Sabtu, 21 Desember 2013

Teruslah Melakukan yang Baik

[Yeremia 22:4-7]
C
erita Bawang Putih dan Bawang Merah merupakan cerita atau dongeng pengantar tidur anak. Kisahnya sesungguhnya sederhana. Sebab berkisah tentang anak yang baik kelakuannya, yakni Bawang Putih, dan yang buruk kelakuannya, yakni Bawang Merah.
Dari cerita itu kita selalu mendapat gambaran tentang konsistensi Bawang Putih untuk terus menjadi anak yang baik. Sebaliknya Bawang Merah, saudaranya selalu mau melakukan hal yang salah. Walau akhirnya itu disesalinya.
Contoh sikap seperti itu selalu ada dalam hidup kita sesehari. Ada orang yang selalu konsisten melakukan kebaikan, walau ia digoda untuk melakukan hal yang salah. Ia tidak bergeming sedikit pun. Walau ia hidup serumah dengan orang yang melakukan kesalahan, ia tetap tidak tergoda, sebaliknya dapat mengubah orang yang suka melakukan hal yang buruk.
Penting kita bertanya, mengapa orang selalu kedapatan konsisten melakukan kebaikan? Teks kita menjawab, bukan karena ia takut dihukum. Sebaliknya karena ia mencintai hidup. Dan hidup yang dimaksud di sini adalah hidup yang memberi sukacita kepada banyak orang. Bukan hidup yang membawa petaka.
Sebaliknya orang cenderung melakukan berbagai hal yang buruk juga bukan karena ia tidak tahu resiko dari tindakan buruknya. Sebaliknya, ia sangat tahu semua resiko itu, tetapi karena itu tidak mencintai hidup. Hidup baginya adalah memperoleh kepuasan sesaat.
Natal membelajarkan kita untuk mari kita memiliki perspektif yang benar tentang hidup. Sebab hidup adalah berkat. Dan hidup adalah kesempatan untuk semakin taat kepada TUHAN, menuruti segala firmanNya dan menjadi cerdas.