Kamis, 26 Desember 2013

Benar, Dia Lahir


[Lukas 2:8-20]
N
atal telah tiba. Hari Kelahiran Juruselamat telah datang. Kita semua telah menyambutnya. Natal atau kelahiran Yesus Kristus itu sendiri merupakan sebuah peristiwa yang benar. Kebenaran Natal itu terletak pada sebuah bukti yang tidak terbantahkan. Apa yang disampaikan itu tepat seperti yang terjadi.
Yang disampaikan itu ialah kabar para malaikat kepada para gembala, bahwa ‘kamu akan menjumpai seorng bayi dibungkus dengan lampin dan dibaringkan dalam palungan’ [ay.12]; dan hal itu benar seperti apa yang dilihat para gembala [ay.16]. Ini artinya berita Natal itu bukan berita spekulatif. Pesan Natal itu bukan pesan kosong. Kedamaian di hari Natal itu bukan sebuah impian. Semuanya terjadi tepat seperti yang dikatakan.
Karena benar, Dia telah Lahir, maka tugas kita adalah menyampaikan berita tentang kebenaran. Kesaksian gereja tentang Yesus Kristus terwujud bukan lagi dalam mengajak orang ke Betlehem, yaitu ke palungan Yesus. Sebaliknya menegakan keadilan dan kebenaran.
Di situlah kita memuliakan TUHAN dan menjadi berkat di bumi. Kita diajak untuk tidak perlu cemas dan takut akan apa pun; terutama akan hidup ini. Sebab kemuliaan TUHAN itu nyata dalam hal-hal yang mungkin dianggap tidak berharga. Palungan adalah tempat di mana kemuliaan TUHAN nyata atas manusia. Seorang bayi pun merupakan wujud dari kemuliaanNya. Bahkan lampin menjadi lukisan nyata bahwa kemuliaan TUHAN itu berlangsung di dalam hidup manusia yang sederhana.
Dan itu semua adalah kebenaran Natal. Dengan demikian, baiklah kita menjalani hidup ini sambil tiap-tiap orang berperan menurut peran yang telah dimilikinya. Tetap bersaksi tentang kebenaran atas semua peran itu. Dengan demikian kita telah menyaksikan kemuliaan TUHAN dan menjadi berkat di bumi.
Selamat Merayakan Natal Kristus, 25 Desember 2013.