Sabtu, 21 Desember 2013

Hamba yang Naik Kelas

[Lukas 12:40-46]
N
aik kelas. Dapat promosi jabatan baru. Naik pangkat. Setidaknya tiga jenis ‘kenaikan’ ini membuat hati bersukacita. Kecuali satu, yaitu ‘harga barang naik di pasar’, Wah, gelisahnya minta ampun; walau gaji baru saja dinaikkan. Alhasil semua orang punya gerutu yang sama, yaitu ‘dewasa ini semuanya naik terus, tidak turun-turun, dan yang turun hanya hujan’.
Masih melanjutkan renungan kita di hari kemarin, satu hal menarik yang muncul dalam teks kita hari ini ialah, ketika hamba itu kedapatan siap sedia, kepadanya diberi tanggungjawab yang lebih besar, yaitu ‘menjadi pengawas segala milik tuannya’ [ay.44], jadi dari dalam rumah sampai di ladang dan ternak, serta apa pun yang dimiliki tuannya itu. Wah, hebat benar hamba itu.
Nilai yang kita petik dari situ adalah kesetiaan dalam melayani membangun dimensi saling percaya di antara hamba dengan tuannya. Hamba itu percaya bahwa tuannya akan kembali ke rumahnya, dan tuannya itu percaya hamba itu selalu menjaga rumahnya dengan baik, dan siap melayani kapan pun tuan itu datang/pulang ke rumahnya. Jadi hal ‘naik kelas’ adalah buah dari rasa saling percaya di antara hamba itu dengan tuannya.
Dengan demikian, melalui pekan-pekan Adventus ini kita belajar untuk memahami bahwa, kesediaan kita melayani, membentuk rasa percaya kita yang sungguh kepada TUHAN. Rasa percaya tidak bisa tumbuh jika kita pasif dengan iman kita. TUHAN memberi kepada kita hikmat, supaya kita percaya bahwa IA tidak sekedar memberi kita satu pekerjaan dan dari pekerjaan itu kita tidak mengalami perubahan. Sebaliknya dengan memberi pekerjaan, walau kecil bentuk dan nilainya, asal kita tekun bekerja dan melayani, ada perubahan besar yang tentu diberi TUHAN kepada kita. Dan kesungguhan kita melayani menjadi jaminan bahwa, kita akan bertumbuh, berkembang, menghasilkan buah dan mendapat banyak berkat.