Senin, 23 Desember 2013

Jikalau Bukan Tuhan


[Mazmur 124:1-8]
P
emazmur selalu mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagi hidup seorang manusia. Dan satu hal yang berfaedah adalah hidup dengan hanya mengandalkan TUHAN. Karena orang yang mengandalkan TUHAN adalah orang percaya yang takut TUHAN. Orang yang takut TUHAN adalah orang yang memahami keterbatasan dirinya, lalu tidak sombong, melainkan rendah hati, sambil yakin bahwa di dalam kelemahannya itu, TUHAN memberinya kemampuan. Artinya, TUHAN tidak akan meninggalkan dirinya sesaat pun.
Dalam teks hari ini, pemazmur menyatakan iman, dan mengajak kita untuk menyatakan iman yang sama, bahwa ‘jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, tentu kita sudah binasa’.
Sebab itu, jika sampai hari ini kita masih hidup dan berkesempatan untuk merayakan Adventus Natal, itu terjadi sebab TUHAN di pihak kita. Kita memiliki banyak masalah, namun itu tidak membuat kita hancur, juga sebab TUHAN di pihak kita. Ada banyak hal yang sulit kita hadapi, dan kita nyaris tak dapat menyelesaikkannya sendiri, namun kita tiba-tiba saja dimampukan mengatasinya, juga karena TUHAN di pihak kita. Kita mengalami dukacita dan kesedihan, namun dalam kesedihan dan dukacita itu kita tidak menyangkal TUHAN, juga karena TUHAN di pihak kita. Bangsa dan daerah ini dihantui bermacam-macam isu dan peristiwa bencana, namun kita tidak dibiarkan binasa sia-sia, juga sebab TUHAN di pihak kita.
Dan hal TUHAN di pihak kita, tidak mesti dipahami bahwa walau kita berdosa sekali pun IA tetap di pihak kita. Hal TUHAN di pihak kita dalam bahasa pemazmur ini adalah hal TUHAN menyatakan cintaNya yang lebih kepada umat yang takut akan Dia dan mau hidup bersandar sepenuhnya kepada TUHAN. Umat yang jujur, setelah mengaku dosanya, dan tidak melakukan dosa itu lagi. Kepada mereka seperti itu, TUHAN tetap menyatakan keberpihakannya kepada mereka; kepada manusia yang takut TUHAN.