Senin, 23 Desember 2013

Kemuliaan TUHAN


[Mazmur 19:2-7]
B
elajar dari pemazmur, berarti belajar tentang apa yang menjadi alasan kita harus memuji dan memuliakan TUHAN. Sebab pemazmur adalah orang yang terkagum-kagum dengan segala perbuatan TUHAN, bukan atas dirinya saja, bukan atas bangsanya saja, bukan atas umatnya saja, melainkan atas seluruh dunia, alam semesta dan kepada bangsa-bangsa.
 Kemuliaan TUHAN itu setiap hari tampak bagi kita, sebab selain kita adalah buah ciptaanNya, tetapi setiap saat kita hidup di hari yang baru. Setiap saat kita menyaksikan tanda kemuliaanNya yaitu langit yang cerah, matahari yang terbit sampai terbentam, awan putih dan kemudian mendung, lalu hujan, dan angin yang tetap berhembus.
Jika kemuliaan TUHAN itu mau kita pahami dalam satu hari, tidak usah kita susah-susah mencari di mana tandanya. Sebab tatkala setiap hari kita jalani dari pagi –dengan tanda terbangun dari tidur, kemudian beraktifitas sejak pagi, istirahat makan siang, melanjutkan lagi aktifitas, sampai sore kita pulang dan santai sejenak sambil ‘minong teh sore’, dan beraktifitas lagi di rumah –termasuk pada jam-jam ibadah, lalu makan malam, bersantai bersama keluarga, -termasuk melalui Rumah Doa, lalu beristirahat/tidur malam, dan keesokan paginya hal rutin ini dialami; di situlah kemuliaan TUHAN telah nyata bagi kita.
Karena itu apa yang diceritakan oleh Cakrawala, dalam bahasa pemazmur di sini sesungguhnya adalah hal-hal yang dialami manusia secara normal di bawah langit. Dan jangan lupa, bahwa kita melakukan segala aktifitas, sebagai hal yang normal, lazim atau rutin, tetapi bukan berarti di situ TUHAN tidak menyatakan kemuliaanNya. Justru dalam hal yang bagi kita rutin itulah, kemuliaan TUHAN nyata, yaitu bahwa, IA adalah TUHAN atas hari-hari hidup manusia.