cocok bagiku, sekali lagi ya Tuhan.” Tuhan tidak akan memakai cara demikian untuk memimpin Saudara.
Tuhan memimpin seseorang dengan Firman-Nya dalam Alkitab. Tetapi Firman Tuhan itu harus dibaca, direnungkan, dipelajari, dimengerti, dan dimaknai secara benar. Perlu cara yang benar untuk menggali Alkitab secara seksama sehingga prinsip-prinsip kebenaran Alkitab tersebut akan Saudara dapatkan. Untuk itu, Saudara sendiri harus menggali, menemukan, menggali dan merenungkan, serta membandingkannya dengan pikiran para penafsir Alkitab besar.
Saya menganjurkan agar setiap gereja memiliki perpustakaan yang berisi buku-buku berbobot. Saya juga menganjurkan supaya setiap persekutuan kampus dan kelompok pemahaman Alkitab memiliki buku-buku tafsiran, buku-buku teologi sistematika, buku-buku apologetika, buku-buku misi dan penginjilan yang berbobot.
Ketika Saudara mendapatkan kesulitan di dalam penafsiran, Saudara tidak dapat mengatakan bahwa Saudara mendapat pimpinan Roh Kudus, dan yang lain juga mengatakan hal yang sama, padahal penafsiran mereka berbeda, sehingga pada akhirnya membawa kepada perselisihan.
Dengan buku-buku yang baik, kita bisa kembali kepada ajaran yang benar. Semua ini karena Roh Kudus memimpin manusia dengan cara memberikan pencerahan pada Firman Tuhan. Jika Firman Tuhan hanya dibaca untuk dihafalkan dan dilombakan dalam pertandingan cerdas cermat, maka Alkitab tidak akan lagi memberikan makna yang dalam. Tetapi, jika Firman itu dibaca dengan hati yang mau taat, mau mengerti, mau rendah hati di bawah pimpinan Roh Kudus, maka Firman itu akan bercahaya.
Menjadi orang benar berarti menjadi orang yang sungguh-sungguh mau menjalankan Firman. Mungkin ada orang yang berkata, “Jika Firman itu jelas, saya pasti akan menjalankannya, tetapi kalau tidak jelas, bagaimana?” Misalnya, jangan membunuh atau jangan mencuri, itu jelas. Tetapi bagaimana jika dalam situasi perang? Di dalam Alkitab tidak pernah dikatakan tidak boleh berperang, tetapi di dalam peperangan kita mungkin harus membunuh. Jadi, bagaimana?
Hal ini ada di dalam wilayah etika Kristen yang perlu didukung dengan penyelidikan yang baik. Sebenarnya untuk hal-hal seperti itu, sudah ada prinsip-prinsip tertentu yang telah disisipkan di dalam Alkitab, yang perlu kita gali dengan baik. Misalnya, di dalam peperangan yang agresif, dimana kita menjajah bangsa lain, membunuh orang lain yang tidak bersalah, hal itu berdosa.
Martin Luther berkata, “Di dalam peperangan yang sedemikian, sebagai orang Kristen yang tidak mau melawan Tuhan dan hati nurani yang taat kepada Tuhan, silakan tidak ikut perang.” Meskipun pemerintah memerintahkan Saudara ikut perang, Saudara harus menolak, karena Saudara tahu itu hal yang salah, merupakan tindakan agresif, maka lebih baik Saudara dipenjarakan oleh pemerintah Saudara sendiri, daripada Saudara pergi dan membunuh orang lain.
Tetapi Martin Luther juga berkata, “Sebaliknya, jika negaramu dijajah pihak lain, lalu engkau berjuang untuk membasmi kejahatan penjajah, membela negaramu, membela rakyat negaramu yang dijajah dan yang tidak bersalah, sampai harus mati pun, silakan engkau berperang.
Dan, jika di dalam peperangan sedemikian harus ada orang yang terbunuh, engkau melakukan itu bukan demi membunuh, melainkan demi membasmi kejahatan, maka Tuhan akan campur tangan dalam hal itu.” Dalam prinsip-prinsip etika seperti ini, kita tidak dapat secara mudah mengatakan “Tuhan memimpin saya”, lalu saya menetapkan keputusan saya sendiri. Kita harus mendapatkan prinsip Alkitab yang jelas tentang bagaimana Tuhan memimpin.
Tuhan memimpin Saudara dengan Firman dan prinsip Firman. Alkitab memberikan prinsip-prinsip Alkitab yang cukup untuk membangun etika Kristen di dalam pimpinan Tuhan. Tiga prinsip dasar yang harus diingat adalah:
  1. Apakah hal itu mempermuliakan Tuhan?;
  2. Apakah hal-hal itu dapat menjadi berkat bagi orang lain, atau malah sebaliknya; dan
  3. Apakah hal-hal itu akan mengikat saya ke dalam dosa atau tidak.
Dengan tiga prinsip dasar ini, kita diharap untuk dapat memastikan terlebih dahulu semua hal yang akan kita kerjakan. Kalau ketiga hal tersebut secara keseluruhan sudah terpenuhi, maka kita dapat mengerjakan hal itu, tetapi jika salah satu daripadanya tidak terpenuhi, maka kita tidak boleh melakukannya.

