Pertama, kalau kita jujur, kemungkinan besar pasti doa-doa kita berisi permohonan. Permohonan yang kita minta, tentu untuk kita pribadi, mungkin mulai dari kesehatan, rejeki, umur panjang, jodoh dan dll. Hal yang wajar memang karena hakikat doa memang salah satunya untuk itu. Namun amat disayangkan bila kita jarang berdoa, untuk memuji-muji kebesaran Tuhan. Sebab itu adalah hakikat dari doa pula.
Kedua, tentu kita mengharapkan doa kita terkabul atau dipenuhi harapan kita oleh Tuhan. Disinilah persoalan nast kita. Tuhan pasti mengabulkan doa kita hanya mungkin tidak sesuai dengan cara kita tetapi sesuai dengan cara Tuhan.
Dr. Barclay, mengibaratkan pengabulan doa dari Tuhan, seperti seorang anak yang merengek-rengek minta korek api dari sang ayah. Tapi
sang ayah tidak mengabulkannya. Si anak merasa kecewa atau sedih,
karena si ayah tidak memenuhi keinginannya. Tetapi setelah si anak
dewasa barulah ia memahami mengapa sang ayah tidak memenuhi
keinginannya, sebab ayahnya takut ia terbakar bila bermain dengan api
atau berbahaya bagi dirinya. Artinya Tuhan menjawab doa kita, hanya sesuai dengan cara Tuhan. Tentunya pasti untuk kebaikan kita.
Karena itu dalam Matius (ayat 7-10), Firman Tuhan: Mintalah,
maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat;
ketoklah, maka pintu akan dibukakan kepadamu. Karena setiap orang yang
meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap
orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari
padamu yang memberi batu kepadanya, jika ia meminta roti, atau memberi
ular, jika ia meminta ikan?.
Cara Tuhan
adalah cara yang penuh dengan kebijaksanaan dan kasih. Seringkali
terjadi bahwa Allah, kita minta memberikan jawaban seperti yang kita
inginkan, namun tanpa kita sadari jawaban yang demikian itu, jawaban
yang justru akan menghancurkan kita.
Kita sering mendikte Tuhan dengan
hal-hal yang justru akan membawa malapetaka bagi kita sendiri. Untuk itu
Yesus mengajarkan kita, bahwa Tuhan akan menjawab doa kita
sesuai dengan kebijaksanaan Allah. Kita tidak bisa mendikte Allah
sebaliknya Allah yang mendikte kita dengan kebijaksanaan dan kasih-Nya.
Seperti ilustrasi diatas, tentang permohonan si anak yang tidak
dikabulkan oleh sang Ayah.
Kita tahu mungkin berdoa itu mudah, kita tahu pula
bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doa kita denga caranya yang
bijaksana dan kasih. Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita LUPAKAN:
bahwa ketika Yesus menyuruh mengetok pintu( Ayat 7), itu berarti
dilakukan secara terus-menerus, sebab ia dilakukan dalam kalimat
perintah. Yesus artinya meminta agar kita terus-menerus berdoa.
Kesungguhan kita, menjadi batu uji ketekunan kita didalam meminta kepada
Allah.
Saudara-saudara, bila sampai hari ini
doa saudara belum terkabulkan, doa saudara pasti didengar oleh Tuhan.
Jangan berhenti berdoa, terus berharap, Tuhan pasti akan menjawab dengan
caranya yang bijaksana dan kasih, terus berdoa dan berdoa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar