[Lukas 2:8-20]
|
N
|
atal
telah tiba. Hari Kelahiran Juruselamat telah datang. Kita semua telah
menyambutnya. Natal atau kelahiran Yesus Kristus itu sendiri merupakan sebuah
peristiwa yang benar. Kebenaran Natal itu terletak pada sebuah bukti yang tidak
terbantahkan. Apa yang disampaikan itu tepat seperti yang terjadi.
Yang disampaikan itu ialah kabar
para malaikat kepada para gembala, bahwa ‘kamu akan menjumpai seorng bayi
dibungkus dengan lampin dan dibaringkan dalam palungan’ [ay.12]; dan hal itu
benar seperti apa yang dilihat para gembala [ay.16]. Ini artinya berita Natal
itu bukan berita spekulatif. Pesan Natal itu bukan pesan kosong. Kedamaian di
hari Natal itu bukan sebuah impian. Semuanya terjadi tepat seperti yang
dikatakan.
Karena benar, Dia telah Lahir, maka
tugas kita adalah menyampaikan berita tentang kebenaran. Kesaksian gereja
tentang Yesus Kristus terwujud bukan lagi dalam mengajak orang ke Betlehem,
yaitu ke palungan Yesus. Sebaliknya menegakan keadilan dan kebenaran.
Di situlah kita memuliakan TUHAN
dan menjadi berkat di bumi. Kita diajak untuk tidak perlu cemas dan takut akan
apa pun; terutama akan hidup ini. Sebab kemuliaan TUHAN itu nyata dalam hal-hal
yang mungkin dianggap tidak berharga. Palungan adalah tempat di mana kemuliaan
TUHAN nyata atas manusia. Seorang bayi pun merupakan wujud dari kemuliaanNya.
Bahkan lampin menjadi lukisan nyata bahwa kemuliaan TUHAN itu berlangsung di
dalam hidup manusia yang sederhana.
Dan itu semua adalah kebenaran
Natal. Dengan demikian, baiklah kita menjalani hidup ini sambil tiap-tiap orang
berperan menurut peran yang telah dimilikinya. Tetap bersaksi tentang kebenaran
atas semua peran itu. Dengan demikian kita telah menyaksikan kemuliaan TUHAN
dan menjadi berkat di bumi.
Selamat Merayakan Natal Kristus, 25
Desember 2013.