Apa itu Doa Syafaat?

Doa syafaat adalah berdoa atas nama orang lain.
Peran pengantara dalam doa amat umum dalam Perjanjian Lama, dalam kasus-kasus Abraham, Musa, Daud, Samuel, Hizkia, Elia, Yeremia, Yehezkiel dan Daniel. Kristus digambarkan dalam Perjanjian Baru sebagai pendoa syafaat utama, dan karena itu, semua orang doa orang Kristen menjadi syafaat saat dinaikkan kepada Allah melalui dan oleh Kristus.
Yesus menjembatani jurang antara kita dan Allah ketika Dia mati di salib.Karena pengantaraan Yesus, kita sekarang dapat menaikkan syafaat atas nama orang-orang Kristen lainnya atau bagi yang terhilang, memohon kepada Allah untuk mengabulkan permintaan mereka seturut dengan kehendak-Nya.
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5).
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” (Roma 8:34).
Contoh syafaat yang indah dapat ditemukan dalam Daniel 9.
Bagian ini memiliki semua unsur dari doa syafaat yang sejati. Doa ini adalah respon terhadap Firman Tuhan (ayat 2), diwarnai dengan kesungguhan (ayat 3) dan penyangkalan diri (ayat 4); secara tidak egois mengidentifikasikan diri dengan umat Allah (ayat 5), diteguhkan dengan pengakuan dosa (ayat 5-15); bergantung pada karakter Allah (ayat 4, 7, 9, 15); dan tujuannya adalah untuk kemuliaan Allah (ayat 16-19).
Seperti Daniel, orang-orang Kristen harus datang kepada Allah atas nama orang lain dengan sikap hati yang hancur dan penyesalan, mengakui ketidaklayakan diri dan dengan penyangkalan diri.
Daniel tidak mengatakan, “Saya berhak untuk menuntut ini dari Engkau, Allah, karena saya adalah salah satu dari pendoa syafaat-Mu yang khusus dan terpilih.” Dia mengatakan, “Saya orang berdosa,” dan akibatnya, ‘Saya tidak berhak untuk menuntut apa-apa.”
Doa syafaat yang sejati bukan hanya mencari kehendak Allah dan penggenapannya, namun juga supaya digenapi baik itu menguntungkan kita atau tidak, apapun harganya bagi kita. Doa syafaat yang sejati mencari kemuliaan Allah, bukan diri sendiri.
Berikut ini hanya sebagian daftar dari orang-orang yang kita perlu doakan: semua yang berkuasa (1 Timotius 2:2), para hamba Tuhan (Filipi 1:19); gereja (Mazmur 122:6); teman-teman (Ayub 42:8); teman-teman sebangsa (Roma 10:1); orang-orang sakit (Yakobus 5:14); para musuh (Yeremia 29:7); mereka yang menganiaya kita (Matius 5:44); mereka yang membuang kita (2 Timotius 4:16); dan semua orang (1 Timotius 2:1).
Ada konsep yang salah dalam keKristenan sekarang ini bahwa mereka yang menaikkan doa syafaat adalah kelas istimewa dari “orang-orang Kristen super,” yang dipanggil Allah untuk pelayanan syafaat secara khusus.
Alkitab jelas bahwa semua orang Kristen dipanggil untuk menjadi pendoa syafaat. Semua orang Kristen memiliki Roh Kudus dalam hati mereka dan sebagaimana Dia bersyafaat bagi kita sesuai dengan kehendak Allah (Roma 8:26-27), kita juga harus bersyafaat untuk satu dengan yang lain. Ini bukan hak yang hanya dibatasi untuk kelas atas dalam keKristenan; ini adalah perintah untuk semua.
Sebenarnya, tidak bersyafaat bagi orang lain adalah dosa. “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu” (1 Samuel 12:23)
Jelas bahwa ketika Petrus dan Paulus meminta orang-orang lain berdoa syafaat bagi mereka, mereka tidak membatasi permintaan mereka hanya untuk orang-orang yang memiliki panggilan khusus untuk berdoa syafaat.
“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kisah Rasul 12:5).
Perhatikan bahwa gereja secara keseluruhan berdoa untuk dia, bukan hanya mereka yang memiliki karunia berdoa syafaat.
Dalam Efesus 6:16-18 Paulus menasihati orang-orang percaya di Efesus – mereka semua – mengenai dasar dari kehidupan Kristen, termasuk doa syafaat “dalam segala keadaan dalam segala doa dan permohonan.” Jelas bahwa doa syafaat adalah bagian dari kehidupan Kristen untuk semua orang percaya.
Selanjutnya, Paulus meminta doa untuk dia dari semua orang percaya di Roma dalam Roma 15:30. Dia juga mendorong orang-orang Kolose untuk berdoa bagi dia dalam Kolose 4:2-3.
Dalam Alkitab sama sekali tidak pernah permohonan untuk syafaat yang diindikasikan bahwa hanya sekelompok orang tertentu yang boleh berdoa syafaat. Sebaliknya, mereka yang meminta orang lain untuk bersyafaat bagi dia dapat memanfaatkan semua bantuan yang dapat mereka peroleh! Konsep bahwa doa syafaat itu adalah hak dan panggilan khusus untuk orang-orang Kristen tertentu adalah tanpa dasar Alkitabiah. Lebih jelek lagi, ini adalah konsep yang merusak yang hanya mengakibatkan kebanggaan dan rasa lebih baik dari orang lain.
Allah memanggil semua orang Kristen menjadi pendoa syafaat. Adalah keinginan Allah bahwa setiap orang percaya aktif dalam doa syafaat. Betapa indah dan tingginya hak yang kita miliki untuk bisa datang dengan penuh keberanian ke hadapan tahta Allah yang Mahakuasa dengan doa dan permohonan kita.

