[Yeremia 22:4-7]
|
C
|
erita
Bawang Putih dan Bawang Merah merupakan cerita atau dongeng pengantar tidur
anak. Kisahnya sesungguhnya sederhana. Sebab berkisah tentang anak yang baik
kelakuannya, yakni Bawang Putih, dan yang buruk kelakuannya, yakni Bawang
Merah.
Dari cerita itu kita selalu
mendapat gambaran tentang konsistensi Bawang Putih untuk terus menjadi anak
yang baik. Sebaliknya Bawang Merah, saudaranya selalu mau melakukan hal yang
salah. Walau akhirnya itu disesalinya.
Contoh sikap seperti itu selalu ada
dalam hidup kita sesehari. Ada orang yang selalu konsisten melakukan kebaikan,
walau ia digoda untuk melakukan hal yang salah. Ia tidak bergeming sedikit pun.
Walau ia hidup serumah dengan orang yang melakukan kesalahan, ia tetap tidak
tergoda, sebaliknya dapat mengubah orang yang suka melakukan hal yang buruk.
Penting kita bertanya, mengapa orang
selalu kedapatan konsisten melakukan kebaikan? Teks kita menjawab, bukan karena
ia takut dihukum. Sebaliknya karena ia mencintai hidup. Dan hidup yang dimaksud
di sini adalah hidup yang memberi sukacita kepada banyak orang. Bukan hidup
yang membawa petaka.
Sebaliknya orang cenderung
melakukan berbagai hal yang buruk juga bukan karena ia tidak tahu resiko dari
tindakan buruknya. Sebaliknya, ia sangat tahu semua resiko itu, tetapi karena
itu tidak mencintai hidup. Hidup baginya adalah memperoleh kepuasan sesaat.
Natal membelajarkan kita untuk mari
kita memiliki perspektif yang benar tentang hidup. Sebab hidup adalah berkat.
Dan hidup adalah kesempatan untuk semakin taat kepada TUHAN, menuruti segala
firmanNya dan menjadi cerdas.