[Mazmur 19:2-7]
|
B
|
elajar
dari pemazmur, berarti belajar tentang apa yang menjadi alasan kita harus
memuji dan memuliakan TUHAN. Sebab pemazmur adalah orang yang terkagum-kagum
dengan segala perbuatan TUHAN, bukan atas dirinya saja, bukan atas bangsanya
saja, bukan atas umatnya saja, melainkan atas seluruh dunia, alam semesta dan
kepada bangsa-bangsa.
Kemuliaan TUHAN itu setiap hari tampak bagi
kita, sebab selain kita adalah buah ciptaanNya, tetapi setiap saat kita hidup
di hari yang baru. Setiap saat kita menyaksikan tanda kemuliaanNya yaitu langit
yang cerah, matahari yang terbit sampai terbentam, awan putih dan kemudian
mendung, lalu hujan, dan angin yang tetap berhembus.
Jika kemuliaan TUHAN itu mau kita
pahami dalam satu hari, tidak usah kita susah-susah mencari di mana tandanya.
Sebab tatkala setiap hari kita jalani dari pagi –dengan tanda terbangun dari
tidur, kemudian beraktifitas sejak pagi, istirahat makan siang, melanjutkan
lagi aktifitas, sampai sore kita pulang dan santai sejenak sambil ‘minong teh
sore’, dan beraktifitas lagi di rumah –termasuk pada jam-jam ibadah, lalu makan
malam, bersantai bersama keluarga, -termasuk melalui Rumah Doa, lalu
beristirahat/tidur malam, dan keesokan paginya hal rutin ini dialami; di
situlah kemuliaan TUHAN telah nyata bagi kita.
Karena itu apa yang diceritakan
oleh Cakrawala, dalam bahasa pemazmur di sini sesungguhnya adalah hal-hal yang
dialami manusia secara normal di bawah langit. Dan jangan lupa, bahwa kita
melakukan segala aktifitas, sebagai hal yang normal, lazim atau rutin, tetapi
bukan berarti di situ TUHAN tidak menyatakan kemuliaanNya. Justru dalam hal
yang bagi kita rutin itulah, kemuliaan TUHAN nyata, yaitu bahwa, IA adalah
TUHAN atas hari-hari hidup manusia.