Doa Akhir Pekan – Sabtu 04 Januari 2014

Tuhan Yesus, terima kasih Tuhan untuk akhir pekan ini, dimana kami dapat berkumpul bersama dengan keluarga yang kami kasihi.
Kami bersyukur Engkau telah menyertai kami melewati masa-masa sulit dimana musibah banjir menimpa kami.
Dalam kesesakan yang ada, Engkau selalu hadir memberi kami kekuatan dan penghiburan, kami tak pernah merasa sendirian.
Di saat ini, kami tetap berdoa untuk para korban musibah banjir, yang  kehilangan harta benda bahkan kehilangan anggota keluarganya yang  meninggal dalam peristiwa banjir ini.
Kuatkanlah dan hiburlah mereka ya Tuhan. Pulihkanlah mereka dari trauma ini.
Tolonglah mereka untuk melalui saat yang kelam ini sehingga mereka tetap dapat menjalani kehidupan mereka dengan baik.
Kiranya Engkau saja yang menggantikan duka cita.
Ajarilah kami semua ya Tuhan untuk selalu bersandar kepadaMu dalam menjalani hidup ini, apapun yang kami hadapi  di dalam perjalanan hidup ini, kiranya kami tak pernah kehilangan iman kami  kepadaMu.
Kiranya kami selalu mengingat bahwa Engkau adalah Allah yang Maa Kuasa, yang mengatur semuanya, dan rencanaMu adalah rencana yang indah bagi kami semua.
Didalam namaMu Tuhan Yesus, kami bersyukur dan berdoa.
Amin

Doa Habis Liburan

Allah Bapa di Surga.
Terima kasih Tuhan, karena Engkau sudah memberikan kepada kami waktu liburan yang cukup lama,
sehingga kami boleh disegarkan kembali tubuh, pikiran dan jiwa kami.
Terima kasih juga karena Engkau sudah menyertai perjalanan kami pulang dan pergi,
sehingga kami tak kurang suatu apapun juga.

Saat ini Tuhan, kami akan kembali bekerja.
Kami mohon pimpinan-Mu Tuhan, agar kami dapat bekerja dengan baik,
dengan semangat yang baru dan pikiran yang jernih.
Bimbinglah kami dalam melakukan setiap pekerjaan yang diberikan kepada kami,
agar setiap pekerjaan itu dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.
Kami juga mohon agar Engkau menyertai rekan-rekan kerja kami yang mungkin pada saat ini masih mengambil cuti maupun mereka yang masih dalam perjalanan pulang dari kampung halaman mereka,
kiranya Engkau menyertai di dalam segala kegiatan yang mereka lakukan,
dan Engkau menyertai mereka yang berada dalam perjalanan pulang agar mereka boleh selamat sampai di rumah, dan dapat kembali bersama-sama kami bekerja.
Terima kasih Tuhan Yesus.
Di dalam nama-Mu kami panjatkan doa ini.
Amin

Doa Terima Kasih Tuhan Untuk Tidur yang Lelap

Tuhan Yesus, terima kasih jikalau setiap harinya Engkau memberi kepada kami tidur yang lelap.
Sering kami tidak terlalu memikirkan akan arti  penting dan manfaat dari tidur, kami tidur seolah-olah memang harusnya demikian.
Firmanmu pada hari ini membuat kami menyadari akan berkatmu Tuhan untuk waktu tidur ini, kami bisa tidur lelap adalah karena berkatMu, tidur merupakan bentuk pemeliharaan dan penjagaanMu atas hidup kami.
Ada banyak orang yang mengalami sulit tidur, bahkan menghabiskan begitu banyak uang untuk obat, lilin terapi, tempat tidur yang nyaman, psikolog dan berbagai cara  hanya untuk dapat tidur.
Betapa seharusnya kami bersyukur kalau sampai saat ini, kami bisa tidur dengan mudahnya.

