Jumat, 20 Desember 2013

Oh Gembalaku…..

[Yeremia 23:1-4]
Y
esus memberi ilustrasi yang menarik tentang seorang gembala yang baik. Dari sekian banyak citra dirinya, ada satu yang menarik yaitu, gembala itu mengenal domba-domba, dan memanggil domba-dombanya sesuai dengan namanya, serta domba-domba itu mengenal suara gembalanya [baca. Yoh. 10:3-4]. Jadi tidak mungkin terjadi ‘salah panggel” atau ‘salah kanal’, dan domba juga tidak mungkin ‘datang salah orang’ atau ‘datang pada gembala yang salah.
Dalam Teks kita ini. TUHAN mengambil prakarsa baru untuk menyelamatkan umatNya dengan jalan mengangkat gembala yang baik di tengah mereka. Prakarsa TUHAN ini terjadi karena umatNya telah hilang arah. Mereka tidak mendapatkan pemimpin yang baik. Sebab itu, mereka [yang telah terserak], tidak bisa disatukan. Persekutuan di antara mereka rapuh, karena tidak ada sosok teladan yang dapat mempersatukan mereka kembali.
Dalam realitas seperti itu, TUHAN kembali berprakarsa untuk mengagkat gembala yang baik, agar umatNya tidak tercerai lagi [ay.4]. Tujuan dari prakarsa TUHAN itu ialah untuk menghimpunkan kembali, dan untuk meningkatkan persekutuan di antara umatNya.
Ada proses pemulihan yang TUHAN hendak kerjakan, namun dengan menetapkan gembala yang baik. Dengan demikian kita diajak untuk tetap menjadi pemimpin yang dapat diteladani. Mulai dari dalam rumah tangga, setiap suami/papa harus mempersatukan rumah tangganya. Dalam Jemaat, setiap pelayan [gembala] harus mengutuhkan ikatan hidup jemaat dan meningkatkan rasa memiliki kepada Gereja dan panggilan kudus. Dalam masyarakat, para pemimpin harus menjadi gembala yang baik, supaya persatuan dalam masyarakat terbina sebagai kekuatan untuk terus maju dan bertumbuh.