[Markus 1:9-11]
|
G
|
ereja
sepanjang masa dipanggil untuk memelihara persekutuan ibadah, memberitakan
Injil, melayankan sakramen, dan mewujudkan pendamaian dan pelayanan kasih
kepada semua orang. Itu adalah empat tanda gereja itu hidup dan ada di
tengah-tengah dunia.
Dalam kebiasaan bergereja, hari ini
di semua gereja berlangsung ibadah perayaan Natal yang secara khusus
dilaksanakan pelayanan Baptisan Kudus. Karena itu, baiklah kita merefleksikan
makna baptisan itu bagi kita, dan juga bagi keluarga kita.
Teks kita mengandung beberapa makna
pokok tentang baptisan. Pertama, baptisan merupakan bentuk panggilan TUHAN
kepada setiap orang, siapa pun dia. Ini ditunjukkan dengan peristiwa, Yesus
datang dari Nazaret untuk dibaptis. Hal Yesus datang mengandung makna bahwa
orang yang dibaptis itu dipanggil oleh TUHAN. Sehingga hari kita dibaptis
adalah hari khusus, hari kita memenuhi panggilan TUHAN. Dalam praktek di GPM,
termasuk anak-anak pun dipanggil. Dan itu berarti baptisan adalah panggilan
TUHAN atas sebuah keluarga.
Kedua, air merupakan simbol yang
dengannya, seseorang dibaptis. Memang selama ini banyak pihak mempertentangkan
cara seseorang dibaptis. Namun bagi kita di GPM, cara itu tidak menyelamatkan.
Sebab dengan cara apa pun, baptisan itu adalah bagian dari ikatan kehidupan
seorang beriman dengan TUHAN. Sehingga yang penting adalah terjadinya ikatan
itu, dan ikatan itu dikukuhkan demi Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Karena itu, ketiga, baptisan itu
adalah akta yang melaluiNya TUHAN berkenan kepada anak yang dibaptis. Sebab itu
setiap orang yang telah dibaptis berkenan dijadikan anak kesayangan oleh TUHAN.
Dengan demikian, ia terikat untuk selama-lamanya dengan TUHAN. Baptisan adalah
tanda janji untuk hidup kekal dengan TUHAN. Karena itu baptisan tidak dapat
diputuskan.