Kami berdoa untuk mereka  yang mengalami sulit tidur yang Tuhan. Kami mohon berilah kepada mereka ketenangan di hati, pikiran, dan jiwa mereka, agar mereka dapat beristirahat dan tidur dengan lelap.
Taruhlah di hati mereka  suka cita, dan damai sejahtera, hilangkanlah segala kekhawatiran yang ada.
Jauhkanlah dari diri mereka  kecanduan akan obat-obat tidur yang justru dapat meperparah akan keadaan mereka.
Terima kasih Tuhan untuk tidur yang lelap yang boleh kami alami.
Kiranya kami dengan bijaksana menggunakan waktu tidur kami, tidur dengan cukup, tidak berlebihan ataupun kekurangan.
Didalam namaMu Tuhan Yesus, kami bersyukur dan berdoa.
Amin

Doa Kebajikan Tuhan Pada Awal Pagi

Tuhan Allah Bapa Kami,
Terima kasih untuk pagi yang indah
yang Engkau karuniakan kepada kami.
Betapa senangnya hati kami mengetahui
bahwa hari ini kami masih diberikan nafas kehidupan,
untuk menghirup udara segar
dan mengagumi alam ciptaanMu,
serta berkarya di dunia ini.
Setiap detik yang Kau berikan sangatlah berharga,
karena tak akan terulang kembali.
Oleh karenanya kami ingin gunakan setiap waktu kami dengan baik.
Kami mohon hikmat bijaksana dariMu Tuhan
untuk melalui hari ini dengan bijak,
dan menjalani hari
seolah hari ini adalah hari terakhir kami hidup di dunia ini.
Kami ingin memulai hari ini dengan ucapan syukur kepada-Mu
atas setiap berkat yang Kau berikan
dan dengan bersikap dan berpikir positif.
Kami menyerahkan setiap usaha, pekerjaan,
dan seluruh aktifitas kami pada hari ini
di dalam pimpinan dan penyertaan-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa dan bersyukur.
Amin

Doa Sebelum Bekerja

Allah Bapak kami, pencipta manusia dan alam semesta, kami bersyukur kepadaMu, bahwa dengan bekerja, kami boleh ambil bagian dalam karyaMu, mendamaikan dan membahagiakan keluarga dan sesama kami.
Kami mohon bimbinganMu dalam melaksanakan pekerjaan kami hari ini. Arahkanlah pikiran, perkataan dan perbuatan kami, agar dalam Dikau, kami boleh memulai dan menyelesaikan pekerjaan kami dengan baik.
Bimbinglah kami agar dapat bekerja dengan semangat kasih, riang, rajin dan jujur walaupun dalam keseharian banyak kesulitan membayangi kami.
Dalam nama Tuhan Yesus, kami naikan doa kami.
Amin

Doa Minta Bimbingan



Tuhan Yesus,
Setiap jam, menit, dan detik yang kami lalui
adalah anugrah daripadaMu.
Kami sadar bahwa waktu adalah kepunyaanMu.
Kami tak dapat memutar waktu mundur ke belakang,
ataupun maju ke depan,
karena semuanya itu berjalan seijin kehendakMu.

Oleh karena itu ya Tuhan,
kami mohon kepadaMu agar Kau berikan kepada kami
hati yang bijaksana,
pikiran yang penuh hikmat,
untuk menjalani waktu-waktu yang Tuhan berikan ini
dengan bijak, dengan baik, seolah – olah hari ini
adalah hari yang terakhir untuk kami.
Ingatkanlah kami selalu untuk berjaga-jaga dan
senantiasa bertekun dalam doa,
semakin mencari kerajaan Allah,
karena akan tiba saat nya di mana
tak ada lagi yang dapat kami lakukan,
tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri,
tak ada lagi waktu untuk mencurahkan kasih sayang kami
kepada orang-orang yang kami kasihi,
saat itu ya Tuhan, kami hanya dapat diam dan
mempertanggung jawabkan semua waktu-waktu yang
telah kami pergunakan, semua perbuatan-perbuatan kami
di dunia ini di hadapanMu.
Mari ya Tuhan,
bimbinglah kami anak-anakMu ini satu persatu,
agar hidup memperkenankan hatiMu senantiasa.
Inilah kerinduan hati kami, yang kami panjatkan di
dalam doa kepadaMu.
Amin

