Selasa, 24 Desember 2013

Berpegang Pada Firman TUHAN


[Mazmur 19:8-15]
S
etiap orang yang hidup, tentu mau mendapat berkat. Dalam Hukum Kitab Ulangan [Ul.28], syaratnya simpel, yaitu jika umat melakukan segala yang difirmankan TUHAN, maka ia memperoleh beragam berkat. Karena itu, berkat tidak bisa dipahami seperti hadiah, door prize atau cendera mata. Berkat itu memiliki makna tersendiri, yaitu pemberian cuma-cuma dari TUHAN tanpa mempertimbangkan jasa manusia.
Dalam Mazmur yang kita baca hari ini, berkat itu diberi TUHAN kepada mereka yang taat mendengar atau menuruti FirmanNya. Menariknya ialah, takut akan TUHAN, tetap menjadi sikap moral-etis atau gaya hidup umat. Malah pemazmur mengatakan, “takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya’ [ay.10]. Ini menunjukkan bahwa beriman itu bukan hal musiman. Sehingga, Desember adalah masa yang baik untuk menunjukkan sikap ‘takut akan TUHAN’. Beriman itu adalah gaya hidup. Jadi harus dinampakkan setiap hari.
Hal kedua yang menarik ialah dalam mewujudkan dimensi takut akan TUHAN tadi, pemazmur memosisikan diri sebagai hamba yang diperingatkan untuk melakukan segala yang difirmankan TUHAN [ay.12]. Jika kita mampu memosisikan diri seperti itu, maka kita tidak akan kedapatan arogan/sombong.
Orang yang sudah tahu bahwa faedah dari beriman itu baik, tetapi ia tidak mau meningkatkan kualitas imannya, adalah orang sombong. Orang seperti itu akan gemar menjadi ‘orang baik-baik’ pada saat bulan Desember, atau jelang Kunci Tahun. Jika ada orang seperti itu, maka ia belum mampu menjadi hamba yang baik.
Orang sombong seperti itu memang mengetahui seluruh seluk beluk firman TUHAN. Namun mereka tidak melakukannya dengan taat/takut akan TUHAN. Sebaliknya, yang berpegang pada firman TUHAN dan menjadikan itu gaya hidupnya, adalah hamba yang rendah hati.