Doa dan Puasa


DOA dan PUASA saat ini makin populer di Indonesia, apalagi situasi krisis nasional yang belum terlihat kapan akan berhenti membuat kekuatiran manusia menjadi-jadi. Bagi manusia beriman, doa dan puasa makin belakangan ini makin banyak dipraktekkan dengan harapan Tuhan mendengar doa-doa mereka dan pendoa dilepaskan dari kemelut krisis itu.
TENTANG DOA
Majalah Newsweek pernah memuat artikel menarik hasil angket yang berjudul “Is God Listening?” (31 Maret 1997) dengan sub judul yang berbunyi “Banyak orang Amerika berdoa setiap hari sekalipun tidak ada yang tahu mengapa hanya beberapa yang dijawab.” Hasil angket itu menarik untuk disimak, soalnya disebutkan disitu bahwa dalam doa-doa mereka yang disurvai, 82% menyebut mereka meminta kesehatan dan sukses, 75% meminta kekuatan, 73% berharap doa bisa menjawab kebutuhan mereka bila ingin mencari pekerjaan., dan 79% percaya Tuhan akan memberikan mujijat kesembuhan bila mereka berdoa. Jadi, kenyataannya doa-doa cenderung merupakan sarana “meminta-minta untuk diri sendiri.” Benarkah doa-doa demikian?
Dari terang angket di atas kita dapat memastikan bahwa maraknya aktivitas dan gerakan Doa dan Puasa akhir-akhir ini di Indonesia akan lebih banyak berorientasi bagaimana pendoa bisa dilepaskan dari krisis yang berkepanjangan dan bagaimana usaha mereka bisa bangkit dan untuk berbisnis kembali. Lebih-lebih, dalam ajaran “kemakmuran” yang menekankan “berkat Tuhan sebagai bukti iman” tentu doa-doa yang tidak berkeputusan itu ditujukan bagaimana berkat itu bisa mengucur kembali kepada mereka dan tidak seperti kucuran pinjaman IMF yang diterima Indonesia yang sifatnya sedikit-demi-sedikit!
Menarik untuk dismak, mengapa masyarakat Kristen yang mulai gandrung kembali mengikuti persekutuan-persekutuan doa dan kemudian ibadat-ibadat doa, doa kuasa dan doa puasa sejak tahun 1960-an dan kini diperluas memasuki jaringan doa secara nasional, tetapi kekristenan malah makin dipersulit, gereja-gereja makin banyak dihancurkan dan banyak yang dibakar, dan bahkan ada bukit doa yang dihancurkan massa? Ada dua kemungkinan jawabannya, pertama adalah doa-doa itu begitu manjur sehingga banyak orang bertobat dan menjadi Kristen sehingga menimbulkan kemarahan pihak lain, dan kedua, mungkin doa-doa itu seperti angket Newsweek di atas cenderung berisi permintaan yang bersifat mencari selamat dan keuntungan diri sendiri tetapi kurang ditekankan dalam mengingatkan diri sendiri dan jemaat Kristen untuk bertobat dari segala dosa KKN dan menjadi “surat-surat Kristus” di tengah-tengah masyarakat.
Kelihatannya kemungkinan pertama tipis, karena dari banyak pengamatan diketahui bahwa pertambahan kwantitas pemeluk Kristen tidak berarti tetapi faktanya memang pertumbuhan jumlah gereja-gereja baru dan persekutuan-persekutuan meningkat luar biasa, jadi yang terjadi bukan pertumbuhan gereja tetapi perpindahan jemaat. Kemungkinan kedua memang lebih besar karena faktanya gerakan-gerakan doa cenderung dimotori oleh orang-orang yang berpandangan iman vertikalis (keselamatan pribadi) dan bahkan ekstatis yang cenderung mengejar kuasa (berjatuhan), mujizat (kesembuhan dan berkat) dan sensasi (tertawa-tawa & kesurupan) dalam kehidupan kristiani. Ini jelas terbukti dari dipopulerkannya “doa menuntut” (ajaran kemakmuran) yang cenderung narsistik isinya sedangkan doa penyadaran tentang dosa-dosa pendoa dan jemaat yang korup, kolusi dan nepotis jarang diucapkan!
Tepat seperti yang dikatakan nabi Yesaya bahwa:
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mau mendengar, ialah segala dosamu.” (Yes.59:1-2).
Tepat juga kritik Tuhan Yesus yang mengatakan:
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga.” (Mat.7:21).
Memang tidak salah kalau doa-doa ditujukan untuk pertobatan orang lain atau suku-suku terasing, tetapi doa juga harus ditujukan untuk orang-orang yang sudah menerima firman agar mereka bertobat dan taat akan kehendak Allah yang diperintahkan dalam firmanNya.
Rasul Paulus berdoa syafaat agar “doa bukan sekedar untuk mengenal Tuhan tetapi supaya kita berakar dan berdasar di dalam kasih.” (Efs.1:15dst.;3:14dst.), rasul Yakobus mengingatkan bahwa “doa adalah salah kalau meminta untuk memuaskan diri” (Yak,4:3), rasul Petrus mengemukakan doa harus ditujukan untuk “hidup dalam kasih dan menjauhi dosa.” (I-Pet.4:7-8), dan rasul Yohanes mengingatkan bahwa “doa kita hanya dikabulkan bila meminta sesuai dengan kehendak Tuhan.” (I-Yoh.5:14).
Tuhan Yesus memberikan contoh “doa Bapa Kami” yang terkenal itu (Mat.6:9-13) yang berisi:
Pertama, pujian akan kekudusan Tuhan,
Kedua, permohonan agar kerajaannya (dengan umat yang taat) dan kehendakNya (untuk ditaati) berlaku di bumi ini.
Ketiga, permintaan akan berkat makanan yang secukupnya (bukan berkelebihan) dan agar kita diampuni dosanya (bertobat) dan agar kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita (kasih).
Keempat, permintaan agar dilepaskan dari pencobaan (seperti godaan harta, band. Mat.6:19-21) dan kejahatan (seperti KKN tentunya).
Kelima, pujian akan kuasa dan kemuliaan Tuhan.
Dari terang pembahasan di atas, jelas doa-doa tidak akan ada artinya dan tidak akan didengar Tuhan bila pendoa masih korupsi, kolusi maupun nepotis, dan tidak melakukan kehendak Allah melainkan masih melakukan dosa-dosa pribadi maupun sosial lainnya.
TENTANG PUASA
Agar doa-doa lebih mantab dan berkhasiat banyak orang cenderung berdoa dengan puasa atau melakukan “doa puasa”, tetapi dengarkanlah suara nabi Yesaya mengkritik doa puasa yang hanya bersifat ritual dan lahiriah:
“Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah roti bagi orang yang lapar dan membawa kerumahmu orang miskin yang tidak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yes.58:6-7)
Jadi umat beriman tidak ada artinya kalau melakukan puasa secara lahir tetapi tidak mengasihi sesamanya, dengan kata lain tidak ada artinya berpuasa kalau ia tidak menolong sesamanya yang lapar, miskin dan telanjang.
Tidak ada artinya doa puasa seorang pengembang Kristen bila ia menggusur rumah-rumah orang miskin, tidak ada artinya dan doa puasa seorang pengusaha selama ia masih menggaji buruhnya dibawah standar atau pabriknya membuang air limbahnya disungai yang mengotori tambak hidup orang lain, demikian juga tidak ada artinya doa-puasa para pengusaha yang merengut dengan berhektar-hektar lahan petani untuk bergembira ria bermain golf.
Masa kini doa-doa dan doa-doa puasa sudah dijadikan hajat nasional oleh banyak orang Kristen dan tidak sedikit sumbangan dana para konglomerat masuk dalam usaha-usaha doa dan doa-puasa demikian. Sudah tiba saatnya dalam era reformasi nasional di tanah air ini, kita meningkatkan doa-doa dan doa-puasa menjadi langkah praktis untuk juga mentobatkan para konglomerat (termasuk donor) dan mengingatkan agar mereka lepas dari yang jahat yang merupakan praktek-praktek KKN masa lalu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Sudah tiba saatnya jemaat, pendeta dan gereja mengingatkan diri sendiri dan gerejanya untuk kembali dengar-dengaran akan kehendak Allah dan melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari dalam kasih, kebenaran dan keadilan, karena itulah doa-doa dan doa-puasa yang sebenarnya!
Amin!

Rabu, 01 Januari 2014

Segalanya Baru


[Wahyu 21:1-6]
T
ahun 2014 telah tiba. Pagi ini kita telah menjadi bagian dari sebuah proses sejarah dunia yang baru, sejarah di tahun 2014. Ibadah kita pagi ini adalah ibadah pertama di tahun 2014. Karena itu jika kita tidak mengambil bagian di dalamnya, maka kita tidak tercatat dalam bilangan orang-orang yang bangun pagi-pagi dan mencari TUHAN di hari pertama tahun ini.
Inilah Tahun Baru yang diadakan TUHAN kepada kita. Mengapa TUHAN selalu memberi yang ‘baru’ kepada umatNya? Kitab Wahyu dan seluruh kitab dalam Alkitab menjawab, sebab kasih karuniaNya besar bagi dunia dan manusia. CintaNya lebih kepada ciptaanNya.
Sebab itu, TUHAN memberi segala yang ‘baru’ sebagai bukti bahwa, IA masih terus memulihkan kita dari segala kondisi hidup kita. Pekerjaan pemulihan TUHAN masih berlangsung. Jadi setiap hari ketika kita tiba di hari yang baru, dan kini di tahun yang baru, itu artinya TUHAN masih terus melakukan pemulihan atas kita, rumah tangga kita, jemaat dan masyarakat kita, serta atas alam semesta.
Pemulihan itu diberinya cuma-cuma, jadi tidak dipungut bayaran sepeser pun. Itulah sifat TUHAN. Bahwa IA baik, dan kebaikanNya itu terwujud melalui pemberian cuma-cuma kepada semua manusia.
Mengapa TUHAN memberi segalanya cuma-cuma? Karena IA tidak terbatas. IA Alfa dan Omega. IA lebih di dalam segala sesuatu, dan tidak habis cinta dan kasihNya kepada ciptaanNya. IA Alfa dan Omega, maka IA memulai suatu hari baru dengan kita, dan mengakhirinya pun bersama-sama dengan kita.
Sebab itu di tahun baru ini kita percaya bahwa karena TUHAN yang memulihkan kita dan membawa kita masuk ke 2014, maka percayalah pula bahwa IA akan terus bersama kita sampai kita memasuki 2015 nantinya. Karena TUHAN itu Alfa dan Omega.  SELAMAT TAHUN BARU 2014.

Selasa, 31 Desember 2013

Sisihkan Waktu Satu Menit Untuk Berdoa sebelum Tahun 2013


Kurang lebih 30 jam ke depan kita akan memasuk tahun 2013.
Tahun baru 2013 merupakan titik awal kita dalam mengumpulkan  nilai pada buku amal kita  masing masing, kita harus bisa mengkoreksi diri disaat detik detik akhir penggantian tahun,.
Sudahkah kita menghayati bahwa kita adalah anggota tubuh Kristus, yang saling mengasihi seorang terhadapayang lain? Sudahkah kita menghayati Kristus sebagai Kepala Seluruh kehidupan kita, di dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat, di dalam keluarga dan pekerjaan Kita?
Dengan datangnya Tahun baru 2013  marilah kita “Intropeksi” diri, merenung kebelakang apa saja yang telah kita perbuat selama in supaya dalam menghadapi awal tahun baru ini bisa memperbaiki segala bentuk perilaku kita sehari-hari.
Mari kita menyisihkan waktu kita satu menit untuk berdoa:
Tuhan Yesus, sebentar lagi kami akan meninggalkan tahun 2012 ini, dan memasuki tahun yang baru yaitu tahun 2013.
Ada banyak ramalan dan prediksi akan apa yang akan terjadi di tahun 2013. Bahkan di tahun 2012 inipun ada banyak orang yang terkecoh dengan rumor terjadinya kiamat di akhir tahun ini, sehingga mereka menimbun  makanan, membuat alat penyelamat, dan berbagai hal lainnya yang dianggap dapat menyelamatkan diri mereka dari hari kiamat.
Sebagai umat yang percaya kepadaMu Tuhan, kami menyakini bahwa tiada seorangpun yang tahu akan hari kedatanganMu,  karena Engkau akan datang seperti pencuri tanpa seorangpun menyadarinya.
Kami hanya dapat berjaga-jaga  dan menjalani hidup dengan bijaksana setiap harinya seturut firmanMu. Tolong kami ya Tuhan, agar kami dapat menginvestasikan hidup kami ini dalam hal-hal yang bernilai kekal, yang tak akan pupus oleh waktu.
Jangan biarkan iman kami menjadi lemah, kami ingin saat kedatanganMu, dan depat mempertanggungjawabkan  kehidupan kami ini dengan baik dan membuatMu bangga.
KepadaMu ya Tuhan Yesus, kami panjatkan doa ini.
Amin

Semua Karena TUHAN


[Pengkhotbah 8:9-17]
H
ormat kepada Nama TUHAN. Hari ini kita telah mengakhiri tahun 2013 dengan segala pengalaman dan lika-likunya. Apakah segala sesuatu yang kita lakukan sepanjang tahun ini sia-sia saja? Apakah di tiap pengalaman yang kita alami, baik suka, duka, susah, senang, adalah juga untuk kesia-siaan? Apakah pertambahan usia kelahiran, usia pernikahan adalah juga demi kesia-siaan? Apakah kenaikan kelas, lulus sekolah dan jadi sarjana juga untuk kesia-siaan?
Kitab Pengkhotbah memang melukiskan bahwa segala sesuatu sia-sia. Namun baiklah kita memahami alasan penulis kitab ini mengatakan sedemikian. Alasan pokoknya ialah, manusia dengan hikmatnya, tidak akan pernah sanggup menyelami kedalaman hikmat Allah. Yang diperlukan ialah, baiklah manusia mengakui dua hal, yaitu [1] hikmatnya lebih rendah di banding hikmat Allah, dan [2] bahwa segala sesuatu dijadikan TUHAN dengan maksudNya yang khusus –dan tentu bukan maksud kesia-siaan.
Namun, dalam dua hal tadi, manusia selalu memaksakan agar TUHAN melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak manusia itu. Karena itu manusia selalu kedapatan tidak puas, dan sebabnya suka protes TUHAN. Manusia mau mengatur TUHAN sekehendak hatinya. Ibarat, belum saatnya musim menuai, sudah memaksakan diri untuk panen. Belum saatnya terima gaji, sudah memaksakan kehendak agar gaji segera dibayar. Nasi belum masak, sudah memaksakan diri untuk segera makan siang.
Sepanjang tahun ini, TUHAN sudah melakukan segala sesuatu. Dan tentu itu baik pada waktu yang ditetapkanNya. Dalam rupa-rupa masalah yang kita hadapi, untuk maksud yang baiklah TUHAN mengadakannya bagi kita. Jadi marilah berhenti sejenak dan percayalah bahwa: ‘sepanjang tahun ini tidak ada satu pun hal yang sia-sia kita alami dengan TUHAN’. Selamat Kunci Tahun.

Senangkan Hati TUHAN


[Mazmur 147:7-11]
U
mumnya kita memahami bahwa TUHAN senang pada puji-pujian kita. Pemazmur malah berkata TUHAN bertakhta di atas puji-pujian umatNya. Namun di bagian Mazmur 147:7-11 ini, yang membuat hati TUHAN senang, adalah sikap takut TUHAN.
Orang yang takut TUHAN adalah mereka yang menaruh hormat akan nama TUHAN –yaitu tidak menyebut namaNya untuk kesia-siaan, dan tidak memakai namaNya untuk membenarkan kesalahan [bnd. Orang yang suka bersumpah palsu atas nama TUHAN].
Orang yang takut TUHAN itu membungkukkan dirinya, sujud bahkan dengan wajah sampai ke tanah, sebagai tanda hormat pada kemuliaanNya. Ini diwujudkan dalam hal ketekunan beribadah. Maka setiap orang harus mencintai jam-jam ibadahnya.
Orang yang takut TUHAN itu membuka telinganya untuk mendengar sabda/firman/perintah TUHAN. Mereka mewujudkannya dengan jalan melakukan kebaikan, dan tidak melakukan dosa. Sebab perbuatan baik itu sepadan dengan firman TUHAN. Perbuatan jahat/dosa itu berlawanan dengan firman TUHAN.
Orang yang takut TUHAN itu selalu mau mencium kaki TUHAN. Ini diwujudkan dalam kesetiaannya berdoa setiap waktu dan menjadikan doa itu sebagai kekuatan bagi hidupnya.
Orang yang takut TUHAN itu suka melayani. Ini diwujudkan dalam kepeduliannya kepada mereka yang lemah [seperti janda, duda, anak yatim-piatu, atau orang miskin].
Semua ini kiranya menjadi bahan perenungan kita, sebelum kita mengakhiri tahun 2013 dan menjadikan tahun ini sebagai tahun penuh syukur agar kita terus menjadi jemaat yang takut TUHAN. 

Senin, 30 Desember 2013

Semua, Pujilah TUHAN


[Mazmur 148:1-14]
T
anpa terasa kita semakin dekat di penghujung tahun ini. Itu artinya, sudah hampir satu tahun penuh TUHAN menyertai kita, dan berjalan bersama kita. Semua orang, kecil-besar, pegawai-petani-nelayan, pedagang grosir-papalele, sopir angkot-mobil rental-tukang ojek-pendayung perahu, polisi-tentara-satpam, penjaga sekolah-petugas kebersihan, dan apa pun profesi, telah dapat kita jalani sepanjang tahun ini karena penyertaan TUHAN.
Karena itu, tidak ada alasan lain, selain memuji TUHAN, sebab IA telah menunjukkan kasihNya dalam memelihara kita, juga alam semesta ini. Pemazmur memiliki alasan tersendiri untuk memuji TUHAN, yaitu sebagai Pencipta, IA tidak membiarkan ciptaanNya itu binasa. Melainkan dengan kemuliaanNya, IA melindungi ciptaanNya itu. Sebab itu seluruh ciptaan TUHAN memuji namaNya yang kudus.
Pujian itu layak diberi kepada TUHAN, sebab apa yang IA jadikan itu sempurna dan tidak ada yang berubah. Segala perbuatanNya itu baik. Malah orang-orang muda dan orang-orang yang hina sekali pun diberiNya kehormatan, supaya mereka jangan dianggap sebelah mata. Mereka mendapat perlakuan yang adil, sebab TUHAN mencintai keadilan. Bahwa IA menciptakan dunia ini juga dengan adil.
Para raja dan orang yang berkuasa pun memuji TUHAN, sebab TUHAN-lah yang memampukan mereka melakukan segala tugas dan perannya. Kemahakuasaan TUHAN lah yang membuat semuanya itu, sebab itu baiklah kita memuji namaNya untuk seterusnya dan selamanya. Haleluya.

Minggu, 29 Desember 2013

Dia Lebih, Dibandingkan Aku


[Yohanes 1:24-28]
M
ungkin ada sedikit orang saja yang tulus mengakui kelebihan orang lain. Padahal jika kita tulus mengakui kelebihan orang lain, tidak ada ruginya pula bagi kita. Sebaliknya kita mendapat motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas diri kita.
Belajar mengakui kelebihan orang lain sebenarnya adalah belajar bersyukur bahwa TUHAN adil, memberi kepada setiap orang kelebihan masing-masing supaya saling melengkapi. Jadi kita tidak melakukan semua tugas sendiri, melainkan kita cukup melakukan bagian tugas/peran kita saja.
Teks hari ini mengajarkan kita bagaimana mengakui kelebihan orang lain. Ini tergambar dalam pengakuan Yohanes Pembaptis mengenai siapa dirinya, dan apa tugas serta keterbatasannya. Dan dalam hal itu Yohanes langsung menunjuk kepada Yesus yang memiliki keutamaan yang lebih daripadanya.
Walau demikian, Yohanes telah menjalankan tugas utamanya itu dengan penuh rasa tanggungjawab. Nilai lebih Yohanes terletak di situ, bahwa ia menjadi pendahulu bagi datangnya seorang mesias yang akan melakukan suatu hal yang jauh lebih besar daripada dirinya. Itu sama sekali tidak mengecilkan arti diri seorang Yohanes Pembaptis. Kehadiran Yesus justru membuat tugas Yohanes Pembaptis itu memiliki nilai yang luhur.
Dalam hidup ini, kita pun mungkin hanya dapat melakukan peran yang kecil dalam penilaian kita dan orang lain. Namun itu tidak lalu mengecilkan arti diri kita sebagai orang yang dipercayakan untuk melakukan peran itu. Justru ketika kita dipercayakan suatu peran, di situlah kita adalah sosok yang penting. Diri kita dinilai layak untuk menjalankan peran itu, sehingga mesti dapat dijalankan dengan bertanggungjawab.
Jika atas peran itu, kemudian muncul sesuatu yang besar, dan itu dilakukan oleh orang lain setelah kita, kesukacitaannya ialah, kita telah menjadi orang yang pertama mempersiapkan keberhasilan itu.